Loyalitas pengguna mobil kembali jadi sorotan lewat kisah pemilik Daihatsu Terios di Depok. Dalam program apresiasi pelanggan “Karena Kamu Ada”, Daihatsu menobatkan Mufti Petala Patria sebagai salah satu pengguna paling setia setelah memakai Terios tahun 2012 selama lebih dari 14 tahun dengan jarak tempuh lebih dari 109 ribu km.
Cerita ini menarik karena tidak hanya menampilkan angka usia kendaraan dan odometer yang tinggi. Daihatsu menilai perjalanan panjang itu sebagai gambaran hubungan pelanggan dengan mobil yang terus dipakai untuk aktivitas harian hingga kebutuhan keluarga.
Apresiasi tersebut diberikan dalam rangkaian acara Daihatsu Kumpul Sahabat Depok. Kegiatan itu berlangsung di Alun-Alun Grand Depok City, Kota Depok, Jawa Barat, pada 21/6.
Program “Karena Kamu Ada” disebut sebagai bentuk penghargaan kepada pelanggan setia. Fokusnya adalah mereka yang telah mempercayakan Daihatsu sebagai bagian dari perjalanan hidup selama bertahun-tahun.
Dalam kesempatan itu, Mufti menjadi sosok yang mendapat perhatian utama. Ia menggunakan Daihatsu Terios keluaran 2012 dan telah menempuh perjalanan lebih dari 109 ribu km selama masa kepemilikannya.
PT Astra Daihatsu Motor juga menegaskan makna di balik pencapaian tersebut. Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Wataru Suzuki, menyampaikan bahwa perjalanan Mufti bersama Terios mencerminkan kepercayaan, loyalitas, dan kebersamaan yang terjalin dalam waktu panjang.
Wataru menyebut lebih dari 14 tahun penggunaan dan jarak tempuh di atas 100 ribu km sebagai pencapaian luar biasa. Menurut dia, hal itu menjadi cerminan nyata hubungan pelanggan yang tumbuh bersama Daihatsu selama bertahun-tahun.
Bagi Mufti, alasan memilih Terios tidak berhenti pada nama model semata. Ia menilai mobil itu punya performa yang sesuai untuk kebutuhan penggunaan harian sekaligus perjalanan jarak jauh.
Mesin 1.500 cc menjadi salah satu aspek yang ia soroti. Menurut Mufti, tenaga yang dihasilkan terasa mendukung kebutuhan berkendara keluarga dalam beragam situasi.
Faktor kepraktisan juga jadi alasan penting di balik kesetiaannya. Kabin yang luas dengan kapasitas hingga tujuh penumpang membuat mobil ini dinilai fleksibel untuk berbagai kebutuhan keluarga.
Selain itu, bagasi yang cukup besar menambah nilai guna kendaraan tersebut. Kombinasi ruang kabin dan ruang penyimpanan itu dianggap mendukung mobilitas sehari-hari maupun perjalanan bersama keluarga.
Pengalaman penggunaan jangka panjang juga memperkuat penilaiannya terhadap kendaraan tersebut. Mufti mengaku sejak proses pembelian, ia sudah merasa percaya diri dengan pilihannya.
Rasa itu berlanjut dalam pemakaian sehari-hari. Ia menilai mobil tersebut nyaman digunakan, responsif saat dikendarai, dan efisien dalam perawatan.
Aspek purnajual menjadi poin lain yang tidak kalah penting. Menurut Mufti, kemudahan akses ke bengkel resmi memberi rasa aman selama memiliki kendaraan.
Pelayanan yang cepat dan ramah juga ikut membangun pengalaman positif. Faktor ini disebut memperkuat loyalitasnya terhadap merek Daihatsu, bukan hanya terhadap produk yang dipakai.
Kisah pengguna seperti Mufti menunjukkan bahwa ukuran kesetiaan pelanggan tidak hanya dilihat dari lama kepemilikan. Konsistensi penggunaan dalam jarak tempuh yang tinggi juga menjadi penanda bahwa kendaraan masih dianggap relevan untuk kebutuhan pemiliknya.
Dalam konteks ini, Terios yang dipakai lebih dari 14 tahun bukan sekadar alat transportasi. Mobil tersebut hadir sebagai bagian dari rutinitas, perjalanan jarak jauh, hingga momen bersama keluarga yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Daihatsu sendiri menempatkan kisah seperti ini sebagai bagian dari pendekatan kedekatan dengan pelanggan. Melalui program apresiasi, merek berusaha menegaskan bahwa hubungan dengan pengguna dibangun lewat pengalaman penggunaan nyata dalam jangka panjang.
Momentum di Depok itu sekaligus menampilkan sisi lain dari kepemilikan kendaraan. Bukan hanya soal spesifikasi di atas kertas, tetapi juga tentang bagaimana mobil dinilai tetap mampu menjawab kebutuhan pemiliknya dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, angka 14 tahun dan 109 ribu km menjadi simbol yang mudah dibaca. Di baliknya, ada cerita tentang performa yang dirasa memadai, kabin yang fungsional, biaya perawatan yang dianggap efisien, serta layanan purnajual yang membuat pemilik tetap bertahan bersama Daihatsu Terios.
