Polestar Angkat Kaki dari AS Mulai 2027, Tersandung Aturan Mobil Terkoneksi Baru

Polestar memastikan tidak lagi menjual kendaraan baru di Amerika Serikat mulai tahun model 2027. Langkah ini diambil setelah Departemen Perdagangan AS tidak memberikan izin pemasaran berdasarkan aturan baru untuk kendaraan terkoneksi.

Keputusan itu penting karena bukan sekadar soal strategi bisnis, melainkan terkait hambatan regulasi baru di pasar otomotif AS. Aturan tersebut membatasi impor dan penjualan kendaraan yang memakai teknologi connected vehicle dengan keterkaitan ke China atau Rusia.

Regulasi itu diumumkan pada 2025 dan mulai berlaku untuk tahun model 2027. Dalam konteks ini, posisi Polestar menjadi sorotan karena merek tersebut berada di bawah Volvo dan Geely Holding Group, konglomerasi otomotif asal China yang juga menaungi Geely Auto.

Polestar menyatakan penghentian penjualan itu berlaku untuk kendaraan baru, bukan penghentian total operasional di AS. Perusahaan masih akan menjual stok yang tersedia untuk Polestar 3 dan Polestar 4 di pasar tersebut.

Layanan purna jual juga dipastikan tetap berjalan bagi pelanggan yang sudah lebih dulu membeli kendaraan Polestar. Dengan begitu, konsumen lama masih akan mendapat dukungan servis meski penjualan model baru dihentikan.

Alasan utama di balik keputusan

Inti persoalan berada pada aturan US Connected Vehicles Rule yang diperketat pemerintah AS. Regulasi ini menyasar kendaraan dengan teknologi konektivitas yang memiliki kaitan dengan China atau Rusia.

Bagi Polestar, keterkaitan korporasinya membuat akses ke pasar AS menjadi lebih rumit. Merek ini dimiliki oleh Volvo dan Geely, sementara Geely berasal dari China dan menjadi salah satu faktor penting dalam penilaian regulasi tersebut.

Keputusan pemerintah AS ini menunjukkan bahwa isu teknologi kendaraan kini tidak lagi dipandang semata sebagai urusan industri otomotif. Konektivitas mobil telah masuk ke ranah kebijakan perdagangan dan pengawasan yang lebih ketat.

Dampak ke pasar Amerika Serikat

Meski keluar dari penjualan kendaraan baru di AS terdengar besar, data internal Polestar menunjukkan dampaknya terhadap bisnis global tidak dominan. Perusahaan menyebut 94 persen penjualan ritelnya pada kuartal pertama 2026 berasal dari pasar di luar Amerika Serikat.

Angka itu menandakan ketergantungan Polestar terhadap pasar AS relatif kecil dibandingkan wilayah lain. Dengan basis penjualan yang lebih besar di luar AS, perusahaan masih memiliki ruang untuk menjaga kinerja melalui pasar internasional.

Langkah ini juga memberi sinyal bahwa pasar AS bukan lagi pusat utama pertumbuhan bagi Polestar saat ini. Fokus bisnis perusahaan tampaknya lebih tersebar, terutama ke kawasan yang tetap terbuka bagi lini produknya.

Volvo lolos, Polestar tidak

Situasi Polestar menjadi menarik karena tidak semua merek dalam lingkup korporasi yang sama menghadapi hasil serupa. Volvo telah memperoleh otorisasi untuk mengimpor dan menjual kendaraan di pasar AS pada akhir Mei lalu.

Perbedaan hasil itu menunjukkan proses perizinan sangat bergantung pada penilaian tiap merek dan produknya. Dengan kata lain, kedekatan struktur kepemilikan tidak otomatis menghasilkan keputusan regulator yang sama.

Reuters juga melaporkan bahwa Ford sedang mengajukan izin serupa untuk SUV Lincoln Nautilus yang diproduksi di China. Hal ini menegaskan bahwa tantangan regulasi tidak hanya dihadapi Polestar, melainkan juga produsen lain yang terhubung dengan basis produksi China.

Posisi Polestar di tengah perubahan industri

Di luar persoalan izin, Polestar selama ini diposisikan sebagai merek yang berfokus pada pengembangan teknologi otomotif. Didukung Volvo Cars dan Geely, perusahaan menekankan kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicle.

Polestar juga dikenal menonjolkan pengalaman digital yang terintegrasi dan fitur keselamatan canggih. Namun, justru karakter kendaraan modern yang sangat terkoneksi itu kini menjadi salah satu titik sensitif dalam iklim regulasi baru di AS.

Perubahan ini memperlihatkan bagaimana persaingan otomotif global semakin dipengaruhi faktor nonteknis. Bukan hanya desain, performa, atau fitur yang menentukan, tetapi juga asal teknologi dan struktur hubungan perusahaan di mata regulator.

Untuk saat ini, konsumen di AS masih bisa mendapatkan unit Polestar 3 dan Polestar 4 selama stok tersedia. Setelah itu, kehadiran merek ini di negara tersebut akan bergeser dari penjualan kendaraan baru menjadi layanan untuk pemilik yang sudah ada.

Source: otodriver.com

Terkait