BYD Mulai Serang Pasar Korea Selatan Dengan Hybrid Plug-In, Sealion 6 DM-i Jadi Tombak Pertama

Author: Qoo Media

BYD resmi membuka babak baru di Korea Selatan lewat Sealion 6 DM-i, model plug-in hybrid yang menjadi hybrid pertama merek itu di pasar tersebut. Langkah ini penting karena BYD menempatkan SUV itu sebagai ujung tombak untuk mengejar penjualan lebih dari 10.000 unit di Korea Selatan pada 2026.

Peluncuran dilakukan di 2026 Busan Mobility Show di BEXCO, Busan, dengan pre-order dibuka pada harga awal 37,5 juta won atau sekitar $24.430. Bagi BYD, kehadiran model ini bukan sekadar tambahan lini produk, melainkan sinyal bahwa perusahaan mulai serius mendorong elektrifikasi dengan pendekatan yang lebih beragam di pasar yang sangat kompetitif.

Hybrid pertama BYD di Korea Selatan

Sealion 6 DM-i hadir sebagai debut hybrid pertama BYD di Korea Selatan setelah perusahaan itu lebih dulu dikenal lewat kendaraan listrik penuh. Di pasar asalnya, model ini dijual sebagai Sealion 06 DM-i dan diposisikan sebagai salah satu model inti dalam jajaran SUV global BYD.

BYD menyebut Sealion 6 DM-i sebagai bagian dari strategi ekspansi lokal yang lebih agresif. Target penjualan 10.000 unit pada 2026 juga berarti lonjakan 64% dari 6.107 penjualan mobil penumpang pada 2025, yang menjadi tahun pertama BYD resmi masuk ke pasar mobil penumpang Korea Selatan.

DM-i dirancang untuk efisiensi harian

Model ini memakai teknologi DM-i atau Dual Mode-intelligent, yang dibangun dengan filosofi “electric-first”. Dalam pendekatan itu, mobil mengutamakan sensasi berkendara seperti EV, sementara mesin bensin berperan utama untuk membantu efisiensi.

Sistem ini memungkinkan pengguna berkendara seperti mobil listrik pada hari kerja dan melakukan perjalanan jarak jauh di akhir pekan tanpa sering mengisi daya. BYD juga menjelaskan bahwa sistem dapat berpindah mulus antara mode pure electric, series, parallel, series-parallel, dan engine-only.

Spesifikasi utama yang dibawa ke pasar Korea

Sealion 6 DM-i dibekali mesin bensin 1,5 liter turbo dengan perangkat lunak kontrol baru yang disesuaikan untuk standar sertifikasi dan kondisi berkendara di Korea Selatan. Mesin itu menghasilkan tenaga maksimum 96 kilowatt atau 129 hp, dengan torsi puncak 220 Nm.

Motor listriknya menghasilkan 150 kilowatt dan torsi 300 Nm. Mobil ini juga memakai Blade Battery berbasis lithium iron phosphate berkapasitas 18,3 kilowatt-jam, dengan jarak tempuh hingga 70 kilometer dalam mode EV.

Selain itu, model ini mendukung output daya V2L hingga 3,3 kilowatt. Pengisian cepat DC tersedia hingga 18 kilowatt, sehingga baterai bisa diisi dari 30% ke 80% dalam waktu sekitar 30 menit.

Fitur kabin dan posisi pasar

Di dalam kabin, model ini hadir standar dengan panel instrumen digital 12,3 inci dan sistem kokpit cerdas 15,6 inci. Konektivitas 4G, layanan cloud, pembaruan software over-the-air, serta dukungan Apple CarPlay dan Android Auto juga tersedia.

Secara global, Sealion 6 DM-i masuk ke dalam jajaran SUV inti BYD yang telah terjual lebih dari 1,1 juta unit di seluruh dunia. Sejak meluncurkan PHEV produksi massal pertama di dunia pada 2008, BYD mengatakan telah menjual lebih dari 8 juta kendaraan hybrid.

Masuknya Sealion 6 DM-i juga sejalan dengan rencana BYD menambah tiga model di Korea Selatan pada 2026. Selain model ini, BYD menyiapkan Seal berpenggerak roda belakang, Dolphin hatchback kompak, dan satu model lain dengan teknologi DM-i.

Korea Selatan menjadi medan yang berat karena pasar ini dipenuhi pemain besar seperti Hyundai Motor Group, serta memiliki kehadiran kuat dari General Motors dan Renault. Di tengah persaingan itu, BYD mencoba mencari titik masuk lewat hybrid plug-in yang ditujukan untuk keluarga dan pengguna harian.

Source: cnevpost.com
Terbaru