Sebuah dealer GMC di Long Island, New York, menuding General Motors justru memerintahkannya membeli stok dari sesama dealer Buick dan GMC yang kelebihan mobil. Padahal, dealer bernama Sun GMC itu mengatakan suplai dari pabrikan terus menyusut hingga level yang dinilai merusak bisnisnya.
Gugatan ini menyoroti sisi lain dari laporan kinerja kuartalan GM yang terlihat buruk bagi Sun GMC. Di saat dealer harus berjuang dengan alokasi mobil yang makin kecil, angka penjualan mereka justru tetap menunjukkan kemampuan menyerap hampir semua unit yang diterima.
Sun GMC menyebut masalah itu bermula pada 2018, ketika distribusi kendaraan dari GM mulai dinilai “diskriminatif dan tidak adil.” Tahun sebelumnya, GM mengirim 1.200 kendaraan ke dealer tersebut, tetapi jumlah itu kemudian dipangkas lebih dari separuh.
Pada 2023, Sun GMC hanya menerima 380 kendaraan. Setelah itu, alokasinya memang naik sedikit menjadi 426 unit pada 2024 dan 501 unit pada 2025, tetapi angka itu masih jauh di bawah level sebelumnya.
Dealer itu mengatakan kondisi tersebut berdampak langsung pada peringkat Retail Sales Index GM. Untuk meraih status “satisfactory”, Sun GMC harus menjual lebih dari 900 kendaraan, sementara unit yang diterimanya jauh di bawah kebutuhan itu.
Dengan 426 mobil untuk dikelola, dealer itu berhasil menjual 420 unit. Artinya, tingkat serapnya sangat tinggi, tetapi volume yang rendah tetap membuat performa keseluruhan terlihat lemah di mata pabrikan.
Sun GMC kini menggugat GM senilai 15 juta dolar AS. Mereka menuduh GM “secara tidak sah membuatnya kekurangan inventaris untuk dijual,” sehingga menimbulkan kerugian yang disebut tak dapat diperbaiki terhadap bisnis dan reputasi dealer.
Dealer itu juga mengatakan stoknya sempat turun hingga hanya 50 kendaraan selama sebagian besar tahun lalu. Untuk menghindari kesan seolah-olah bisnisnya sedang sekarat, Sun GMC bahkan menampilkan mobil bekas di ruang pamer.
Biaya tambahan yang dianggap tak masuk akal
Patrick Cassino, presiden dealership tersebut, mengatakan para eksekutif GM memberi arahan, baik secara lisan maupun tertulis, agar Sun GMC mencari stok dari dealer Buick dan GMC lain yang kelebihan unit. Menurutnya, cara itu akan menambah sekitar 2.000 dolar AS biaya per kendaraan.
Tambahan biaya sebesar itu dinilai sulit ditanggung banyak dealer jika mereka tetap ingin meraih laba. Dalam pandangan Sun GMC, solusi tersebut justru memperberat masalah karena dealer harus membeli mobil dengan harga lebih tinggi untuk menutupi kekurangan stok yang seharusnya dipasok pabrikan.
Dalam gugatan itu, Sun GMC menuduh GM melanggar Automobile Dealers Day in Court Act, wanprestasi kontrak, pelanggaran terhadap kewajiban itikad baik dan perlakuan yang adil, serta hukum dealer di New York. Selain ganti rugi kompensasi 15 juta dolar AS, dealer tersebut juga meminta punitive damages.
GM belum memberikan tanggapan atas gugatan itu dan menyatakan tidak akan berkomentar mengenai perkara yang masih aktif. Sementara proses hukum berjalan, lantai showroom Sun GMC masih menjadi pengingat paling jelas bahwa persediaan mobil baru tetap menjadi masalah utama bagi dealer tersebut.
Source: www.carscoops.com






