CATL Dorong Baterai Natrium Ke Pasar, Tener Sodium Siap Uji Pasang Di Proyek Nyata

Author: Qoo Media

CATL kembali menekan percepatan komersialisasi baterai natrium lewat peluncuran Tener Sodium, sistem penyimpanan energi yang diklaim sebagai solusi baterai natrium pertama di dunia yang sudah divalidasi di lapangan. Langkah ini menandai dorongan baru dari produsen baterai terbesar di dunia untuk membawa teknologi sodium energy storage dari tahap pengembangan menuju pasar yang lebih luas.

Perusahaan meluncurkan produk itu dalam acara produk baru penyimpanan energi CATL 2026. CATL menyebut sistem tersebut telah dirancang ulang untuk memberi fleksibilitas lebih besar, stabilitas operasi yang lebih tinggi, dan ketersediaan sistem yang lebih baik.

Kapasitas besar, desain modular

Tener Sodium memiliki kapasitas terukur lebih dari 30 MWh. Sistem ini memakai desain modular penuh, dengan bobot tiap modul mencapai 42 ton.

CATL mengatakan sistem ini mendukung aplikasi penyimpanan 1, 2, 4, 6 hingga 8 jam. Konfigurasinya juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan proyek tertentu.

Salah satu fitur utamanya adalah Bi-DC dual-direction voltage control yang disebut pertama di kelasnya. CATL mengklaim teknologi itu meningkatkan efisiensi round-trip atau RTE sistem hampir 2%.

Perusahaan juga menekankan pemisahan antara energi dan daya dalam desain ini. Menurut CATL, pendekatan tersebut membuat deployment proyek menjadi lebih sederhana.

Daya tahan dan operasional lintas iklim

Dari sisi ketahanan, CATL menyebut Tener Sodium menawarkan siklus hidup sangat panjang. Sistem ini dapat mencapai 15.000 siklus pada 25 derajat Celsius, setara dengan state of health 70% dan umur layanan sekitar 25 hingga 30 tahun.

Sistem ini juga dirancang agar siap dipakai di berbagai kondisi iklim. CATL menyebut produk ini mampu menjalani lebih dari 10.000 siklus pada 45 derajat Celsius dan masih mempertahankan lebih dari 92% kapasitas pada minus 20 derajat Celsius.

Selain itu, CATL mengatakan sistem ini mampu menekan risiko kebakaran dan ledakan dalam kondisi ekstrem. Perusahaan juga menyoroti kemampuan self-healing level milidetik yang bisa menemukan dan mengisolasi gangguan dalam 200 milidetik, lalu memulihkan bagian yang tidak terdampak dalam 150 milidetik.

Siap masuk produksi massal

CATL menyebut sistem ini sudah siap diproduksi massal. Pengiriman pertama di China akan dimulai pada September, dengan target pengiriman 1 GWh hingga akhir 2026.

Untuk pasar global, pengiriman komersial Tener Sodium akan dimulai pada Juni tahun depan. CATL juga menyebut ukuran sistem ini sepenuhnya kompatibel dengan baterai litium, sehingga mendukung perpindahan yang mulus di sisi implementasi.

Peluncuran Tener Sodium memperkuat rangkaian ekspansi CATL di bisnis penyimpanan energi. Perusahaan sebelumnya merilis sistem Tener zero-degradation berumur lima tahun pada April 2024, lalu memperkenalkan Tener Stack berkapasitas tinggi 9 MWh pada Mei 2025.

Dorongan itu terjadi saat industri baterai natrium makin memanas. Pada April, CATL menandatangani perjanjian pasokan tiga tahun senilai total 60 GWh dengan penyedia sistem penyimpanan energi asal China, HyperStrong, yang disebut menjadi rekor industri.

Untuk menopang permintaan, CATL kemudian mengumumkan investasi 5 miliar yuan untuk membangun kapasitas baterai natrium 40 GWh di Fujian. Hingga akhir 2025, total investasi riset dan pengembangan baterai natrium CATL disebut sudah mendekati 10 miliar yuan.

Di luar penyimpanan energi, CATL juga mulai mendorong komersialisasi baterai natrium di segmen kendaraan penumpang lewat merek Naxtra sejak April 2025. Chairman CATL Robin Zeng sebelumnya menyampaikan kepada investor bahwa dalam jangka panjang, baterai sodium-ion berbiaya rendah bisa menggantikan 30% hingga 40% pasar baterai yang ada.

Source: cnevpost.com
Terbaru