Mobil Listrik Tanpa Radio Ini Memecah Pro Kontra, Banyak Yang Bilang Harganya Tak Masuk Akal

Mobil listrik murah yang diusung Slate Auto, startup Michigan yang didukung Jeff Bezos, langsung memicu perdebatan besar di internet. Truk pikap ini datang dengan pendekatan serba minimalis, tetapi harga awal $24,950 membuat banyak calon pembeli terbelah antara tertarik dan kecewa.

Yang paling banyak disorot bukan hanya absennya radio atau layar sentuh, melainkan pertanyaan sederhana soal nilai yang didapat. Bagi sebagian orang, truk ini terasa seperti jawaban atas harga mobil yang kian mahal, namun bagi yang lain, angkanya masih terlalu tinggi untuk kendaraan yang dibuat sangat mendasar.

Truk sederhana, harga yang masih dipersoalkan

Slate Auto menempatkan diri sebagai penantang pasar dengan pickup listrik tanpa banyak kemewahan. Model ini memakai jendela putar manual, tidak punya radio, tidak ada touch screen, dan ditawarkan dengan harga awal $24,950.

Pendekatan itu jelas menyasar pembeli yang jenuh dengan mobil mahal. Namun banyak komentar online menunjukkan bahwa label “murah” untuk sebuah EV tidak otomatis berarti menarik jika dibandingkan dengan truk kecil lain yang lebih fungsional.

Kritik paling keras datang dari perbandingan dengan Ford Maverick. Seorang pengguna Reddit menulis bahwa harga dasarnya mirip dengan Maverick, tetapi pembeli mendapat lebih sedikit dalam hampir semua aspek.

Ford Maverick jadi pembanding utama

Nama Ford Maverick muncul berulang kali dalam debat ini. Sejumlah skeptis menilai Maverick menawarkan lebih banyak kursi, lebih banyak kegunaan, dan pengalaman kepemilikan yang lebih familiar hanya dengan selisih beberapa ribu dolar.

Seorang pengguna menulis bahwa base model Ford Maverick “just over $27k” dan menurutnya truk itu “runs circles around this in every utility aspect.” Ada juga yang menyebut Slate sebagai pilihan yang sulit dibenarkan jika tujuan utama hanyalah membeli truk kecil.

Masalahnya makin besar ketika opsi tambahan mulai dihitung. Beberapa komentar menyoroti bahwa nilai awal Slate bisa cepat naik saat pembeli menambahkan fitur atau paket tertentu.

Dari dua kursi ke SUV lima kursi

Slate dirancang sebagai pikap kecil dua kursi yang bisa dikustomisasi lewat wraps, aksesori, dan bahkan kit yang mengubahnya menjadi SUV lima kursi. Bagi penggemar ide ini, fleksibilitas tersebut dianggap cara cerdas untuk menjaga harga awal tetap rendah.

Namun bagi para pengkritik, model bisnis seperti itu justru terasa seperti meminta pembeli membayar lagi untuk fitur yang umumnya sudah ada di kendaraan modern. Salah satu komentar menyebut bahwa paket fastback SUV membuat harganya menjadi $31K dan dinilai terlalu mahal untuk apa yang diberikan.

Ada juga yang mengaku menyukai tampilan dan ukurannya, tetapi tidak menyukai harga untuk kendaraan yang begitu barebones. Sebagian lain bahkan berkata truk ini seharusnya berada di kisaran $15,000 atau setidaknya di bawah $20,000 agar benar-benar mengguncang pasar.

Ada juga yang justru menyukai kesederhanaannya

Di sisi lain, tidak semua reaksi bernada negatif. Sebagian pengguna justru memuji pendekatan kembali ke dasar yang diambil Slate Auto.

Seorang Redditor menulis bahwa crank windows, no touchscreen, dan knob AC membuat mobil terasa seperti “truck interior from 1995,” dan ia menilai itu justru mungkin menjadi daya tarik utamanya. Ada pula yang menganggap mobil-mobil modern terlalu dipenuhi teknologi berlebihan dan menyambut baik keputusan Slate membuang elemen itu.

Komentar lain menyebut tombol fisik untuk AC sebagai hal yang “awesome” dan memprediksi pendekatan serupa bisa lebih umum di mobil masa depan. Ada juga yang membandingkan Slate dengan Ford Maverick hybrid miliknya sendiri dan menyebut pikap baru ini membuat truk itu terlihat seperti kendaraan mewah.

Pasar masih rindu truk sederhana

Di balik perdebatan soal harga dan fitur, Slate tampaknya menyentuh rasa frustrasi yang nyata di pasar Amerika. Banyak orang memang merindukan truk murah yang sederhana dan tidak terlalu rumit.

Itu sebabnya sebagian pengamat online menilai mobil ini punya ide yang kuat, meski eksekusi harganya masih dipersoalkan. Bahkan kritik yang paling tajam tetap mengakui bahwa ada daya tarik pada konsep pikap listrik yang ringkas, serbaguna, dan jauh dari kesan berlebihan.

Seorang pengguna menolak ide membeli truk yang didukung Bezos, sementara yang lain mengaku sangat menyukai truk itu tetapi tetap menilai harganya tidak pas. Pada akhirnya, debat terbesar Slate Auto bukan soal radio yang hilang, melainkan apakah pasar benar-benar siap membayar hampir $25,000 untuk kesederhanaan.

Terkait