Toyota Perluas Elektrifikasi Ke Pikap, Hilux Battery EV Tembus Rp1,019 Miliar

Toyota semakin agresif memperluas elektrifikasi ke luar segmen mobil penumpang. Langkah terbarunya adalah menghadirkan New Hilux Battery EV sebagai pikap listrik komersial dengan penggerak all-wheel drive, yang dijual Rp1,019 miliar on the road Jakarta.

Model ini menandai perubahan penting karena Hilux Battery EV dibidik untuk kebutuhan operasional rendah emisi tanpa menghilangkan karakter tangguh yang selama ini melekat pada nama Hilux. Toyota melihat pasar kendaraan kerja juga mulai membutuhkan opsi elektrifikasi yang tetap kuat dipakai di berbagai kondisi jalan.

Elektrifikasi masuk ke segmen komersial

Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor, Takuya Yokohama, menyebut kehadiran Hilux Battery EV sebagai bagian dari strategi multipathway Toyota. Strategi itu dirancang untuk menghadirkan beragam teknologi kendaraan ramah lingkungan sesuai kebutuhan pelanggan.

Takuya juga menegaskan bahwa Hilux telah lama menjadi partner mobilitas bagi pelanggan di banyak sektor. Penerimaan pasar itu ikut tercermin dari market share Hilux di segmen Pick Up 4×4 yang naik dari 57 persen pada Januari-May 2025 menjadi 70,2 persen pada periode yang sama tahun 2026.

Toyota lalu merespons kepercayaan itu dengan menghadirkan New Hilux generasi ke-9. Penyegaran dilakukan lewat mesin 1GD yang lebih bertenaga, desain yang lebih gagah, dan fitur yang lebih advanced.

Spesifikasi Hilux Battery EV

New Hilux Battery EV memakai dua motor listrik dengan sistem AWD. Mobil ini dibekali baterai lithium-ion 59,2 kWh dan tenaga maksimum 144 kW.

Toyota menyebut kombinasi tersebut membuat akselerasi lebih responsif dan traksi lebih optimal di berbagai kondisi jalan. Performa itu dirancang untuk permukaan licin, berlumpur, hingga jalur tidak beraspal.

Model listrik ini juga memakai suspensi De-Dion untuk menjaga stabilitas kendaraan saat dipakai sebagai kendaraan operasional. Toyota menempatkannya sebagai opsi bagi pelanggan yang membutuhkan kendaraan kerja rendah emisi maupun pengguna personal dengan kebutuhan mobilitas spesifik.

Dampingi varian diesel yang tetap disegarkan

Selain versi listrik, Toyota juga meluncurkan New Hilux bermesin diesel 2.8 liter berkode 1GD-FTV. Mesin 2.755 cc empat silinder itu menghasilkan tenaga 201 hp dan torsi 500 Nm.

Seluruh varian 4×4 dibekali sistem Part Time 4WD dan Rear Differential Lock. Kombinasi itu dipakai untuk meningkatkan kemampuan melintasi berbagai medan yang berat.

Toyota juga menyegarkan desain eksterior, interior, fitur kenyamanan, dan teknologi keselamatan. Salah satu yang disematkan pada varian tertentu adalah Toyota Safety Sense 3.0.

Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Jap Ernando Demily, mengatakan penyegaran itu dibuat agar Hilux tetap relevan di berbagai sektor. Ia menekankan bahwa peningkatan performa, desain, fitur, dan kualitas berkendara ditujukan untuk membuat Hilux makin tangguh, andal, dan nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Harga dan posisi di pasar

Dengan harga Rp1,019 miliar OTR Jakarta, Hilux Battery EV masuk ke pasar yang sangat spesifik. Toyota tampaknya tidak hanya menjual kendaraan listrik, tetapi juga menawarkan solusi operasional untuk pelanggan yang membutuhkan daya tahan, kemampuan lintas medan, dan citra kendaraan kerja modern.

Jap Ernando menambahkan bahwa kehadiran New Hilux Battery EV memperluas pilihan bagi pelanggan yang ingin mobilitas lebih ramah lingkungan tanpa meninggalkan karakter QDR khas Hilux. Toyota berharap dukungan value chain yang luas dan terpercaya membuat New Hilux memberi rasa aman bagi pelanggan di berbagai daerah.

Terkait