Di pasar skutik retro Indonesia, Letbe Neon muncul sebagai pendatang baru yang mencoba menekan pasar dengan harga lebih rendah dan fitur yang cukup kaya. Honda Scoopy tetap menjadi patokan utama berkat reputasi kuat, jaringan purna jual luas, dan statusnya sebagai fashion scooter yang sudah lama dikenal.
Keduanya menyasar konsumen yang ingin motor harian bergaya unik, nyaman dipakai di kota, dan efisien bahan bakar. Namun, pendekatan keduanya berbeda jelas karena Neon menonjol lewat value for money, sedangkan Scoopy bertumpu pada nama besar dan kepercayaan pasar.
Letbe Neon membidik pasar retro modern yang lebih terjangkau
Letbe Neon memakai mesin 1 silinder 125cc berpendingin udara dengan tenaga 9,2 hp pada 7.500 rpm dan torsi 10 Nm pada 5.500 rpm. Karakter ini diarahkan untuk pemakaian santai di perkotaan, dengan respons halus dan konsumsi bahan bakar yang efisien.
Dari sisi tampilan, Neon hadir dengan bodi membulat, lampu bergaya klasik, dan dimensi kompak. Banyak konsumen melihatnya sebagai alternatif menarik bagi penyuka gaya Scoopy atau Fazzio yang ingin harga lebih rendah.
Skutik ini juga relatif mudah dikendalikan di jalan padat. Bobotnya sekitar 109 kg, tinggi joknya 742 mm, dan dimensinya membuatnya terasa ramah bagi pengendara yang tidak terlalu tinggi.
Di kelas entry-level, Neon membawa bekal fitur yang cukup agresif. Ada smart key, panel instrumen digital, traction control, lampu LED, hingga cruise control pada spesifikasi yang dipasarkan di Indonesia.
Letbe Neon dipasarkan dengan harga Rp 19.800.000 OTR Jakarta. Angka itu menempatkannya di bawah Scoopy dan menjadi salah satu daya tarik utamanya.
Honda Scoopy tetap kuat sebagai ikon fashion scooter
Honda Scoopy mengandalkan mesin 1 silinder 109,5cc eSP berpendingin udara dengan tenaga 8,8 hp pada 7.500 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 6.000 rpm. Meski kapasitasnya lebih kecil dari Neon, performanya dinilai cukup untuk kebutuhan harian karena halus dan irit bahan bakar.
Daya tarik Scoopy tidak hanya datang dari mesin, tetapi juga dari desain yang sudah sangat dikenal. Gaya retro modern, lampu bulat, velg 12 inci, dan pilihan warna yang beragam membuatnya tetap menonjol di jalan.
Karakter berkendaranya juga ringan dan mudah dikendalikan. Bobotnya 94 kg, lebih ringan dari Letbe Neon, sehingga nyaman dipakai saat menghadapi kemacetan perkotaan.
Scoopy membawa fitur modern seperti Smart Key, panel instrumen digital-analog, USB charger, lampu full LED, dan Idling Stop System. Nilai tambah lain terletak pada kualitas yang sudah teruji, nilai jual kembali yang kuat, serta jaringan servis Honda yang sangat luas.
Harga Honda Scoopy berada pada kisaran Rp 23.101.000 hingga Rp 23.906.000 OTR Jakarta, tergantung varian. Selisih ini membuat Scoopy lebih mahal, tetapi banyak pembeli menilai harga tersebut sejalan dengan reputasi yang dibawa.
Perbandingan yang paling terasa ada pada posisi pasar
Jika dilihat dari spesifikasi, Letbe Neon menawarkan mesin lebih besar, torsi lebih tinggi, dan fitur keselamatan yang lebih lengkap di atas kertas. Sementara itu, Honda Scoopy unggul pada bobot lebih ringan, ground clearance 145 mm, dan jaringan layanan yang jauh lebih luas.
Ada juga perbedaan pada paket praktisnya. Letbe Neon memiliki kapasitas tangki 5,4 liter, sedangkan Scoopy tercatat 4,2 liter, sehingga masing-masing menawarkan karakter penggunaan yang berbeda.
Keduanya sama-sama memakai transmisi CVT otomatis, suspensi depan teleskopik dengan shock tunggal di belakang, serta velg 12 inci. Keduanya juga sudah menggunakan lampu full LED, sehingga sama-sama relevan untuk kebutuhan harian modern.
Letbe Neon mencatat konsumsi BBM 2,2 liter per 100 km atau sekitar 45,5 km per liter. Untuk Scoopy, data konsumsi bahan bakar tidak disebutkan, tetapi model ini tetap dikenal sebagai skutik yang fokus pada efisiensi.
Pada akhirnya, pilihan antara keduanya bergantung pada prioritas pembeli. Neon lebih cocok untuk yang mengejar harga, fitur, dan mesin lebih besar, sedangkan Scoopy tetap kuat untuk mereka yang mengutamakan nama besar, kenyamanan, dan nilai jual kembali.
