Ferrari berhasil menghabiskan seluruh jatah mobil listrik Luce untuk pasar China, meski model ini justru memicu banyak kontroversi sejak diperkenalkan. Harga jualnya dipatok 3,988 juta yuan atau sekitar US$586.600, sekitar Rp9,5 miliar, dan angka itu disebut tujuh persen lebih murah dibanding harga di Eropa.
Yang membuat penjualannya mencuri perhatian bukan hanya banderolnya, tetapi juga kuota yang sangat terbatas. Ferrari hanya menyediakan 88 unit untuk China, dan seluruh alokasi tersebut langsung ludes terjual.
Respons pasar yang kontras
Kondisi itu sempat memunculkan spekulasi bahwa Ferrari menerapkan semacam “tes loyalitas” bagi pelanggan. Isu itu berkembang karena pembeli Luce disebut akan mendapat prioritas untuk membeli model Ferrari lain yang lebih eksklusif.
Namun, Chief Marketing Officer Ferrari membantah rumor tersebut dalam wawancara dengan The Drive. Bantahan itu penting karena penjualan Luce di China terjadi di tengah sorotan besar atas posisi mobil ini di lini produk Ferrari.
Mobil listrik pertama yang dipasarkan massal
Luce EV resmi menjalani debut global pada Mei 2026 dan menjadi mobil listrik massal pertama Ferrari. Pabrikan asal Italia itu menempatkannya bukan sebagai supercar, melainkan sebagai grand tourer lima penumpang.
Posisi itu membuat Ferrari mencoba menjaga identitas mereknya sambil masuk lebih jauh ke segmen elektrifikasi. Di saat yang sama, langkah ini juga membuka ruang kritik dari penggemar yang menilai mobil tersebut terlalu biasa dan terlalu mudah, terutama untuk ukuran Ferrari.
Dibandingkan rival dari China
Di pasar China, Luce langsung berhadapan dengan sejumlah model listrik lokal yang jauh lebih murah. Salah satu pembanding paling mudah adalah BYD Yangwang U9, yang harganya hanya sekitar setengah dari Luce.
Supercar listrik itu menawarkan pengisian daya lebih cepat, akselerasi 0-100 km per jam yang lebih singkat, dan tenaga lebih besar dengan selisih lebih dari 200 hp yang disalurkan ke keempat roda. Dari sisi harga, selisihnya membuat perbandingan keduanya semakin tajam di mata konsumen.
Ada pula GAC Hyptec SSR yang dibanderol mulai 1.286.000 yuan atau sekitar US$189.200. Dengan harga satu Ferrari Luce, konsumen bahkan bisa membeli hampir tiga unit Hyptec SSR, sementara varian tertingginya diklaim mampu melaju dari 0-100 km/jam dalam 1,9 detik menurut Car News China.
Kontroversi, kritik, dan dampak ke Ferrari
Sorotan terhadap Luce tidak berhenti pada perbandingan harga dan performa. Setelah peluncuran, mobil ini juga menuai kritik karena dianggap terlalu biasa, terlalu mudah, dan terlalu “mobil listrik”.
Respons negatif itu disebut berdampak ke pasar. Saham Ferrari sempat anjlok 6 persen, lalu perusahaan memecat pejabat kepala pemasaran dan komersial Enrico Galliera sepekan setelah peluncuran.
Ferrari kemudian menunjuk Massimiliano Di Silvestre, mantan bos BMW di Italia, untuk menggantikan posisi tersebut. Di tengah kritik dan perdebatan soal identitas merek, fakta bahwa seluruh 88 unit Luce di China habis terjual menunjukkan satu hal yang berbeda: minat pasar tetap besar, bahkan ketika mobil ini memecah opini publik.
Source: www.cnnindonesia.com






