Malaysia Pangkas Harga BBM, RON 95 Non-Subsidi Kini Lebih Murah dari Pertamax

Harga BBM di Malaysia kembali turun untuk periode terbaru, termasuk bensin RON 95 non-subsidi yang kini dijual 3,47 ringgit per liter. Nilai itu setara Rp 15.121 per liter, sehingga berada di bawah harga Pertamax RON 92 di Indonesia yang saat ini dibanderol Rp 16.250 per liter.

Perubahan ini menarik perhatian karena terjadi pada jenis BBM yang tidak disubsidi, di tengah pembaruan harga mingguan yang rutin dilakukan pemerintah Malaysia. Skema harga tersebut berlaku dari hari Kamis hingga hari Rabu pekan berikutnya, dan pembaruan per 25 Juni diumumkan oleh Kementerian Keuangan.

Penurunan harga juga terjadi pada bensin RON 97. Jenis ini turun 25 sen dan kini dijual 4,10 ringgit per liter, atau setara Rp 17.866.

Selain bensin, harga bahan bakar diesel juga ikut terkoreksi. Solar turun 30 sen menjadi 4,07 ringgit per liter, sedangkan solar Euro 5 B7 turun menjadi 4,27 ringgit per liter atau setara Rp 18.607.

Penyesuaian harga ini berlaku untuk periode 25 Juni 2026 sampai 30 Juni 2026. Pemerintah Malaysia mencatatnya sebagai penetapan harga BBM mingguan ke-27 untuk tahun 2026.

RON 95 subsidi tetap bertahan

Di tengah turunnya harga BBM non-subsidi, harga bensin RON 95 bersubsidi belum berubah. Dalam skema Budi Madani RON 95 atau Budi95, harga tetap dipatok 1,99 ringgit per liter, setara Rp 8.671.

Skema subsidi itu tidak berlaku untuk semua pembeli. Yang berhak mendapat RON 95 subsidi adalah warga negara Malaysia yang memiliki SIM masih berlaku, dengan kuota bulanan 200 liter.

Dengan demikian, Malaysia saat ini menjalankan dua lapis harga untuk RON 95. Satu harga berlaku untuk pasar non-subsidi, sementara harga lain diberikan kepada kelompok yang memenuhi syarat penerima subsidi.

Harga diesel juga dibedakan menurut wilayah dan skema

Untuk diesel eceran di Sabah, Sarawak, dan Labuan, harga tetap bertahan di 2,15 ringgit per liter hingga akhir bulan. Angka ini setara Rp 9.368 per liter.

Mulai 1 Juli, pemerintah Malaysia juga akan menurunkan harga eceran diesel campuran B10 dan B15 untuk warga negaranya menjadi 2,10 ringgit per liter. Harga tersebut berlaku di Semenanjung Malaysia serta Sabah dan Sarawak.

Pemberlakuan harga khusus diesel itu memakai syarat yang serupa dengan skema subsidi Budi95 pada bensin RON 95. Artinya, ada pemisahan antara harga pasar dan harga yang ditujukan untuk warga yang memenuhi ketentuan subsidi.

Model ini memperlihatkan bahwa penurunan harga BBM di Malaysia tidak hanya menyentuh produk non-subsidi. Pemerintah juga tetap menjaga harga tertentu untuk kelompok penerima manfaat dalam skema yang lebih terarah.

Pembaruan harga dilakukan tiap pekan

Malaysia menerapkan pembaruan harga BBM secara mingguan. Harga yang diumumkan berlaku untuk satu siklus dari Kamis sampai Rabu berikutnya.

Sistem ini membuat perubahan harga bisa terlihat lebih cepat dari pekan ke pekan. Untuk periode terbaru, media lokal Malaysia Paultan melaporkan penurunan terjadi pada RON 95 non-subsidi, RON 97, hingga diesel.

Jika dilihat dari angkanya, penurunan pada RON 95 non-subsidi sebesar 25 sen membawa harga ke level yang lebih rendah dibandingkan sebagian harga bensin di negara tetangga. Sorotan terbesar datang dari posisi RON 95 non-subsidi yang kini masih lebih murah daripada Pertamax di Indonesia.

Perbandingan itu menjadi relevan karena RON 95 di Malaysia secara oktan berada di atas Pertamax yang berlabel RON 92. Meski begitu, harga jual RON 95 non-subsidi di Malaysia justru tercatat lebih rendah dalam periode ini.

Di sisi lain, harga RON 95 subsidi tetap jauh di bawah level pasar. Selisih antara harga subsidi 1,99 ringgit per liter dan harga non-subsidi 3,47 ringgit per liter menunjukkan besarnya perbedaan yang dibentuk lewat kebijakan subsidi terarah.

Untuk diesel, pola yang sama juga terlihat. Ada harga pasar yang turun, ada pula harga eceran tertentu yang dipertahankan atau diturunkan bagi warga negara Malaysia di wilayah dan skema yang telah ditetapkan pemerintah.

Source: oto.detik.com

Terkait