Astra Daihatsu Motor melihat arah pasar mobil Indonesia bergerak ke segmen menengah-atas, sementara LCGC justru kehilangan porsi kontribusi. Perubahan ini terjadi di tengah pasar nasional yang masih tumbuh, sehingga penurunan LCGC bukan berarti seluruh pasar melemah.
Marketing Director dan Corporate Communication Director ADM Sri Agung Handayani mengatakan pertumbuhan pasar terlihat baik di level wholesales maupun retail dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut dia, kondisi itu menunjukkan ada indikasi pertumbuhan positif di industri otomotif.
Pergeseran permintaan ke kelas medium high
Agung menyebut segmen yang tumbuh saat ini mayoritas datang dari kendaraan kelas medium high. Sebaliknya, kendaraan dengan harga terjangkau justru mengalami penurunan tajam dalam kontribusi.
Kondisi itu ikut terasa pada LCGC, yang selama ini menjadi salah satu andalan pasar mobil terjangkau. Agung menegaskan penurunan kontribusi tidak otomatis membuat volume LCGC merek Daihatsu maupun Toyota ikut menyusut.
ADM menilai perubahan pola pembelian konsumen menjadi sinyal penting bagi industri. Di satu sisi, pasar masih bergerak naik, tetapi di sisi lain preferensi pembeli tampak makin bergeser ke model yang lebih mahal.
LCGC melemah, pasar nasional tetap naik
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan wholesales mobil nasional pada Januari-Mei 2026 mencapai 359.015 unit. Angka itu naik 12,8 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Namun, dari berbagai segmen yang ada, LCGC menjadi satu-satunya yang menyusut. Selama lima bulan pertama 2026, distribusinya turun 22,9 persen menjadi 46.055 unit dari 59.747 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Di periode yang sama, mobil penumpang dan komersial masih mencatat kenaikan tipis 7,6 persen menjadi 219.121 unit. Sementara itu, pertumbuhan pasar nasional lebih banyak ditopang oleh segmen elektrifikasi.
Hybrid tercatat mencapai 34.151 unit, naik 49,7 persen. Mobil PHEV tumbuh 416,1 persen menjadi 2.601 unit, sedangkan mobil listrik murni naik 80 persen menjadi 57.087 unit.
Daihatsu melihat peluang dari kendaraan niaga
Selain di penumpang kelas menengah-atas, Daihatsu juga mencatat pertumbuhan di pasar kendaraan niaga. Salah satu pendorongnya datang dari permintaan fleet proyek Makan Bergizi Gratis yang ikut mengerek penjualan Gran Max.
Pola ini menunjukkan sumber pertumbuhan Daihatsu tidak hanya bertumpu pada mobil murah. Perusahaan melihat ada kontribusi dari segmen usaha dan proyek fleet yang ikut menjaga kinerja penjualan.
Di saat yang sama, ADM tetap menaruh perhatian pada pembeli mobil pertama. Agung menyebut perusahaan berharap industri otomotif bisa menjaga daya beli masyarakat, terutama konsumen yang menjadi target utama LCGC.
Upaya menjaga keterjangkauan pembelian
Untuk menjaga akses kepemilikan kendaraan tetap terjangkau, perusahaan menyiapkan berbagai paket pembiayaan bersama mitra di rantai bisnis otomotif. Skema itu mencakup proses pembelian kendaraan, perawatan, hingga penjualan kembali.
Langkah tersebut penting karena LCGC masih memegang peran besar bagi konsumen pemula. Meski kontribusinya turun, model ini tetap menjadi bagian penting dari pasar mobil nasional yang sensitif terhadap daya beli.
Dalam data Gaikindo, Toyota Calya menjadi model LCGC terlaris sepanjang Januari-Mei 2026. Daihatsu Sigra berada di bawahnya, disusul Honda Brio Satya, sementara Toyota Agya dan Daihatsu Ayla menempati posisi dua terbawah.
Source: www.cnnindonesia.com






