Francesco Bagnaia tidak mendapat kesempatan menjajal motor MotoGP 850 cc dalam tes tertutup di Sirkuit Brno, Ceko, Senin (22/6/2026). Di tengah keputusan itu, pebalap Ducati tersebut justru menyoroti hal lain yang ia nilai lebih mendesak, yakni kesempatan menguji ban Pirelli sebelum era baru MotoGP dimulai.
Bagi Bagnaia, persoalannya bukan semata soal absen dari motor generasi berikutnya. Ia melihat risiko adaptasi yang kurang ideal bila pebalap langsung menghadapi kombinasi motor baru dan ban baru hanya dalam tes singkat pada akhir musim.
Fokus pada ban Pirelli
Tes di Brno menjadi salah satu langkah awal pabrikan untuk mengembangkan motor MotoGP generasi baru. Motor itu akan memakai mesin 850 cc dan ban Pirelli, menggantikan Michelin pada era MotoGP 2027.
Bagnaia memahami mengapa Ducati tidak memberinya lampu hijau untuk menjajal motor 850 cc. Menurut dia, keputusan itu wajar karena proyek jangka panjang pabrikan diarahkan kepada pebalap yang dipastikan tetap bersama mereka pada musim 2027.
Ia mengaku hanya bisa menerima situasi tersebut. Kepada Crash, Bagnaia mengatakan dirinya akan berada di rumah bukan karena keinginan pribadi, melainkan karena memang begitulah keadaannya.
Meski menerima keputusan Ducati, Bagnaia menilai absennya sejumlah pebalap dari tes semacam ini menciptakan situasi yang kurang ideal. Alasannya, pebalap yang tidak ikut akan langsung masuk ke tes pascamusim di Valencia pada Desember tanpa lebih dulu memahami karakter ban Pirelli.
Menurut Bagnaia, waktu pengujian di Valencia juga akan sangat terbatas. Ia menggambarkan bahwa pebalap akan mulai sekitar pukul 11 dan selesai pukul 3 sore, sehingga ruang untuk memahami motor dan ban baru menjadi sangat sempit.
Keluhan soal format transisi
Bagnaia menilai kondisi itu terasa aneh karena pebalap tidak punya cukup waktu untuk mengenali ban. Dampaknya, mereka juga tidak akan punya cukup dasar untuk mengajukan pertanyaan teknis kepada Pirelli setelah sesi singkat tersebut.
Dari sudut pandangnya, persoalan utama justru ada pada proses transisi menuju regulasi baru. Bukan semua pebalap harus menjajal motor 850 cc sekarang, tetapi setidaknya ada ruang untuk mulai memahami ban yang akan menjadi faktor penting dalam performa motor baru.
Karena itu, ia mengusulkan alternatif yang menurutnya lebih masuk akal. Pebalap yang tidak mendapat jatah mencoba motor 850 cc seharusnya tetap bisa menguji ban Pirelli dengan motor MotoGP 1.000 cc yang saat ini digunakan.
Usulan tersebut dinilai bisa membantu pebalap memperoleh gambaran awal soal perilaku ban tanpa harus menunggu tes penuh pada akhir musim. Namun, Bagnaia juga menyebut opsi itu tidak memungkinkan dalam situasi yang berlaku saat ini.
Mengapa tidak semua pebalap ikut tes
Terbatasnya jumlah prototipe menjadi alasan utama di balik seleksi peserta tes Brno. Sebagian besar pabrikan akhirnya memprioritaskan pebalap yang dipastikan akan bertahan untuk proyek 2027.
Situasi itu membuat banyak pebalap aktif tidak dilibatkan dalam pengujian awal. Bagnaia menjadi salah satu nama besar yang harus absen, meski ia tetap mengikuti perkembangan proyek tersebut dari kejauhan.
Ia juga tidak melihat ketidakhadirannya sebagai kerugian besar dibanding pebalap yang ikut tes. Bagnaia bahkan memperkirakan jumlah pebalap yang turun di Brno tidak akan banyak, mungkin hanya empat atau lima orang.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa tes awal di Brno lebih diarahkan sebagai tahap eksplorasi teknis ketimbang pembanding performa antarpembalap. Fokus utamanya ada pada pengumpulan data awal untuk motor dan paket ban baru.
Brno jadi awal era MotoGP baru
Tes tertutup di Brno dipandang penting karena menjadi salah satu titik awal pengembangan MotoGP generasi baru. Perubahan ke mesin 850 cc dan ban Pirelli akan mengubah karakter motor sekaligus pendekatan setelan yang dipakai pabrikan dan pebalap.
Dalam konteks itu, keluhan Bagnaia memperlihatkan bahwa adaptasi ban tidak kalah penting dibanding adaptasi motor. Ban menjadi elemen yang langsung memengaruhi rasa berkendara, masukan saat pengereman, akselerasi, serta kepercayaan diri pebalap di lintasan.
Salah satu pebalap yang dipastikan ikut dalam tes Brno adalah Marco Bezzecchi. Nama Bezzecchi sendiri disebut-sebut akan menjadi rekan setim baru Bagnaia di Aprilia musim depan.
Di tengah perubahan besar menuju 2027, sikap Bagnaia terbilang cukup jelas. Ia bisa menerima alasan Ducati tidak memberinya kesempatan menjajal motor 850 cc, tetapi tetap berharap ada cara agar pebalap yang absen setidaknya tidak datang ke Valencia tanpa pengalaman apa pun dengan ban Pirelli.
