Bos BMW M Isyaratkan Kembalinya M1, Supercar Ikonis Itu Akhirnya Mungkin Hidup Lagi

Author: Qoo Media

Kabar tentang kemungkinan kembalinya BMW M1 kembali memantik perhatian penggemar mobil performa. Isyarat itu datang dari puncak divisi BMW M, yang untuk pertama kalinya secara terbuka menunjukkan ketertarikan menghidupkan kembali nama legendaris tersebut.

Bagi BMW, M1 punya bobot historis yang besar karena mobil inilah yang menandai awal perjalanan divisi M. Mobil sport bermesin tengah itu memang hanya hadir singkat, tetapi jejaknya masih kuat di kalangan pencinta supercar hingga sekarang.

Nama besar yang tak pernah benar-benar hilang

BMW selama ini dikenal memiliki lini mobil performa dari kelas bawah hingga atas, mulai dari M2 sampai M8. Namun, berbeda dari Audi yang telah menyiapkan Nuvolari sebagai penerus R8 dan Mercedes-Benz dengan AMG One serta seri GT, BMW belum punya supercar modern di jajaran utamanya.

Di titik inilah M1 menjadi nama yang terus dibicarakan. Supercar flagship BMW itu pernah mengisi peran penting sebelum akhirnya berhenti diproduksi, dan hingga kini masih dianggap sebagai salah satu ikon paling berpengaruh dalam sejarah merek asal Bavaria tersebut.

M1 pertama kali diproduksi pada 1978 sampai 1981. Selama periode itu, mobil ini hanya terjual 453 unit, angka yang membuatnya jauh dari status mobil massal, tetapi justru menambah aura eksklusifnya.

Frank van Meel memberi sinyal yang dinanti

CEO BMW M, Frank van Meel, menyebut dirinya sangat menyukai M1 orisinal. Ia juga menyatakan keinginan untuk membuat versi barunya, sebuah pernyataan yang langsung dibaca banyak penggemar sebagai sinyal paling jelas sejauh ini.

Pernyataan itu memberi harapan baru bagi para pencinta BMW yang sudah lama menunggu supercar sejati dari pabrikan tersebut. Meski belum mengarah pada pengumuman resmi, ucapan van Meel menunjukkan bahwa nama M1 masih hidup di dalam radar internal BMW M.

BMW sudah beberapa kali mendekati ide penerus M1

Ketertarikan terhadap penerus M1 sebenarnya bukan hal baru. BMW pernah memperkenalkan M1 Homage, sebuah konsep yang mengambil inspirasi dari mobil legendaris itu dan sempat memunculkan harapan akan kelahiran kembali sebuah supercar BMW.

Beberapa tahun kemudian, BMW juga menampilkan Vision M Next pada 2019. Mobil konsep itu diklaim memakai mesin 4-silinder, menghasilkan tenaga 591 hp, dan mampu melaju hingga 300 km/jam.

Namun, proyek itu tidak berlanjut ke tahap produksi. Sebagai gantinya, BMW kemudian menghadirkan XM, sebuah super-SUV yang dikembangkan khusus oleh divisi performa tinggi dan mengisi kekosongan yang sebelumnya ditinggalkan oleh M1.

Warisan yang masih dicari BMW

Keberadaan XM memang menunjukkan BMW tetap serius menjaga citra performa tinggi, tetapi bentuknya berbeda dari supercar murni. Karena itu, kemungkinan kembalinya nama M1 tetap terasa istimewa, terutama bagi mereka yang menginginkan model halo yang lebih dekat dengan warisan asli BMW M.

M1 sendiri tetap memiliki tempat unik di sejarah otomotif BMW karena kombinasi desain baji, mesin tengah, dan statusnya sebagai pembuka jalan bagi divisi M. Di tengah belum hadirnya supercar flagship modern, sinyal dari Frank van Meel membuat pertanyaan lama kembali muncul: apakah BMW akhirnya siap menghidupkan lagi nama M1 setelah hampir 50 tahun?

Source: www.bincangbincangmobil.com
Terbaru