CATL memperkirakan adopsi baterai natrium di kendaraan listrik akan mulai terlihat nyata tahun ini. Perusahaan baterai terbesar di dunia itu menargetkan 10.000 hingga 20.000 EV memakai baterai sodium-ion buatannya sepanjang tahun.
Sinyal itu muncul saat CATL memperkuat strategi dua jalur, dengan tetap mendorong lithium sekaligus sodium. Langkah ini mendapat dorongan tambahan dari rebound harga lithium tahun ini, yang membuat produk berbasis sodium terlihat makin kompetitif.
Ni Jun, chief manufacturing officer CATL, menyampaikan proyeksi itu dalam wawancara dengan Bloomberg Television pada Rabu di sela World Economic Forum di Dalian. Ia juga menyebut baterai sodium CATL bisa beroperasi pada suhu serendah -20C hingga -30C.
Dorongan dari performa ekstrem dan biaya
CATL menonjolkan keunggulan utama baterai sodium pada performa suhu rendah dan biaya jangka panjang yang lebih murah. Bahan bakunya lebih mudah tersedia, sehingga strategi ini dinilai punya daya tarik tersendiri di tengah kebutuhan industri yang terus mencari alternatif.
Perusahaan mengatakan kapasitas baterai sodium mereka masih bisa bertahan di atas 90% pada suhu -40C. Dengan karakter seperti itu, baterai ini diposisikan sebagai solusi yang kuat untuk pasar yang menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
CATL juga tidak berhenti di sisi kendaraan. Pekan ini perusahaan meluncurkan sistem penyimpanan energi berbasis sodium bernama Tener Sodium, yang dijadwalkan mulai dikirim ke China pada September.
Pengiriman global untuk Tener Sodium akan dimulai pada Juni 2027. Sistem itu diklaim menawarkan peningkatan umur pakai dan kemampuan adaptasi terhadap suhu ekstrem.
Investasi besar dan target skala
CATL mulai meneliti baterai sodium pada 2016 dan sudah menanamkan investasi kumulatif hampir 10 miliar yuan hingga akhir 2025. Dengan kurs yang disebutkan perusahaan, jumlah itu setara sekitar $1,47 miliar.
Pada April 2025, CATL meluncurkan merek baterai sodium bernama Naxtra. Di bawah merek ini, perusahaan mulai membuka jalur alternatif terhadap baterai lithium.
Naxtra disebut memiliki densitas energi hingga 175 Wh/kg, setara dengan baterai lithium iron phosphate atau LFP arus utama. Angka itu penting karena menunjukkan sodium mulai mendekati level performa yang dibutuhkan untuk aplikasi kendaraan listrik massal.
Di sisi manufaktur, CATL juga menambah kapasitas produksi. Perusahaan kemudian mengumumkan investasi 5 miliar yuan untuk membangun tambahan kapasitas 40 GWh baterai sodium-ion di Fujian.
Mobil penumpang dan pesanan industri mulai bergerak
Pada Februari, CATL dan Changan Automobile memperkenalkan mobil penumpang yang memakai baterai sodium-ion. Kendaraan itu diperkirakan masuk pasar pada pertengahan 2026, dan CATL menyebutnya sebagai mobil penumpang baterai sodium mass-produced pertama di dunia.
Saat ini, model EV yang memakai baterai tersebut menawarkan jarak tempuh hingga 400 kilometer. CATL memperkirakan jarak itu bisa naik menjadi 500 hingga 600 kilometer seiring rantai pasok makin matang.
Di luar segmen mobil penumpang, pesanan besar juga mulai masuk dari sektor penyimpanan energi. Pada April, CATL meneken perjanjian pasokan tiga tahun dengan HyperStrong untuk total kapasitas 60 GWh baterai sodium, yang disebut sebagai rekor industri.
Pernyataan Robin Zeng sebelumnya juga memberi gambaran arah jangka panjang perusahaan. Pendiri sekaligus chairman CATL itu mengatakan kepada investor bahwa baterai sodium-ion berbiaya rendah berpotensi menggantikan 30% hingga 40% pasar baterai yang ada dalam jangka panjang.
