BMW Ngaku Penjualannya Tak Terganggu Ekonomi, Saat Rival Mulai Menahan Napas

Author: Qoo Media

BMW memilih tetap optimistis saat banyak merek otomotif mulai merasakan tekanan dari ekonomi dan pelemahan rupiah. Di Indonesia, pabrikan asal Jerman itu mengaku penjualannya masih bergerak positif dan belum menunjukkan gangguan berarti.

Data Gaikindo yang diolah menunjukkan BMW masih memimpin pasar mobil mewah di Indonesia. Pada periode Mei 2026, penjualan retail BMW mencapai 200 unit, hanya turun tipis dari April 2026 yang membukukan 212 unit.

Permintaan masih bertahan

Kinerja itu menarik karena pasar otomotif tengah dibayangi sejumlah tantangan. Kenaikan harga bahan bakar minyak disebut ikut membuat sebagian konsumen menunda pembelian mobil baru.

BMW menilai kondisi tersebut belum menekan permintaan mereka. Peter Sunny Medalla, President Director BMW Group Indonesia, mengatakan penjualan sejauh ini tidak terdampak dan pihaknya justru terus menghadirkan mobil ke pasar Indonesia.

Sunny juga menyebut konsumen BMW masih setia menunggu kehadiran model-model baru. Menurut dia, minat terhadap produk BMW tetap terlihat meski situasi ekonomi belum sepenuhnya stabil.

Segmen premium tetap punya ruang

BMW menegaskan posisinya berada di kelas premium dengan harga mulai Rp 1 miliar ke atas. Menurut Sunny, segmen ini masih memiliki pasar karena semua model BMW tetap mencatatkan penjualan yang baik.

Ia mengatakan BMW tidak terlalu agresif dalam mendorong penjualan. Meski begitu, perusahaan tetap puas karena para peminatnya masih ada dan respons pasar terjaga.

Perbandingan dengan kompetitor juga menunjukkan posisi BMW masih kuat. Pada April 2026, penjualan BMW tercatat 212 unit, jauh di atas Lexus yang membukukan 91 unit pada periode yang sama.

Harga masih ditahan

Di sisi lain, fluktuasi nilai tukar rupiah membuat sejumlah merek otomotif melakukan penyesuaian harga. BMW belum mengikuti langkah itu dan masih menahan harga jual produknya untuk sementara waktu.

Sunny mengatakan perusahaan belum akan menaikkan harga dalam waktu dekat. Namun, BMW akan melakukan evaluasi ulang untuk menyesuaikan harga berdasarkan kurs yang berlaku.

Saat ini, produk BMW dijual di rentang Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar ke atas. Dengan posisi harga tersebut, BMW tetap melihat ada ruang permintaan di tengah tantangan pasar yang lebih luas.

Lini produk terus diperkuat

BMW juga baru melengkapi lini produknya dengan tiga model performa tinggi, yakni M2, M2 CS, dan M3 Touring. Kehadiran model-model baru ini menjadi bagian dari strategi BMW untuk menjaga minat konsumen di Indonesia.

Langkah itu sejalan dengan pengakuan BMW bahwa konsumen mereka masih menunggu kehadiran produk anyar. Di tengah tekanan ekonomi, pabrikan ini justru mencoba menjaga ritme peluncuran agar pasar premium tetap bergerak.

Source: otomotif.katadata.co.id
Terbaru