Baterai Blade BYD Bertahan di Tabrakan Parah, Mobil Lawan Justru Terbakar

Sebuah kecelakaan berat di China justru menyoroti salah satu keunggulan paling penting pada mobil listrik dan hybrid modern: perlindungan baterai saat tabrakan serius. Dalam insiden yang viral itu, sedan plug-in hybrid BYD Qin L masih mampu mencegah kebakaran pada baterainya, meski mobil lawannya terbakar tak lama setelah benturan.

Laporan media China, TT, menyebut BYD Qin L mengalami kerusakan parah di bagian depan setelah bertabrakan dengan sedan bermesin bensin dalam benturan bersudut sekitar 45 derajat. Namun paket baterai Blade berbasis lithium iron phosphate atau LFP yang terintegrasi di dalam kendaraan tetap utuh dan tidak menunjukkan gejala thermal runaway.

Respons otomatis yang bekerja dalam hitungan milidetik

Begitu benturan terjadi, sensor kendaraan langsung memutus arus tegangan tinggi secara otomatis. Proses ini berlangsung hanya dalam hitungan milidetik dan menjadi salah satu lapisan perlindungan utama pada sistem plug-in hybrid tersebut.

Benturan yang terkonsentrasi di area roda depan diduga menyalurkan energi tabrakan ke zona crumple depan. Kondisi itu menyebabkan kerusakan pada sistem bahan bakar Mazda 3 Axela generasi ketiga, kendaraan yang kemudian terbakar setelah insiden.

Sistem isolasi tegangan tinggi pada BYD Qin L ikut berperan penting dalam mencegah percikan listrik pada komponen powertrain yang rusak. Pada saat yang sama, lapisan perlindungan baterai menjaga paket baterai yang dipasang di lantai kendaraan tetap aman selama kecelakaan berlangsung.

Baterai Blade LFP jadi sorotan

Baterai Blade LFP dikenal memiliki stabilitas tinggi dan mampu menahan pelepasan oksigen ketika mengalami deformasi fisik. Karakteristik inilah yang membuatnya sering disebut lebih tangguh dalam menghadapi risiko panas berlebih dibandingkan baterai konvensional pada situasi ekstrem.

Dalam kecelakaan ini, perlindungan tersebut membantu mencegah api menjalar ke baterai meski bagian depan mobil mengalami deformasi signifikan. Sementara itu, sistem keselamatan internal memutus jalur kelistrikan secara permanen untuk memberi perlindungan tambahan bagi ruang kabin dan penumpang.

Benturan di area roda depan juga memicu aktivasi dua airbag secara otomatis. Sistem transmisi kemudian terkunci secara instan agar kendaraan tetap diam dan tidak berpindah secara tidak sengaja saat ada risiko kebakaran di sekitar lokasi.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut

Seluruh penumpang berhasil keluar dari kendaraan sebelum petugas darurat tiba di lokasi. Karena itu, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka yang dilaporkan dalam kecelakaan tersebut.

Melansir Carnewschina, insiden itu terjadi di wilayah Kota Dalian, Provinsi Liaoning, China. Penelusuran lokasi menunjukkan adanya fasilitas pencucian mobil Jinghua di sekitar area kejadian.

Sejumlah elemen di sekitar lokasi, seperti tiang utilitas di atas jalan, konfigurasi lampu lalu lintas, dan deretan pohon konifer di pinggir jalan, juga menguatkan dugaan bahwa kecelakaan terjadi di kawasan perkotaan bagian utara China. Identifikasi kendaraan yang terbakar dilakukan melalui bentuk pintu, desain lengkungan roda, dan siluet kaca samping yang masih dapat dikenali meski mobil mengalami kerusakan akibat panas yang cukup parah.

Insiden ini kembali memicu perhatian pada aspek keselamatan kebakaran di industri otomotif China, terutama pada kendaraan elektrifikasi. Diskusi industri kerap menempatkan ketahanan kendaraan dalam kecelakaan nyata sebagai tolok ukur penting, termasuk saat menghadapi kebakaran dari lingkungan sekitar.

Source: voi.id

Terkait