SPK Rocky Hybrid Tembus 700 Unit, Antrean Panjang Jadi Sinyal Kuat Minat SUV Hybrid Daihatsu

Antusiasme terhadap Daihatsu Rocky Hybrid terlihat semakin kuat di Indonesia. Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK model ini kini telah menembus 700 unit, menjadi sinyal bahwa SUV hybrid kompak mulai mendapat tempat di tengah pasar yang sensitif terhadap efisiensi bahan bakar.

Peningkatan minat itu datang saat harga BBM masih menjadi perhatian banyak pengguna mobil. Teknologi hybrid pun makin dilirik karena menawarkan konsumsi bahan bakar yang lebih efisien tanpa mengubah kebiasaan berkendara sehari-hari secara drastis.

SPK Melampaui 700 Unit

Jumlah SPK Rocky Hybrid yang mencapai 700 unit diungkapkan oleh Tri Mulyono, Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI DSO). Keterangan itu disampaikan saat ditemui di Depok pada 21 Juni 2026.

Tri menyebut antusiasme konsumen terhadap Rocky Hybrid masih tinggi. Pencapaian ini menunjukkan pasar Indonesia semakin terbuka terhadap teknologi elektrifikasi, terutama di segmen SUV kompak yang praktis untuk pemakaian harian.

Di tengah persaingan segmen yang ketat, angka tersebut juga memperlihatkan adanya nilai jual yang kuat. Konsumen tampaknya melihat kombinasi desain SUV modern, efisiensi bahan bakar, dan teknologi hybrid yang lebih ramah lingkungan sebagai paket yang menarik.

Permintaan Tinggi, Pengiriman Masih Tertahan

Meski SPK terus naik, jumlah unit yang sudah sampai ke tangan konsumen belum sebanding. Sejak pengiriman perdana dilakukan pada November 2025, Daihatsu baru menyalurkan sekitar 545 unit hingga Juni 2026.

Selisih antara pesanan dan pengiriman ini membuat sebagian konsumen masih menunggu antrean. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa permintaan terhadap Rocky Hybrid berada di atas ketersediaan unit saat ini.

Tri menjelaskan, hambatan distribusi masih berkaitan dengan kondisi suplai global yang belum sepenuhnya stabil. Daihatsu menyatakan terus berupaya meningkatkan pasokan agar pengiriman bisa berjalan lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang.

Status CBU Masih Jadi Penentu

Salah satu penyebab distribusi belum secepat model Daihatsu lain adalah status Rocky Hybrid yang masih CBU atau diimpor utuh dari luar negeri. Skema ini membuat ketersediaan unit sangat bergantung pada jadwal produksi dan pengiriman dari negara asal.

Selain itu, proses administrasi dan distribusi juga membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan kendaraan yang diproduksi secara lokal. Dalam kondisi seperti ini, lonjakan permintaan akan semakin terasa dampaknya pada waktu tunggu konsumen.

Kondisi tersebut sebenarnya tidak asing untuk model baru yang masih mengandalkan pasokan impor. Namun bila minat pasar terus naik, strategi produksi yang lebih agresif bisa saja menjadi langkah yang perlu dipertimbangkan di masa depan.

Daya Tarik Rocky Hybrid di Pasar

Rocky Hybrid hadir di segmen SUV kompak yang cukup kompetitif. Namun angka SPK 700 unit menunjukkan model ini memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen Indonesia.

Selain teknologi hybrid, konsumen juga tampaknya mempertimbangkan kepraktisan kendaraan untuk penggunaan sehari-hari. Di sisi lain, harga Daihatsu Rocky tercatat berada di kisaran Rp 207,4 juta hingga Rp 299,8 juta, yang menempatkannya di rentang pasar yang masih relevan bagi pemburu SUV kompak.

Tren ini memperkuat gambaran bahwa kendaraan elektrifikasi tidak lagi hanya menarik bagi segmen tertentu. Untuk sebagian konsumen, efisiensi, tampilan SUV, dan teknologi hybrid kini mulai menjadi kombinasi yang sulit diabaikan.

Source: moladin.com

Terkait