Pengguna Tol JORR perlu mencatat adanya perbaikan jalan di sejumlah titik hingga 3 Juli 2026. Pekerjaan ini membuat lajur yang diperbaiki tidak bisa dilintasi, meski lajur lain tetap dibuka untuk lalu lintas.
Perbaikan berlangsung bertahap di ruas strategis Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road. PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division melaksanakan rekonstruksi perkerasan beton dengan sistem setting 24 jam.
Program ini dimulai pada Jumat, 26 Juni 2026, dan dijadwalkan selesai pada Jumat, 3 Juli 2026. Penutupan lajur dilakukan secara parsial untuk menjaga kualitas jalan tol tetap sesuai Standar Pelayanan Minimal.
Titik perbaikan yang perlu diwaspadai
Lokasi pekerjaan tersebar di arah Serpong dan arah Pondok Indah. Pengendara yang melintas di dua arah ini perlu mengantisipasi penyempitan lajur dan kemungkinan perlambatan arus.
Di arah Serpong, perbaikan dilakukan di lajur 1 pada KM 41+230 sampai KM 41+170. Pekerjaan di titik ini berlangsung mulai Jumat, 26 Juni 2026 pukul 21.00 WIB hingga Senin, 29 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.
Masih di arah Serpong, lajur 1 pada KM 40+205 sampai KM 40+125 juga masuk dalam daftar rekonstruksi. Jadwalnya sama, yakni mulai Jumat, 26 Juni 2026 pukul 21.00 WIB sampai Senin, 29 Juni 2026 pukul 05.00 WIB.
Titik berikutnya berada di lajur 1 arah Serpong pada KM 39+980 sampai KM 39+945. Pengerjaan di lokasi ini juga berjalan pada periode yang sama, dari Jumat malam hingga Senin pagi.
Sementara itu, di arah Pondok Indah, pekerjaan dilakukan di lajur 1 Off Ramp Pondok Ranji. Rekonstruksi di titik ini berlangsung mulai Senin, 29 Juni 2026 pukul 10.00 WIB hingga Jumat, 3 Juli 2026 pukul 05.00 WIB.
Mengapa pekerjaan ini dilakukan
Jasa Marga menyebut pemeliharaan berkala ini penting karena volume kendaraan di Tol JORR sangat tinggi. Ruas ini menjadi jalur penting untuk mobilitas harian masyarakat sekaligus pergerakan logistik di kawasan Jabodetabek.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Alvin Andituahta Singarimbun mengatakan rekonstruksi perkerasan dilakukan untuk menjaga kualitas layanan jalan tol. Menurut dia, preservasi berkala dibutuhkan agar kondisi jalan tetap optimal sehingga perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan lancar.
Pekerjaan menggunakan metode pengerasan beton instan atau setting 24 jam. Metode ini dipilih untuk mempercepat proses pengerjaan di lapangan.
Dampak ke lalu lintas dan pengaturan di lapangan
Selama masa rekonstruksi, lajur yang menjadi area kerja ditutup demi keselamatan pekerja dan pengguna jalan. Namun, Jasa Marga memastikan lajur lain di sekitar lokasi tetap beroperasi normal.
Kondisi ini membuat pengendara tetap bisa melintas di Tol JORR, tetapi dengan ruang gerak kendaraan yang lebih terbatas pada titik tertentu. Karena itu, potensi kepadatan lalu lintas tetap perlu diantisipasi, terutama saat jam sibuk dan ketika kendaraan mendekati area penyempitan.
Untuk mengurangi gangguan arus, Jasa Marga menyiapkan langkah mitigasi di sekitar lokasi proyek. Perlengkapan pengamanan standar disiagakan, mulai dari rambu peringatan, petunjuk arah, traffic cone, water barrier, hingga warning light.
Petugas pengatur lalu lintas juga dikerahkan di titik penyempitan lajur. Kehadiran petugas ini ditujukan untuk membantu mengarahkan arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung.
Imbauan bagi pengguna jalan
Pengendara disarankan merencanakan waktu perjalanan sebelum melintas di ruas yang terdampak. Antisipasi waktu keberangkatan menjadi penting untuk mengurangi risiko terjebak antrean di sekitar lokasi perbaikan.
Pengguna jalan juga perlu memperhatikan rambu sementara dan arahan petugas di lapangan. Kedisiplinan menjaga jarak dan menyesuaikan kecepatan menjadi kunci agar arus tetap tertib di tengah adanya rekonstruksi.
Jasa Marga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pekerjaan berlangsung. Di sisi lain, perbaikan ini dilakukan agar kondisi perkerasan di Tol JORR tetap terjaga pada ruas yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di Jabodetabek.
Source: otomotif.kompas.com






