BYD Linghui M9, Kembaran Xia DM-i Yang Terasa Lebih Premium Dari Namanya

BYD diam-diam menyiapkan satu nama baru di lini premiumnya, dan yang paling menarik justru bukan soal teknologi, melainkan posisi pasarnya. Linghui M9 muncul sebagai kembaran Xia DM-i yang dibawa ke level lebih mewah, tetapi model ini hanya disiapkan untuk dijual di China.

Kehadiran Linghui membuat strategi BYD di segmen MPV premium terlihat makin bertingkat. Di satu sisi sudah ada Xia yang dikenal luas sebagai MPV mewah, sementara di sisi lain Linghui dipakai sebagai merek premium lain yang baru dikenalkan sejak awal tahun 2026.

Merek baru, isi lama

Linghui masih terdengar asing karena memang jangkauannya terbatas. Merek ini hanya berjualan di China dan sejauh ini baru punya empat model, semuanya merupakan rebadge dari produk BYD yang sudah ada.

Model MPV pertama Linghui adalah M9, yang pada dasarnya merupakan versi lain dari Xia. Sosoknya juga diposisikan sebagai MPV mewah, sehingga kesannya bukan mobil baru sepenuhnya, melainkan turunan yang diberi identitas lebih premium.

Secara tampilan, M9 dan Xia terlihat sangat mirip. Perbedaan paling mudah dikenali ada di grille depan, dengan trim chrome vertikal pada Linghui M9, sedangkan Xia memakai garis horizontal yang lebih rapat.

Basisnya tetap Xia DM-i

Linghui M9 disebut sebagai kembaran Xia DM-i, yaitu versi plug-in hybrid dari MPV tersebut. Dari luar, perubahan yang terlihat tidak banyak, dan arah pembeda utamanya justru berada pada identitas merek serta kemungkinan nuansa interior.

Karena statusnya sebagai model rebadge, spesifikasi teknisnya juga diduga tidak jauh berbeda dari Xia. Model Xia sendiri memakai mesin bensin 1.500 cc turbocharged yang dipadukan dengan teknologi plug-in hybrid Dual Mode intelligent atau DM-i.

Kombinasi mesin bensin dan motor listrik itu membuat Xia mampu menempuh jarak hingga 1.060 km tanpa perlu mengisi bensin atau baterai. Dengan karakter yang sama, Linghui M9 berpotensi membawa kemampuan serupa, kecuali ada penyesuaian pada kabin atau detail interior.

Fokus di pasar China

Sejumlah unit Linghui M9 dilaporkan sudah dikirim ke dealer, yang menandakan mobil ini siap masuk pasar China. Namun, tidak ada sinyal bahwa model ini akan dijual di luar negeri dalam waktu dekat.

Keputusan itu kontras dengan Xia yang sudah hadir di pasar global. Di kelas MPV mewah, Xia dan Denza D9 sama-sama sudah cukup populer, sementara Linghui masih harus membangun nama dari nol jika ingin masuk ke pasar yang lebih luas.

Persaingan juga tidak akan mudah bila model ini dipasarkan global. Di segmen premium, merek seperti Lexus dan BMW masih punya dominasi yang jauh lebih kuat, sehingga Linghui perlu lebih dari sekadar desain mewah untuk menarik perhatian.

Posisi yang mungkin diisi

Jika suatu saat masuk ke pasar lain, Linghui M9 berpotensi ditempatkan di bawah Denza D9. D9 sudah lebih dulu menjadi rival Toyota Alphard dkk, sehingga M9 bisa diarahkan ke lawan yang sedikit lebih ringan seperti Maxus Mifa 7 atau bahkan model yang setara dengan Toyota Voxy.

Agar menarik, harga M9 juga harus lebih terjangkau dari D9. Dengan begitu, peluangnya untuk lebih laris bisa terbuka, terutama jika pembeli melihatnya sebagai MPV premium yang menawarkan fitur dan kabin lega tanpa harus naik ke kelas tertinggi.

Peta MPV BYD masih sempit

Saat ini lini MPV BYD masih terbatas pada M9, LMPV M6, dan MPV taksi e6. Dari ketiganya, M6 menjadi salah satu model paling laris di Indonesia, dan kini ditawarkan dalam dua pilihan mesin, yaitu BEV dan PHEV.

Kehadiran Linghui M9 menunjukkan BYD belum berhenti menggarap pasar MPV, terutama di segmen mewah. Meski begitu, untuk saat ini mobil tersebut tetap menjadi produk yang sangat spesifik karena hanya disiapkan untuk China dan masih mengandalkan basis yang sudah dikenal lewat Xia DM-i.

Source: ridertua.com

Terkait