Chery Tiggo 7 HEV mulai mencuri perhatian setelah unitnya tertangkap kamera di Tiongkok. Kemunculan emblem hybrid pada bodinya memicu dugaan bahwa model ini sedang disiapkan sebagai opsi baru untuk pasar global.
Bagi calon pembeli yang menginginkan SUV hybrid tanpa perlu mengisi daya dari luar, kabar ini cukup penting. Tiggo 7 HEV diposisikan sebagai jalan tengah di antara versi bensin, mild hybrid, dan plug-in hybrid yang sudah lebih dulu hadir di lini yang sama.
Opsi hybrid tanpa cas eksternal
Di pasar Tiongkok, model ini dikenal juga sebagai Tiggo 7 Plus. Namun versi HEV diyakini akan memiliki jangkauan yang lebih luas secara internasional, sehingga potensinya tidak berhenti sebagai model domestik semata.
Karakter utama HEV ada pada kemudahan penggunaan sehari-hari. Sistem ini tidak membutuhkan charging eksternal karena suplai energi berasal dari mesin dan regenerative braking.
Pendekatan tersebut membuat HEV berbeda dari PHEV yang harus diisi ulang untuk memaksimalkan fungsi elektrifikasinya. Di sisi lain, HEV tetap bisa melaju dalam mode listrik secara terbatas, terutama saat lalu lintas stop-and-go di area perkotaan.
Posisi ini membuat Tiggo 7 HEV menarik secara strategi produk. Chery saat ini sudah memiliki pilihan powertrain bensin konvensional, mild hybrid 48V, hingga plug-in hybrid di keluarga Tiggo 7.
Kehadiran HEV praktis mengisi celah yang selama ini belum terisi penuh. Konsumen mendapat opsi elektrifikasi yang lebih sederhana dibanding PHEV, tetapi dengan kemampuan lebih jauh dibanding MHEV.
Desain nyaris tak berubah
Dari sisi tampilan, tidak ada perubahan besar yang terlihat pada Chery Tiggo 7 HEV dibanding varian lain. Foto-foto yang beredar justru menunjukkan pendekatan yang sangat familiar, baik pada eksterior maupun interior.
Perbedaan paling jelas ada pada emblem hybrid. Selain itu, absennya port pengisian daya juga menjadi penanda penting karena sistem HEV memang tidak membutuhkan colokan pengisian eksternal.
Ukuran bodinya tetap berada di kelas SUV kompak. Dimensinya tercatat memiliki panjang 4.540 mm, lebar 1.870 mm, dan jarak sumbu roda 2.661 mm.
Interior yang terlihat pada foto mata-mata masih menggunakan konfigurasi setir kiri. Detail ini memperkuat indikasi bahwa unit yang tertangkap kamera tersebut masih berasal dari pengembangan untuk pasar Tiongkok.
Prediksi spesifikasi dan tenaga
Secara teknis, Tiggo 7 HEV diprediksi memakai sistem hybrid terbaru Chery bernama Kun Peng 2.0. Paket ini disebut menggabungkan mesin turbo 1.500 cc dengan motor listrik bertenaga hingga 150 kW atau setara 201 dk, serta baterai 5,1 kWh.
Bila spesifikasi itu benar dipakai, total output gabungannya diklaim dapat menyentuh sekitar 260 kW atau setara 349 dk. Angka tersebut menempatkannya sebagai salah satu SUV hybrid yang sangat bertenaga di kelasnya.
Fokusnya bukan hanya pada performa. Sistem hybrid ini juga disebut menawarkan efisiensi yang lebih baik, sekaligus kemampuan berkendara dalam mode EV yang lebih panjang dibandingkan sistem mild hybrid.
Chery juga dikabarkan membekali model ini dengan fitur vehicle-to-load atau V2L. Artinya, baterai mobil dapat dipakai untuk menyuplai listrik ke perangkat eksternal, fitur yang biasanya lebih sering ditemui pada mobil listrik murni atau PHEV.
Arah harga dan posisi pasar
Soal harga, Tiggo 7 HEV diperkirakan akan berada di antara varian bensin dan PHEV. Sampai saat ini, harga resminya di Tiongkok belum diumumkan.
Sebagai gambaran, Chery Tiggo 7 bermesin ICE di Indonesia dibanderol hingga Rp430 jutaan. Sementara Chery Tiggo 7 PHEV dipasarkan hingga Rp329 jutaan.
Dengan posisi tersebut, Tiggo 7 HEV diprediksi tidak akan bergerak jauh dari rentang harga dua model itu. Namun angka final tetap akan sangat bergantung pada strategi pasar yang dipilih saat model ini benar-benar diluncurkan.
Kemunculan unit kamuflase ringan dengan emblem hybrid memberi sinyal bahwa Chery sedang memperluas pilihan elektrifikasi di segmen SUV kompak. Jika masuk ke lebih banyak pasar, Tiggo 7 HEV berpotensi menjadi alternatif bagi konsumen yang ingin sensasi hybrid tanpa repot mencari colokan pengisian daya.
Source: kabaroto.com






