Laba Anjlok 44 Persen, Volkswagen Siapkan Penutupan 4 Pabrik di Jerman

Volkswagen sedang berada di titik paling sensitif dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah laba yang merosot 44 persen sepanjang 2025, raksasa otomotif Jerman itu dikabarkan menyiapkan langkah restrukturisasi besar yang mencakup penutupan empat pabrik di negaranya sendiri.

Rencana itu muncul ketika manajemen mencari cara untuk memulihkan daya saing grup. Chief Executive Officer Volkswagen Oliver Blume dan Chief Financial Officer Arno Antlitz disebut tengah mengevaluasi serangkaian langkah efisiensi, mulai dari pengurangan tenaga kerja hingga 100.000 posisi secara global hingga pemangkasan belanja investasi.

Empat pabrik masuk daftar evaluasi

Carscoops melaporkan empat fasilitas yang berada dalam daftar evaluasi adalah pabrik Volkswagen di Hanover, Emden, dan Zwickau, serta pabrik Audi di Neckarsulm. Jika langkah ini dijalankan, dampaknya tidak hanya terasa pada produksi, tetapi juga pada struktur tenaga kerja di jaringan manufaktur Volkswagen.

Reuters menyebut lebih dari 45.000 pekerjaan berkaitan dengan empat fasilitas tersebut. Angka itu berpotensi menambah pemangkasan karyawan yang sebelumnya sudah dilakukan Volkswagen lewat berbagai program efisiensi biaya.

Namun, penutupan itu tidak berarti lini produksi berhenti seketika. Produksi di lokasi tersebut dikabarkan baru akan berakhir setelah model kendaraan yang saat ini dirakit mencapai akhir siklus hidupnya.

Restrukturisasi juga menyentuh struktur grup

Selain mengurangi kapasitas produksi, manajemen Volkswagen juga mempertimbangkan reorganisasi grup. Opsi yang dibahas adalah memisahkan merek inti Volkswagen dan bisnis komponennya menjadi entitas yang berdiri sendiri.

Langkah ini dinilai dapat menyederhanakan struktur organisasi perusahaan. Di saat yang sama, pemisahan tersebut bisa memberi fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan bisnis ke depan.

Volkswagen belum mengonfirmasi rincian rencana itu. Seorang juru bicara perusahaan hanya mengatakan bahwa pembahasan masih berlangsung melalui mekanisme tata kelola perusahaan.

Penolakan datang dari serikat pekerja

Rencana restrukturisasi tersebut langsung memicu penolakan dari serikat pekerja IG Metall Jerman dan dewan pekerja Volkswagen. Keduanya mengecam proposal yang beredar dan memperingatkan akan menentang setiap upaya yang berpotensi mengurangi lapangan pekerjaan.

Sikap itu menambah tekanan pada manajemen di tengah upaya mengejar efisiensi biaya. Konflik antara kebutuhan perbaikan kinerja dan perlindungan tenaga kerja kini menjadi salah satu isu paling krusial di tubuh Volkswagen.

Kepastian mengenai arah restrukturisasi diperkirakan muncul setelah rapat dewan pengawas Volkswagen yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli mendatang. Hasil pertemuan itu akan sangat menentukan langkah berikutnya bagi salah satu produsen otomotif terbesar di Eropa.

Terkait