Toyota Avanza dan Veloz masih menjadi dua nama yang paling kuat di segmen LMPV, meski tekanan dari model lain terus bertambah. Dalam penjualan bulan lalu, keduanya secara gabungan menembus sekitar 5 ribu unit dan memperlihatkan bahwa pasangan ini belum mudah digeser.
Yang paling menarik, Avanza tetap memimpin jauh dari para pesaingnya. Model ini terjual 3.486 unit sepanjang bulan lalu, sementara Veloz HEV mencatat 2.378 unit meski kini hanya tersedia dengan pilihan mesin hybrid.
Avanza masih jadi penopang utama
Hasil penjualan itu menegaskan posisi Avanza sebagai andalan Toyota di kelas LMPV. Selisihnya dengan Veloz juga masih lebar, sekitar 2 ribu unit, sehingga Veloz belum mampu mengejar saudara yang dulu sempat satu keluarga model sebelum akhirnya dipisah.
Status Avanza sebagai mobil sejuta umat masih terasa kuat karena harga yang relatif terjangkau dan layanan purnajual yang bagus. Faktor itu membuat model ini tetap diminati walau pasar sudah dipenuhi banyak pilihan selama lebih dari 10 tahun.
Veloz pun tidak berjalan buruk. Selain berada di posisi kedua di segmen LMPV, model ini juga menempati posisi kedua di pasar mobil hybrid, tepat di belakang Innova Zenix HEV.
Stargazer mulai ganggu peta persaingan
Di belakang dua model Toyota itu, Hyundai Stargazer muncul sebagai kejutan dengan raihan 756 unit. Capaian ini menarik karena posisi tersebut biasanya diisi Mitsubishi Xpander, tetapi kali ini Xpander hanya mencatat 504 unit.
Performa Stargazer diduga ikut terdorong oleh kehadiran varian Cartenz. Varian itu juga dihadirkan untuk Stargazer X, sehingga Hyundai punya amunisi tambahan di kelas MPV keluarga.
Xenia dan model lain masih tertinggal jauh
Daihatsu Xenia berada di bawah Xpander dengan hanya 232 unit. Angka itu sangat jauh dari Avanza yang terjual lebih dari 3 ribu unit, sehingga kembarannya tersebut belum mampu mengejar dominasi model Toyota yang satu platform.
Di lapisan berikutnya, peta persaingan juga diisi beberapa model dengan angka yang jauh lebih kecil. Suzuki Ertiga terjual 81 unit, sementara Kia Carens mencatat 68 unit.
Merek China mulai ikut mengisi ruang LMPV
Ancaman dari merek China belum sepenuhnya mengubah peta persaingan, tetapi kehadirannya mulai terasa. Saat ini ada tiga nama yang bermain di segmen LMPV di Indonesia, yakni BYD, Aletra, dan Wuling.
BYD M6 tercatat terjual 197 unit dan angka itu jauh lebih kecil dibanding beberapa bulan sebelumnya yang sempat menembus ribuan unit. Catatan ini juga masih berasal dari versi BEV, karena versi PHEV-nya baru saja dijual.
Aletra L8 EV membukukan 89 unit, sedangkan Wuling Confero mencatat 87 unit. Confero sendiri menjadi satu-satunya LMPV dari merek China yang masih memakai mesin konvensional dan masih bertahan setelah hampir satu dekade hadir di Indonesia.
Toyota masih unggul di tengah perubahan pasar
Meski model-model listrik dan hybrid mulai meramaikan segmen ini, Toyota masih punya posisi yang paling aman. Veloz HEV bahkan masih bisa mengungguli BYD M6 EV dan Aletra L8 EV, walau jelas ketiganya memakai jenis penggerak yang berbeda.
Situasi itu menunjukkan bahwa LMPV kini bukan lagi arena yang hanya diisi MPV bensin konvensional. Kehadiran BYD M6 DM juga diperkirakan bakal membuat persaingan semakin ramai, meski hasil penjualannya belum diketahui.
