Geely EX2 Tembus Hampir 5.000 Unit, Mobil Listrik Rp 200 Jutaan Ini Kian Sulit Diabaikan

Author: Qoo Media

Geely EX2 mencatat penyerapan hampir 5.000 unit di Indonesia hingga Mei 2026. Angka wholesales yang sudah menembus lebih dari 4.900 unit itu menunjukkan respons pasar yang kuat untuk mobil listrik di segmen harga di bawah Rp300 juta.

Capaian ini juga mempertegas posisi EX2 sebagai salah satu model yang menarik perhatian di pasar kendaraan listrik nasional. Di tengah persaingan yang kian ramai, model ini justru mendapat sambutan positif dan mendorong Geely menyesuaikan langkah produksinya.

Menurut Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Constantinus Herlijoso, sebelumnya pengiriman unit EX2 ke dealer sudah berada di kisaran 1.000 unit saat Maret 2026. Dalam perkembangan terbarunya, total wholesales hingga Mei sudah mencapai lebih dari 4.900 unit.

Lonjakan itu membuat Geely Auto Indonesia meningkatkan kapasitas produksi EX2 di fasilitas PT Handal Indonesia Motor di Purwakarta, Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk menjaga ketersediaan unit di jaringan penjualan sekaligus mempercepat pengiriman kendaraan ke konsumen akhir.

Geely menyebut peningkatan volume perakitan akan membuat rata-rata waktu inden EX2 berada di kisaran satu bulan. Upaya ini dinilai penting agar momentum permintaan tetap terjaga saat minat konsumen terus tumbuh.

Dari sisi harga, EX2 bermain di area yang sangat kompetitif untuk pasar Indonesia. Per Juni 2026, harga On The Road DKI Jakarta dipatok Rp239,9 juta untuk Geely EX2 Pro dan Rp269,9 juta untuk Geely EX2 Max.

Posisi harga itu membuat EX2 masuk ke salah satu segmen paling sensitif di pasar otomotif nasional. Banderolnya berada di bawah Rp300 juta, sebuah area yang selama ini menjadi magnet besar bagi pembeli mobil pertama maupun konsumen yang mencari kendaraan harian dengan biaya operasional lebih efisien.

Produksi lokal ditingkatkan

Keputusan menambah kapasitas produksi juga menegaskan pentingnya peran perakitan lokal dalam strategi Geely di Indonesia. PT Handal Indonesia Motor menjadi mitra manufaktur lokal yang menangani proses perakitan model ini.

President Director HMI, Denny Siregar, menyatakan keterlibatan manufaktur lokal menjadi bukti kesiapan industri dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Ia juga menyoroti dukungan pengetahuan dan teknologi dari Geely yang memperkuat proses perakitan serta kendali mutu agar kualitas produk tetap konsisten.

Selain peningkatan produksi, Geely turut menambah pilihan tampilan untuk konsumen lewat warna baru Aether Green. Tambahan warna ini menjadi pelengkap saat minat pasar terhadap EX2 terus meningkat.

Spesifikasi dua varian

Geely EX2 dipasarkan dalam dua varian, yakni Pro dan Max. Keduanya sama-sama menggunakan penggerak roda belakang dengan motor listrik permanent magnet synchronous motor yang ditempatkan di roda belakang.

Baik EX2 Pro maupun EX2 Max menghasilkan tenaga 85 kW atau 114 hp dan torsi 150 Nm. Kecepatan maksimumnya disebut mencapai 130 km/jam.

Untuk baterai, EX2 Max memakai baterai LFP 30,12 kWh dengan klaim jarak tempuh 310 kilometer berdasarkan standar CLTC. Sementara EX2 Pro menggunakan baterai LFP 40,16 kWh dengan klaim jarak tempuh 410 kilometer berdasarkan CLTC.

Data tersebut menempatkan EX2 sebagai model yang menawarkan dua pilihan kebutuhan berbeda. Konsumen bisa memilih varian sesuai prioritas, baik dari sisi harga maupun jarak tempuh.

Varian Harga OTR Jakarta Baterai Jarak tempuh klaim Penggerak
Geely EX2 Pro Rp239,9 juta LFP 40,16 kWh 410 km (CLTC) Roda belakang
Geely EX2 Max Rp269,9 juta LFP 30,12 kWh 310 km (CLTC) Roda belakang

Garansi dan perlengkapan pembelian

Setiap pembelian Geely EX2 sudah disertai wall charger dan portable charger. Paket ini menjadi nilai tambah karena konsumen tidak perlu menyiapkan perangkat pengisian dasar secara terpisah.

Geely juga memberikan garansi kendaraan selama 5 tahun atau 150.000 km. Untuk power battery, driving motor, dan motor controller, masa garansinya mencapai 8 tahun atau 150.000 km.

Selain itu, tersedia layanan Emergency Roadside Assistance selama 3 tahun tanpa batasan jarak. Dukungan purnajual ini menjadi bagian penting untuk membangun rasa aman, terutama bagi konsumen yang baru beralih ke mobil listrik.

Dengan penyerapan yang sudah mendekati 5.000 unit hingga Mei 2026, EX2 kini bukan lagi sekadar pendatang baru yang mencuri perhatian. Model ini sudah bergerak menjadi salah satu pemain penting di segmen mobil listrik terjangkau, dengan produksi yang ditingkatkan, inden yang dijaga di kisaran satu bulan, dan jaringan pasokan unit yang terus diperkuat.

Source: otodriver.com
Terbaru