Tiga mobil listrik ini masuk ke pasar dengan resep yang berbeda, tetapi sama-sama memburu kebutuhan harian pengguna urban. Lepas E4 datang sebagai SUV kompak dengan tenaga paling besar, Aion UT menonjol lewat kabin yang berpotensi lega, sementara MG S5 EV menawarkan format SUV yang lebih matang dengan penggerak roda belakang.
Perbandingan ketiganya menarik karena tidak hanya soal tenaga atau jarak tempuh, tetapi juga soal karakter dasar kendaraan. Di kelas yang semakin ramai, pilihan konsumen kini bergeser pada mana yang paling pas antara ukuran bodi, rasa berkendara, efisiensi baterai, dan kepraktisan penggunaan.
Adu pendekatan: SUV kompak, hatchback lega, dan SUV RWD
Lepas E4 diposisikan sebagai SUV listrik kompak bergaya modern. Model ini menggabungkan ukuran bodi yang tidak terlalu besar dengan performa yang menonjol di atas dua rivalnya.
GAC Aion UT justru hadir sebagai hatchback. Namun, mobil ini membawa dimensi yang membuatnya tetap relevan bagi pembeli yang mengejar ruang kabin luas tanpa harus masuk ke bodi SUV.
MG S5 EV mengambil jalur berbeda dengan menonjolkan proporsi SUV yang lebih besar. Di atas kertas, pendekatan ini membuatnya terlihat lebih matang untuk konsumen yang mengutamakan postur kendaraan dan karakter berkendara.
Dimensi: MG S5 EV paling besar, Aion UT unggul wheelbase
Dari sisi ukuran keseluruhan, MG S5 EV menjadi yang paling bongsor. Mobil ini memiliki panjang 4.476 mm, lebar 1.849 mm, tinggi 1.621 mm, dan wheelbase 2.730 mm.
Lepas E4 menempatkan diri di tengah dengan panjang 4.420 mm, lebar 1.817 mm, tinggi 1.635 mm, dan jarak sumbu roda 2.700 mm. Angka ini menunjukkan format SUV kompak yang masih cukup proporsional untuk penggunaan harian.
Aion UT memang paling pendek dengan panjang 4.270 mm. Namun hatchback ini punya lebar 1.850 mm, tinggi 1.575 mm, dan wheelbase 2.750 mm yang justru paling panjang di antara ketiganya.
Wheelbase yang lebih panjang itu membuat Aion UT menarik dicermati untuk urusan ruang kabin. Meski bukan SUV, konfigurasi dimensinya memberi janji kabin lega untuk kelasnya.
Performa: Lepas E4 paling bertenaga
Jika fokusnya murni angka performa, Lepas E4 memimpin. Mobil ini memakai motor listrik 215 hp dan torsi 275 Nm dengan penggerak roda depan.
Aion UT tersedia dengan pilihan motor listrik hingga 201 hp. Untuk varian standar, tenaga yang dihasilkan mencapai 134 hp dengan torsi 145 Nm, dan tetap menggunakan penggerak roda depan.
MG S5 EV berada di tengah dari sisi output tenaga. SUV listrik ini mengandalkan motor listrik 168 hp dengan torsi 250 Nm.
Meski tidak menjadi yang paling kuat, MG S5 EV punya pembeda penting di sektor penggerak. Mobil ini menggunakan konfigurasi roda belakang, sesuatu yang relatif jarang ditemui pada kendaraan listrik di kelas harga menengah.
Di atas kertas, karakter ketiganya pun langsung terlihat berbeda. Lepas E4 mengejar tenaga, Aion UT lebih fleksibel karena punya beberapa opsi output, sedangkan MG S5 EV mencoba menonjol lewat rasa berkendara yang dibentuk oleh sistem RWD.
Baterai dan jarak tempuh: Lepas E4 dan Aion UT sama-sama tembus 500 km
Pada sektor baterai, Aion UT menawarkan pilihan yang paling beragam. Mobil ini memakai baterai LFP 44,12 kWh hingga 60 kWh.
Untuk varian standar, Aion UT diklaim mampu menempuh 400 km. Sementara varian baterai 60 kWh memiliki klaim jarak tempuh hingga 500 km.
Aion UT juga membawa angka pengisian cepat yang kompetitif. Pengisian cepat DC dari 30 persen ke 80 persen disebut membutuhkan sekitar 24 menit.
Lepas E4 menggunakan baterai berkapasitas 65,05 kWh. Dengan baterai itu, klaim jarak tempuhnya juga mencapai 500 km.
MG S5 EV memakai baterai LFP 49 kWh pada varian dasar. Jarak tempuh yang diklaim mencapai 415 km.
Kalau hanya melihat angka tempuh, Lepas E4 dan Aion UT berada di posisi teratas. Bedanya, Lepas E4 mengandalkan baterai berkapasitas lebih besar, sedangkan Aion UT memberi dua pilihan konfigurasi yang bisa menyesuaikan kebutuhan.
Siapa paling menarik di atas kertas?
Lepas E4 cocok untuk pembeli yang mencari kombinasi tenaga besar dan jarak tempuh panjang dalam format SUV kompak. Tenaga 215 hp dan torsi 275 Nm membuatnya menjadi yang paling buas di antara tiga nama ini.
Aion UT tampil unik karena berwujud hatchback, tetapi punya wheelbase paling panjang dan pilihan baterai yang luas. Kombinasi klaim 500 km dan pengisian cepat 24 menit membuatnya kuat sebagai opsi praktis untuk mobilitas harian.
MG S5 EV tetap punya daya tarik tersendiri meski kapasitas baterainya bukan yang terbesar. Ukuran bodi paling besar dan penggunaan penggerak roda belakang memberi identitas yang berbeda dibanding dua rivalnya yang sama-sama memakai penggerak roda depan.
Persaingan ketiga model ini menunjukkan pasar EV Indonesia tidak lagi hanya bicara soal siapa paling murah atau paling futuristis. Konsumen kini bisa menilai lebih detail, mulai dari proporsi bodi, potensi ruang kabin, karakter penggerak, hingga keseimbangan antara performa dan jarak tempuh.
Source: otodriver.com






