Penjualan Motor Baru Merosot Di Mei 2026, Yamaha Tetap Bilang Pasar Belum Mati

Author: Qoo Media

Yamaha mengakui penjualan motor baru di Indonesia pada Mei 2026 ikut tertekan oleh kondisi ekonomi nasional yang sedang tidak baik. Namun, di tengah tren bulanan yang naik turun, pabrikan menilai pasar roda dua sepanjang 2026 masih menunjukkan arah positif jika dilihat secara kumulatif.

Manager Public Relations, YRA & Community Yamaha Indonesia Motor Manufacturing Indonesia (YIMM), Rifkie Maulana, mengatakan perusahaan terus memantau perkembangan ekonomi yang memengaruhi daya beli masyarakat. Ia menyoroti sejumlah faktor yang ikut memberi tekanan ke pasar otomotif, mulai dari gejolak nilai tukar rupiah hingga kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia.

Daya beli ikut tertekan

Rifkie menyampaikan harapan agar situasi ekonomi dan kondisi Indonesia tetap kondusif. Ia menilai pencapaian target yang sudah dipasang dari awal tahun akan sangat bergantung pada stabilnya kondisi pasar.

Tekanan di sisi ekonomi ini membuat penjualan sepeda motor di dalam negeri bergerak dalam tren negatif pada periode tertentu. Meski begitu, Yamaha tidak melihat kondisi itu sebagai sinyal melemahnya kepercayaan konsumen secara menyeluruh.

Perusahaan tetap optimistis karena penjualan roda dua selama 2026 masih mencatat pertumbuhan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data itu menjadi penyeimbang di tengah kabar merosotnya penjualan motor baru pada Mei.

Masih lebih baik dari tahun lalu

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat wholesales roda dua dari lima anggota AISI, yakni Honda, Yamaha, Kawasaki, Suzuki, dan TVS, pada Januari hingga Mei 2026 mencapai 2.614.451 unit. Angka itu lebih tinggi dibandingkan capaian lima bulan pertama 2025 yang berada di 2.595.303 unit.

Perbandingan tersebut menunjukkan pasar motor masih punya daya tahan meski tekanan ekonomi belum mereda. Secara bulanan, penjualan memang bergerak naik turun, tetapi akumulasi lima bulan masih memberi sinyal bahwa permintaan belum jatuh sepenuhnya.

Rifkie juga menyampaikan terima kasih kepada konsumen yang masih mempercayakan kebutuhan mobilitasnya kepada sepeda motor. Menurut dia, kepercayaan itu membuat roda dua tetap menjadi pilihan utama banyak masyarakat dalam menjalani aktivitas harian.

Ia bahkan menyebut tidak menutup kemungkinan terjadi perpindahan pilihan dari roda empat ke roda dua. Pergeseran semacam itu, bila terjadi, bisa ikut memperkuat peran motor di tengah tekanan biaya hidup dan perubahan daya beli.

Pasar masih dicermati produsen

Yamaha menegaskan pihaknya akan terus mengikuti perkembangan ekonomi nasional karena kondisi itu sangat menentukan arah pasar otomotif. Gejolak rupiah dan kenaikan BI Rate menjadi dua faktor yang ikut menjadi perhatian produsen dalam membaca situasi ke depan.

Di saat yang sama, data wholesales hingga Mei 2026 memberi alasan bagi pabrikan untuk tetap percaya diri. Kombinasi antara tekanan bulanan dan pertumbuhan kumulatif membuat pasar sepeda motor masih bergerak dinamis, bukan jatuh tanpa perlawanan.

Bagi Yamaha, tantangan utamanya kini bukan hanya menjaga penjualan bulanan tetap stabil, tetapi juga memastikan minat konsumen terhadap motor baru tidak turun lebih dalam. Karena itu, pemulihan ekonomi dan daya beli akan menjadi kunci penting bagi pasar roda dua pada sisa 2026.

Source: www.cnnindonesia.com
Terbaru