5 Model Mazda Ini Tahan Nilai Lebih Lama, Ada Yang Bahkan Mengejutkan Rival

Mazda makin kuat di pasar mobil bekas karena beberapa modelnya mampu menahan penurunan nilai lebih baik daripada rata-rata segmen. Kombinasi ini muncul dari perpaduan daya tarik desain, kualitas bangunan, reliabilitas, dan biaya perawatan yang relatif rendah.

Di pasar Amerika Serikat, Mazda juga sedang berada dalam fase penjualan yang solid. Pada 2024, merek ini menjual rekor 424.382 unit, naik 16,8 persen dibanding 2023, dengan volume terbesar datang dari kendaraan yang lebih besar.

Itulah alasan lima model Mazda ini menarik perhatian pembeli yang memikirkan nilai jual kembali. Data depresi nilai dari iSeeCars dan CarEdge, ditambah skor reliabilitas RepairPal, menunjukkan bahwa Mazda punya beberapa kandidat kuat untuk mempertahankan harga lebih lama.

Mazda MX-5 jadi patokan nilai tahan lama

MX-5 Miata menempati posisi paling menonjol di daftar ini. Menurut iSeeCars, model ini mempertahankan 69,2 persen nilainya setelah 5 tahun, sementara MX-5 RF berada di posisi kedua dengan 67,9 persen.

Biaya kepemilikan yang rendah ikut membantu reputasinya. RepairPal memberi MX-5 Miata skor reliabilitas 4,0 dari 5,0 dan memperkirakan biaya perawatan tahunan rata-rata $429, jauh di bawah rata-rata semua kendaraan sebesar $652.

Mobil ini memakai mesin 2.0-liter Skyactiv-G empat silinder dengan tenaga 181 horsepower dan torsi 151 lb-ft. Mazda menawarkan transmisi manual enam percepatan standar dan otomatis enam percepatan opsional.

CX-5 tetap jadi andalan utama Mazda

CX-5 adalah model terlaris Mazda dan juga salah satu SUV kompak paling populer di AS. iSeeCars mencatat depresiasinya 37,9 persen setelah 5 tahun, sedikit lebih baik dari rata-rata SUV kompak sebesar 39,9 persen dan rata-rata semua SUV sebesar 44,9 persen.

CarEdge menempatkan angka depresiasi 5 tahun CX-5 di 39 persen. Meski begitu, model ini masih tertinggal dari Toyota RAV4 dan Honda CR-V yang sama-sama bertahan lebih baik dalam perbandingan nilai jual kembali.

Reliabilitas menjadi salah satu alasan CX-5 tetap kuat. RepairPal memberi skor 4,5 dari 5,0, menempatkannya di posisi pertama dari 26 midsize SUV, dengan biaya perawatan tahunan rata-rata $447.

Mazda3 memberi opsi sedan dan hatchback

Mazda3 hadir dalam dua bodi, sedan dan hatchback. CarEdge mencatat Mazda3 Sedan terdepresiasi 38 persen setelah 5 tahun dengan nilai jual kembali $19.620, sedangkan hatchback turun sedikit lebih besar, 41 persen.

iSeeCars memberi Mazda3 Sedan angka depresiasi 34 persen, masih lebih baik daripada Toyota Corolla yang berada di 27,4 persen. Walau tidak selalu memimpin kelasnya, Mazda3 tetap tampil kompetitif di segmen mobil kompak.

RepairPal memberi Mazda3 skor reliabilitas 4,0 dari 5,0. Biaya perawatan tahunan rata-ratanya $433, lebih rendah dari rata-rata mobil kompak sebesar $526 dan juga di bawah rata-rata semua kendaraan.

CX-30 dan CX-50 memperkuat sisi SUV Mazda

CX-30 berada di antara Mazda3 dan CX-5 dalam lini Mazda. iSeeCars mencatat depresiasi 35,6 persen setelah 5 tahun, sementara CarEdge menempatkannya di 36 persen dengan nilai jual kembali $21.764.

Biaya kepemilikan CX-30 juga terlihat terkendali. Estimasi total perawatan dan perbaikan selama 10 tahun mencapai $7.837, lebih baik $675 dari rata-rata industri untuk SUV, meski peluang kebutuhan perbaikan besar dalam 10 tahun pertama mencapai 22,65 persen.

CX-50 adalah model terbaru dalam daftar ini dan meluncur untuk model year 2022. iSeeCars mencatat depresiasi 39,3 persen setelah 5 tahun, sedangkan CarEdge memberi nilai jual kembali 37 persen atau $25.035 dari harga baru rata-rata $39.979.

Biaya perawatan CX-50 rata-rata $506 per tahun selama 5 tahun pertama. Meski data jangka panjangnya masih terbatas, pemilik yang ada menilai mobil ini positif, terutama pada powertrain hybrid, styling, kenyamanan, dan rasa berkendaranya.

Mengapa lima model ini lolos seleksi

Daftar ini disusun dari data depresiasi iSeeCars dan CarEdge, lalu dicocokkan dengan data reliabilitas RepairPal. iSeeCars menganalisis lebih dari 15 juta kendaraan, sementara CarEdge menggunakan data harga historis untuk membangun kurva depresiasi.

Rentang 5 tahun dipakai karena menjadi standar industri untuk membandingkan nilai jual kembali. Model yang dipilih menunjukkan depresiasi di bawah rata-rata segmen dan biaya perawatan tahunan yang relatif rendah, sehingga posisinya lebih kuat saat masuk pasar mobil bekas.

Terkait