Changan Siapkan Senjata Baru di GIIAS 2026, Harapannya Jelas Dongkrak Penjualan EV

Changan Indonesia menyiapkan satu model baru untuk diperkenalkan di GIIAS 2026. Langkah ini diposisikan sebagai upaya memperluas lini mobil listrik sekaligus mendorong penjualan yang masih bertumbuh bertahap di pasar domestik.

Rencana itu muncul saat penjualan Changan di Indonesia masih dalam fase awal pengembangan merek. Perusahaan menilai tambahan produk, terutama di segmen harga yang lebih terjangkau, dapat membuka peluang volume yang lebih besar.

Chief Executive Officer Changan Indonesia Setiawan Surya memastikan model baru tersebut akan hadir saat GIIAS 2026. Namun, identitas kendaraan itu belum diungkap.

Menurut Setiawan, peluncuran resmi Deepal S05 justru dilakukan lebih dulu sebelum pameran berlangsung. Dengan begitu, model yang dibawa ke GIIAS nanti bukan Deepal S05, melainkan produk lain yang akan menambah jajaran elektrifikasi Changan.

Saat ini, Changan telah menghadirkan Lumin dan Deepal S07 di Indonesia. Selain itu, Deepal S05 juga dijadwalkan meluncur sebelum GIIAS 2026.

Kehadiran model baru di pameran itu juga akan dibarengi pembukaan masa pemesanan awal atau pre-book. Changan sebelumnya sudah menggunakan pola serupa dan akan mengulang strategi itu untuk memancing respons pasar sejak tahap awal perkenalan.

Penjualan masih bertahap

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan Changan melalui model Deepal S07 dan Lumin sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai 231 unit. Angka itu menjadi gambaran awal penerimaan pasar terhadap merek yang baru memulai penjualan di Indonesia pada awal tahun ini.

Setiawan menilai capaian tersebut masih wajar untuk pemain baru. Menurut dia, Changan masih membutuhkan waktu untuk membangun merek serta memperluas pengenalan produk kepada konsumen.

Fase ini penting karena pasar otomotif nasional tidak hanya menuntut produk baru, tetapi juga kepercayaan terhadap merek. Karena itu, penambahan model dinilai bukan sekadar memperbanyak pilihan, melainkan juga memperkuat eksistensi Changan di tengah persaingan mobil listrik.

Di sisi lain, komposisi produk yang dipasarkan saat ini ikut memengaruhi volume penjualan. Deepal S07 bermain di segmen harga yang relatif tinggi, sehingga basis pasarnya lebih sempit dibanding segmen menengah.

Harga jadi faktor penting

Setiawan mengatakan pasar otomotif nasional masih didominasi kendaraan dengan harga di bawah Rp 500 juta. Sementara itu, Deepal S07 dipasarkan di segmen di atas Rp 600 juta.

Kondisi tersebut membuat potensi volume S07 tidak sebesar model yang bermain di rentang harga lebih rendah. Changan melihat celah inilah yang ingin disasar melalui produk-produk berikutnya.

Deepal S05 diperkirakan dijual mulai Rp 500 jutaan. Dengan posisi harga itu, Changan berharap model tersebut dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan membantu meningkatkan penjualan.

Harapan serupa juga diarahkan pada model baru yang akan diperkenalkan di GIIAS 2026. Meski belum ada rincian spesifikasi maupun nama model, arah strateginya terlihat jelas, yakni memperluas daya tarik merek lewat produk yang lebih mudah diterima pasar.

Setiawan juga memberi sinyal bahwa Changan tengah menyiapkan versi yang lebih murah dan lebih terjangkau di masa mendatang. Pernyataan itu memperkuat dugaan bahwa perusahaan sedang menyusun portofolio produk secara bertahap untuk mengejar volume.

GIIAS jadi panggung penting

Bagi Changan, GIIAS 2026 bukan sekadar ajang pameran, melainkan momentum penting untuk menjaga eksposur merek. Setelah memasarkan Lumin dan Deepal S07, lalu menyiapkan peluncuran Deepal S05 sebelum pameran, perusahaan kini mencoba menjaga ritme dengan membawa model baru ke hadapan publik.

Strategi tersebut menunjukkan Changan ingin terus hadir dalam percakapan pasar, bukan hanya mengandalkan produk yang sudah beredar. Dalam fase awal ekspansi, intensitas peluncuran dan pembukaan pre-book dapat membantu mengukur minat konsumen sekaligus membangun basis calon pembeli.

Tambahan model baru juga berpotensi memberi pilihan yang lebih luas bagi konsumen yang mulai melirik kendaraan listrik. Ini penting karena pasar mobil listrik di Indonesia semakin ramai, sementara konsumen cenderung membandingkan harga, segmen, dan citra merek sebelum memutuskan pembelian.

Dengan kondisi itu, langkah Changan di GIIAS 2026 akan menjadi penanda arah bisnis mereka di Indonesia. Fokusnya bukan hanya menambah satu nama baru dalam katalog, tetapi memperbesar peluang penjualan lewat produk yang dinilai lebih sesuai dengan karakter pasar nasional.

Source: otomotif.kompas.com

Terkait