Gelombang otomatisasi dan kecerdasan buatan mulai mengubah peta kerja global dengan cepat. World Economic Forum melalui Future of Jobs Report 2025 memperkirakan 92 juta pekerjaan akan hilang, meski pada saat yang sama 170 juta pekerjaan baru juga tercipta hingga 2030.
Perubahan itu membuat pasar tenaga kerja tidak sekadar menyusut, melainkan bergeser ke jenis pekerjaan yang berbeda. WEF mencatat ada peningkatan bersih 78 juta pekerjaan baru di berbagai sektor, terutama di bidang teknologi, energi terbarukan, pendidikan, dan perawatan.
Tekanan terbesar datang dari pekerjaan yang mudah diotomatisasi. Asisten administratif, desain grafis, dan sejumlah peran operasional tradisional disebut menghadapi tekanan besar karena teknologi makin mampu mengambil alih tugas rutin.
Kondisi ini menuntut pekerja bergerak lebih cepat dalam menyesuaikan keterampilan. WEF menyoroti kesenjangan keterampilan sebagai tantangan besar karena hampir 40 persen keterampilan yang dibutuhkan di masa depan merupakan keterampilan baru atau masih berkembang.
Lebih dari separuh tenaga kerja global juga diperkirakan harus menjalani pelatihan ulang atau peningkatan keterampilan. Angkanya mencapai 59 persen agar tetap kompetitif di pasar kerja yang terus berubah.
Kebutuhan perusahaan ke depan tidak hanya tertuju pada kemampuan teknis. Literasi teknologi kini perlu berjalan bersama kemampuan berpikir analitis, kreativitas, dan kepemimpinan.
Aspek non-teknis juga ikut menentukan daya saing pekerja. Resiliensi, fleksibilitas, dan semangat belajar sepanjang hayat menjadi bagian penting saat pasar kerja bergerak semakin cepat.
Di tengah perubahan itu, ada sepuluh pekerjaan yang diperkirakan paling rentan menghilang. Daftar ini memperlihatkan bagaimana tugas rutin, administrasi, dan transaksi fisik semakin tertekan oleh otomatisasi.
10 pekerjaan yang diprediksi menghilang
- Petugas layanan pos: -34%
- Teller bank: -31%
- Petugas entri data: -26%
- Petugas percetakan: -20%
- Asisten administratif dan sekretaris eksekutif: -20%
- Kasir dan pegawai tiket: -20%
- Petugas akuntansi, pembukuan, dan penggajian: -18%
- Petugas pencatatan bahan dan penyimpanan stok: -16%
- Sales door to door: -14%
- Petugas dan konduktor transportasi: -14%
Daftar tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan yang bergantung pada proses berulang berada dalam posisi paling rentan. Di sisi lain, sektor yang terkait teknologi, energi hijau, pendidikan, dan perawatan justru diperkirakan tumbuh lebih kuat.
Bagi pekerja, sinyal ini menjadi penanda bahwa perubahan karier tidak lagi bisa ditunda. Kemampuan untuk belajar ulang dan beradaptasi kini menjadi modal utama agar tetap relevan saat dunia kerja memasuki fase baru.







