Harga Lithium Bergejolak, CATL Pilih Sodium-Ion Demi EV Lebih Stabil

CATL sedang mengambil jalur yang berbeda saat harga lithium bergejolak. Produsen baterai terbesar asal China itu mendorong baterai sodium-ion sebagai penyangga dari risiko bahan baku yang makin sulit diprediksi.

Perusahaan menargetkan 20.000 mobil listrik akan memakai baterai sodium-ion sepanjang 2026. Langkah ini menjadi inti strategi jalur ganda lithium-sodium yang dirancang untuk menjaga biaya produksi tetap lebih stabil.

Dorongan besar dari volatilitas lithium

CATL menilai ketergantungan pada lithium terlalu rentan terhadap guncangan pasar. Data yang disebutkan menunjukkan harga lithium di China sempat melonjak sekitar 190 persen dari periode Juni tahun lalu hingga 20 April 2026.

Kondisi itu membuat baterai sodium-ion mendapat perhatian lebih besar. CATL ingin menempatkannya sebagai alternatif yang lebih aman untuk rantai pasok kendaraan listrik.

Di sisi biaya, perusahaan juga menaruh target ambisius. CATL memproyeksikan harga baterai sodium-ion bisa menyamai baterai lithium-ion pada akhir tahun ini.

Investasi besar dan strategi jangka panjang

Keseriusan CATL terlihat dari dana riset dan pengembangan yang digelontorkan. CarNewsChina melaporkan perusahaan telah menginvestasikan hampir 10 miliar yuan atau sekitar US$1,5 miliar untuk mengembangkan sel baterai sodium-ion.

Investasi itu tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal posisi bisnis jangka panjang. Sodium dipandang lebih melimpah di berbagai belahan dunia dan berpotensi menghadirkan baterai yang lebih ekonomis.

Bagi industri kendaraan listrik, kombinasi itu penting. Harga bahan baku yang lebih stabil dapat membantu produsen menjaga margin sekaligus memperluas adopsi EV.

Naxtra diuji di suhu ekstrem

CATL memperkenalkan generasi terbaru baterai sodium-ion dengan nama Naxtra. Teknologi ini diklaim bekerja optimal pada suhu ekstrem, mulai dari -20 derajat Celsius hingga -30 derajat Celsius.

Keunggulan itu relevan untuk pasar kendaraan listrik di wilayah beriklim dingin. Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang termasuk pasar yang selama ini menghadapi tantangan penurunan performa baterai saat suhu rendah.

Untuk membuktikannya, CATL menguji langsung baterai tersebut di Yakeshi, Mongolia Dalam. Wilayah itu dikenal memiliki kondisi bersalju dengan temperatur ekstrem.

Hasil uji menunjukkan kendaraan listrik yang memakai baterai sodium-ion mampu melintasi jalan bersalju dan medan menanjak dengan performa stabil. Uji lapangan ini memperkuat klaim bahwa sodium-ion bukan hanya alternatif murah, tetapi juga punya daya tahan yang lebih cocok untuk kondisi tertentu.

Momen penting bagi adopsi EV

Direktur Eksekutif Nature Finance di Oxford Sustainable Finance Group, Calvin Quek, menilai pengujian itu menjadi salah satu momen penting dalam perkembangan kendaraan listrik. Ia menyoroti perannya dalam memperluas penggunaan baterai alternatif di berbagai kondisi iklim.

Bagi CATL, momentum ini juga berkaitan dengan masa depan pasar EV yang makin sensitif terhadap harga dan pasokan bahan baku. Jika sodium-ion benar-benar mendekati biaya lithium-ion pada akhir tahun ini, tekanan dari volatilitas lithium bisa berkurang secara signifikan.

Pada saat yang sama, strategi ini memberi CATL ruang untuk mendorong teknologi yang dianggap lebih berkelanjutan. Perusahaan tampaknya tidak ingin bergantung pada satu jenis bahan baku ketika pasar global terus bergerak tidak stabil.

Source: www.liputan6.com

Terkait