1.101 Toyota bZ4X Kena Recall, Software Baterai Bisa Bikin Tenaga Mendadak Hilang

Author: Qoo Media

Toyota Australia kembali menarik 1.101 unit bZ4X model 2025-2026 karena masalah di sistem kendali baterai. Gangguan ini dinilai bisa membuat tenaga mobil hilang saat digunakan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Masalahnya berawal dari Electronic Control Unit yang mengatur baterai tegangan tinggi pada SUV listrik itu. Jika perangkat lunaknya bermasalah, panel instrumen bisa menampilkan pesan “EV System Malfunction” sebelum sistem penggerak listrik mati mendadak saat mobil sedang melaju.

Toyota menyebut perbaikan akan dilakukan di jaringan diler resmi tanpa biaya. Pemilik kendaraan yang masuk daftar akan dihubungi langsung, sementara mereka yang melihat pesan peringatan itu diminta segera menghubungi dealer resmi.

Perusahaan menegaskan belum ada laporan kecelakaan atau korban yang terkait dengan kasus ini. Namun, recall tetap dijalankan sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keselamatan pengguna mobil listrik asal Jepang tersebut.

Sebagai solusi, dealer akan memperbarui perangkat lunak ECU pengendali baterai ke versi terbaru. Pembaruan itu ditujukan untuk menghilangkan potensi gangguan pada sistem penggerak listrik.

Kasus bZ4X ini menambah daftar panjang penarikan kembali Toyota di Amerika Serikat sepanjang 2026. Sepanjang tahun ini, Toyota sudah melakukan 9 kali recall yang melibatkan 1.024.794 unit.

Recall terbesar Toyota di AS tahun ini menyentuh sekitar 550 ribu unit Highlander. Masalahnya ada pada kursi baris kedua yang disebut tidak bisa terkunci setelah disetel.

Ada juga recall untuk model Tundra 2024-2025 karena gambar kamera belakang mungkin tidak tampil. Toyota turut menarik Prius dengan jumlah hampir 150 ribu unit karena pintu belakang bisa terbuka tiba-tiba.

Di sisi lain, recall terkecil Toyota justru menyangkut komponen lampu depan. Sebanyak 79 lampu depan yang tidak dirancang untuk pasar Amerika disebut mungkin sudah terpasang di mobil listrik bZ4X.

Dengan rangkaian recall tersebut, Toyota tercatat sebagai merek ketiga terbanyak yang melakukan penarikan kembali di AS sepanjang 2026. Posisinya berada di bawah General Motor dan Ford Motor Company.

Source: www.liputan6.com
Terbaru