Ai Ogura mencatat sejarah besar di Sirkuit Assen dengan meraih kemenangan perdana di kelas utama MotoGP. Pebalap Trackhouse Aprilia itu juga menjadi pembalap Jepang pertama yang menang di kelas premier sejak Makoto Tamada pada musim 2004.
Kemenangan Ogura terasa makin istimewa karena Trackhouse Aprilia mengunci finis 1-2 lewat Raul Fernandez di posisi kedua. Dominasi tim satelit asal Amerika tersebut menegaskan kekuatan RS-GP26 sepanjang akhir pekan MotoGP Belanda 2026.
Ogura Menang di Tengah Tekanan
Balapan utama berlangsung selama 26 putaran dan berjalan ketat di barisan depan. Sembilan lap menjelang finis, Ogura dan Fernandez sama-sama menyalip Jorge Martin secara berurutan untuk mengambil kendali lomba.
Ogura tidak menang dengan cara mudah. Ia sempat mengalami kendala pada rear ride-height device yang macet di tengah balapan, tetapi tetap mampu menjaga ritme dan menahan tekanan hingga garis finis.
Setelah melewati Fernandez, Ogura langsung membuka jarak aman. Ia menutup balapan dengan catatan 40 menit 21,905 detik, unggul 2,004 detik dari rekan setimnya.
Trackhouse Aprilia Kuasai Akhir Pekan
Hasil di Assen bukan kejutan yang muncul tiba-tiba. Pada balapan sprint sehari sebelumnya, Raul Fernandez sudah lebih dulu memperlihatkan kekuatan Trackhouse Aprilia dengan merebut kemenangan.
Fernandez старт dari posisi keempat, lalu memimpin sprint 13 lap dari awal hingga akhir. Ogura mengikuti di belakangnya untuk mengamankan finis 1-2 perdana bagi Trackhouse Aprilia pada sesi pendek itu.
Fabio Di Giannantonio finis ketiga pada sprint setelah duel sengit melawan Jorge Martin dan Marco Bezzecchi. Di sisi lain, pabrikan lain kesulitan membendung laju motor Aprilia RS-GP26 yang digunakan tim satelit tersebut.
Drama dan Insiden Mengubah Jalannya Balapan
Balapan utama juga diwarnai banyak insiden yang memengaruhi hasil akhir. Pemimpin klasemen sementara, Marco Bezzecchi, mengalami kecelakaan keras berkecepatan tinggi di Tikungan 15 pada lap kedua.
Insiden itu membuat Bezzecchi kehilangan puncak klasemen, yang kemudian beralih ke Jorge Martin. Pedro Acosta juga gagal menyelesaikan lomba karena masalah fisik pada lengan kanan, sementara Francesco Bagnaia mundur akibat kendala teknis pada sistem pengereman Ducati GP26 miliknya.
Situasi semakin berubah setelah pengawas balapan menjatuhkan sejumlah penalti. Marc Marquez terkena hukuman turun satu posisi karena dinilai melanggar batas lintasan saat bertahan dari serangan Fabio Di Giannantonio di final chicane.
Brad Binder dan Augusto Fernandez juga menerima penalti tambahan 16 detik. Keduanya dinyatakan melanggar regulasi batas minimal tekanan ban.
Hasil Papan Atas
Di belakang duo Trackhouse Aprilia, Jorge Martin menutup balapan di posisi ketiga. Fabio Di Giannantonio menyusul di urutan keempat, di depan Alex Marquez, Enea Bastianini, dan Marc Marquez yang tercatat turun ke posisi tujuh setelah penalti.
Fabio Quartararo finis kedelapan, disusul Alex Rins dan Luca Marini di 10 besar. Di luar itu, Brad Binder, Jack Miller, Maverick Viñales, Diogo Moreira, Augusto Fernandez, dan Cal Crutchlow melengkapi daftar finis, sementara Francesco Bagnaia, Toprak Razgatlioglu, Pedro Acosta, Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi, dan Joan Mir gagal menyentuh garis finis.
Hasil di Assen menegaskan bahwa Trackhouse Aprilia bukan hanya cepat di satu sesi, tetapi konsisten dalam dua format balapan. Bagi Ogura, kemenangan ini sekaligus membuka babak baru kariernya di MotoGP dengan cara yang bersejarah.
