Honda dikabarkan akan menghentikan penjualan Odyssey di Jepang paling lambat pada 31 Maret 2027. Langkah ini menandai akhir perjalanan salah satu MPV paling ikonik di pasar domestik Jepang setelah hadir selama lebih dari tiga dekade.
Kabar tersebut menjadi sorotan karena Odyssey bukan sekadar model keluarga biasa bagi Honda. Mobil ini pernah menjadi salah satu nama penting yang ikut membentuk pasar minivan modern di Jepang sejak pertama kali diperkenalkan pada 1994.
Menurut laporan media setempat, penghentian penjualan Odyssey terkait dengan restrukturisasi lini produk Honda di pasar domestik. Pabrikan itu disebut sedang menyiapkan SUV berukuran besar untuk menggantikan posisi Odyssey di jajaran produknya.
Arah tersebut sejalan dengan perubahan selera konsumen dalam beberapa tahun terakhir. Minat pasar kini semakin bergeser ke SUV dan crossover, sementara permintaan untuk MPV besar terus melemah.
Perubahan tren itu membuat posisi Odyssey semakin tertekan di pasar Jepang. Situasinya juga tidak mudah karena generasi kelima yang saat ini dipasarkan sudah beredar sejak 2013, meski sempat mendapat sejumlah penyegaran di tengah siklus hidupnya.
Bila keputusan ini benar dijalankan sesuai jadwal, Honda akan mengakhiri penjualan model yang pernah menjadi salah satu tulang punggung segmen keluarga. Bagi pasar Jepang, ini bukan hanya soal berhentinya satu produk, melainkan juga simbol bergesernya preferensi otomotif nasional.
Model yang Pernah Menjadi Pelopor
Odyssey pertama kali meluncur pada 1994 dan cepat dikenal lewat konsep low-floor design. Desain lantai rendah itu membuat akses ke kabin lebih mudah dan memberi karakter berkendara yang lebih dekat dengan mobil penumpang dibanding minivan konvensional.
Formula tersebut membantu Odyssey meraih popularitas besar. Model ini juga disebut berkontribusi penting terhadap pertumbuhan pasar MPV di Jepang pada masanya.
Pengaruh Odyssey tidak berhenti di pasar domestik. Mobil ini juga sempat dipasarkan di sejumlah negara lain, termasuk Indonesia, sehingga namanya cukup dikenal di luar Jepang.
Di tengah perubahan pasar saat ini, warisan itu membuat kabar penghentian penjualan terasa lebih besar dari sekadar perombakan lini produk biasa. Odyssey telah lama dipandang sebagai salah satu MPV paling berpengaruh yang pernah dibuat Honda.
Sempat Dihentikan, Lalu Kembali
Perjalanan Odyssey dalam beberapa tahun terakhir juga tidak mulus. Honda sempat menghentikan produksinya pada 2021 setelah penutupan pabrik Sayama di Jepang.
Namun cerita model ini belum selesai pada saat itu. Berkat tingginya permintaan dari pelanggan dan jaringan dealer, Odyssey kembali dijual pada 2023 dengan status impor dari Cina.
Kembalinya Odyssey sempat menunjukkan bahwa nama besar model ini masih memiliki basis peminat. Meski begitu, kebangkitan tersebut tampaknya belum cukup untuk membalikkan tekanan pasar yang kini semakin berat bagi MPV tradisional.
Masuknya kembali Odyssey sebagai model impor juga menjadi penanda bahwa posisinya sudah berubah dibanding masa kejayaan terdahulu. Mobil ini tidak lagi berada dalam lanskap pasar yang sama seperti saat pertama kali mendominasi perhatian keluarga Jepang.
Tekanan SUV Makin Kuat
Dominasi SUV dan crossover menjadi konteks besar di balik keputusan Honda. Banyak produsen kini menyesuaikan portofolio produknya dengan arah permintaan konsumen yang mengutamakan model bertubuh lebih tinggi dan berkesan serbaguna.
Dalam situasi seperti itu, MPV besar menghadapi ruang gerak yang makin sempit. Odyssey, yang selama ini identik dengan pendekatan kenyamanan keluarga khas minivan, ikut terkena dampak dari perubahan tersebut.
Rencana menyiapkan SUV besar sebagai pengganti posisi Odyssey memperlihatkan strategi Honda untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar terkini. Ini juga menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi bukan bersifat sementara, melainkan bagian dari penataan produk yang lebih luas.
Jika penjualan Odyssey benar berakhir pada batas waktu yang disebutkan, maka Honda akan menutup satu bab penting dalam sejarah otomotif Jepang. Nama Odyssey akan tercatat sebagai model yang pernah membuka jalan bagi minivan modern, lalu akhirnya tersingkir ketika pasar beralih kuat ke SUV.
