Nio Gandeng Zhongan, 500 Stasiun Swap Baterai Akan Dibangun Dalam Setahun

Author: Qoo Media

Nio Power kembali menekan gas ekspansi infrastruktur penukaran baterai lewat kerja sama baru dengan Zhongan Energy. Kedua pihak menargetkan pembangunan 500 battery swap stations di China dalam satu tahun, sebuah langkah yang memperkuat model bisnis Nio di tengah kebutuhan menekan beban modal.

Kesepakatan ini menjadi kelanjutan dari proyek bersama yang sudah lebih dulu berjalan. Pada Desember 2025, keduanya telah menyelesaikan penandatanganan dan pengiriman batch pertama berisi 50 swap station yang dibangun bersama.

Model kerja sama diperluas ke tingkat nasional

Nio Power, unit energi dari Nio Inc, menandatangani perjanjian strategis baru dengan Zhongan Energy. Penandatanganan dilakukan pada 25 Juni, menurut pernyataan yang dirilis pada Jumat.

Ketua Zhongan Energy Wu Guanqiong dan wakil presiden Nio Power Guo Chenggang menandatangani dokumen tersebut atas nama masing-masing pihak. Pendiri, ketua, dan CEO Nio William Li serta CFO Nio dan kepala Nio Power Stanley Qu turut hadir dan menyaksikan acara itu.

Nio menyebut kerja sama ini sebagai kemajuan besar setelah batch awal 50 swap station selesai dibangun dan diserahkan pada Desember 2025. Perusahaan menilai model “technology operation + asset holding” kini bergerak dari uji coba regional menuju replikasi nasional.

Dalam model itu, Nio menangani teknologi penukaran baterai dan operasional harian. Mitra bisnis memegang aset berat seperti stasiun swap, sehingga beban modal pembangunan infrastruktur tidak sepenuhnya ditanggung Nio.

Zhongan Energy jadi kendaraan utama strategi ini

Zhongan Energy memegang peran inti dalam strategi tersebut. Perusahaan ini berdiri pada Januari 2024 dengan dukungan pemerintah provinsi Anhui, dan didanai bersama oleh Anhui Province Energy Group, Nio, dan Gotion High-tech.

Target awal Zhongan Energy adalah membangun 1.000 stasiun yang menggabungkan fungsi penyimpanan energi, pengisian daya, dan penukaran baterai. Peta pengembangannya dimulai di Anhui, lalu diperluas ke Delta Sungai Yangtze dan wilayah lain di China.

Batch pertama 50 stasiun mulai beroperasi di provinsi Anhui pada Desember 2025. Tambahan 500 stasiun dalam kerja sama terbaru ini menunjukkan percepatan yang jauh lebih besar dibanding tahap awal.

Tekanan biaya mendorong Nio mencari mitra

Bagi Nio, berbagi biaya melalui mitra sudah menjadi strategi penting. Perusahaan itu memperlambat laju ekspansi infrastruktur dalam dua tahun terakhir untuk mengendalikan belanja modal.

Nio meluncurkan program “Power Up Partner” pada Agustus 2024 dan sejak itu telah membangun ratusan stasiun bersama mitra. Data yang dihimpun CnEVPost menunjukkan Nio menambah 679 swap station pada 2024 dan 681 pada 2025.

Meski laju ekspansi lebih hati-hati, Nio tetap mempertahankan target menambah lebih dari 1.000 swap station di China pada tahun ini. Pencapaian target itu kini makin bergantung pada model kerja sama seperti dengan Zhongan Energy.

Dorongan lain datang dari teknologi generasi kelima

Kerja sama yang diperluas ini juga selaras dengan kemajuan baru Nio di sisi teknologi swap. Perusahaan sedang mempercepat penerapan fifth-generation swap stations.

Stasiun generasi kelima memakai arsitektur yang didesain ulang dan dapat menampung rentang wheelbase kendaraan yang lebih luas. Desain itu memungkinkan layanan untuk SUV besar ES9 sekaligus model kompak Firefly.

Nio sebelumnya mengatakan penerapan massal stasiun generasi kelima akan dimulai pada kuartal ketiga tahun ini. Pada tahap itu, merek utama Nio, sub-brand Onvo, dan Firefly akan berbagi jaringan swap yang sama.

Firefly sendiri baru saja mengumumkan bahwa mereka memulai pengujian internal stasiun swap generasi kelima di beberapa kota di China. Langkah itu menambah konteks bahwa ekspansi Nio kini tidak hanya bertumpu pada jumlah stasiun, tetapi juga pada kesiapan jaringan baru untuk melayani lebih banyak model kendaraan.

Source: cnevpost.com
Terbaru