Di tengah pasar yang terus dibanjiri SUV baru dengan teknologi lebih modern, Daihatsu Terios generasi lama masih menunjukkan daya tariknya. Kisah seorang pemilik Terios 2012 yang tetap setia memakainya setelah lebih dari 14 tahun menjadi gambaran bahwa bagi banyak konsumen, ketahanan dan fungsi tetap lebih penting daripada sekadar kebaruan model.
Cerita itu mengemuka dalam acara Daihatsu Kumpul Sahabat di Alun-Alun Grand Depok City, Depok, pada Minggu 21 Juni 2026. Daihatsu secara khusus memberi apresiasi kepada Mufti Petala Patria, pemilik Terios lama yang mobilnya sudah menempuh jarak lebih dari 109 ribu kilometer dan masih dalam kondisi prima.
Alasan SUV lama masih dipilih
Di pasar otomotif Indonesia, cerita seperti ini menarik karena memperlihatkan bahwa keputusan membeli atau mempertahankan mobil tidak selalu ditentukan oleh fitur terbaru. Ada faktor yang lebih mendasar, yakni daya tahan mesin, kapasitas kabin, dan kemudahan perawatan dalam jangka panjang.
Pada kasus Terios lama, ketiga faktor itu muncul sangat jelas. Mobil yang sudah digunakan lebih dari satu dekade itu tetap dinilai relevan untuk kebutuhan harian keluarga, terutama di kota besar yang menuntut kendaraan serbaguna.
Mufti menyebut mesin 1.500 cc sebagai salah satu alasan utama ia tetap mempertahankan mobil tersebut. Tenaga mesin itu dinilai masih memadai untuk menunjang kebutuhan mobilitas keluarga.
Bukan hanya soal performa, kabin juga menjadi pertimbangan penting. Terios miliknya memiliki kapasitas hingga tujuh penumpang, sehingga masih dianggap praktis untuk digunakan bersama anggota keluarga.
Bagasi yang cukup besar juga menambah nilai fungsional kendaraan ini. Kombinasi kabin luas dan ruang simpan yang memadai membuat SUV lawas itu tetap fleksibel untuk berbagai kebutuhan.
Ketahanan yang teruji waktu
Keandalan kendaraan sering kali baru benar-benar terlihat setelah dipakai bertahun-tahun. Dalam konteks ini, Terios 2012 milik Mufti menjadi contoh bahwa usia kendaraan tidak otomatis mengurangi nilai pakainya jika kondisi teknis tetap terjaga.
Jarak tempuh lebih dari 109 ribu kilometer dalam penggunaan selama lebih dari 14 tahun menunjukkan bahwa mobil tersebut tidak sekadar disimpan, melainkan dipakai secara nyata. Fakta bahwa kondisinya masih prima memperkuat citra durabilitas sebagai salah satu alasan konsumen bertahan pada model lama.
Bagi sebagian pemilik kendaraan, daya tahan seperti ini punya nilai yang lebih konkret dibanding daftar fitur baru. Mobil yang terbukti awet dan tetap bisa diandalkan akan lebih mudah dipertahankan, terutama saat kebutuhan utama adalah efisiensi penggunaan dan rasa aman dalam pemakaian jangka panjang.
Peran layanan purnajual
Faktor lain yang ikut menjelaskan mengapa SUV lama masih dipilih adalah layanan purnajual. Dalam pengalaman Mufti, akses yang mudah ke bengkel resmi Daihatsu serta pelayanan yang responsif membuat perawatan mobil tetap terasa terjangkau dan tidak merepotkan.
Aspek ini sering menjadi pembeda antara mobil yang terus dipakai dan mobil yang mulai ditinggalkan. Saat suku cadang, servis, dan jaringan bengkel mudah diakses, usia kendaraan yang sudah melewati satu dekade tidak selalu menjadi beban besar bagi pemilik.
Biaya operasional yang tetap terkendali juga menjadi pertimbangan rasional. Konsumen yang sudah menemukan kendaraan yang sesuai kebutuhan biasanya tidak buru-buru berpindah, apalagi jika dukungan servis masih berjalan baik.
Dari sisi industri, kondisi ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan tidak berhenti saat pembelian terjadi. Dukungan purnajual justru menjadi fondasi penting yang menjaga loyalitas pemilik dalam jangka panjang.
Bukan sekadar loyalitas emosional
Kisah Mufti juga memperlihatkan bahwa kesetiaan terhadap mobil lama tidak selalu berangkat dari nostalgia semata. Ada alasan fungsional yang jelas dan terukur, mulai dari performa mesin, kapasitas penumpang, ruang bagasi, hingga kemudahan servis.
Hal itu menjelaskan mengapa model seperti Daihatsu Terios lama masih punya tempat, meski pasar terus bergerak ke arah yang lebih baru. Selama kendaraan lama masih sanggup menjawab kebutuhan sehari-hari dengan biaya yang masuk akal, daya tariknya tetap sulit diabaikan.
Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor Wataru Suzuki menyebut penggunaan Terios milik Mufti selama lebih dari 14 tahun dan lebih dari 100 ribu kilometer sebagai cerminan kepercayaan, loyalitas, dan kebersamaan yang terjalin selama bertahun-tahun. Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa hubungan pemilik dengan kendaraan bisa bertahan lama ketika produk dan layanan mampu menjawab kebutuhan nyata penggunanya.
Di tengah ketatnya persaingan SUV, contoh ini memperlihatkan bahwa model lama masih bisa bertahan bukan karena pasar kekurangan pilihan. Justru ketika pilihan semakin banyak, kendaraan yang sudah terbukti tangguh, lapang, dan mudah dirawat tetap punya alasan kuat untuk dipertahankan.
