Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo mendorong pemerintah agar insentif otomotif tidak lagi hanya terkonsentrasi pada jenis kendaraan tertentu. Asosiasi ini mengusulkan stimulus diberikan secara merata untuk seluruh jenis kendaraan, mulai dari Internal Combustion Engine atau ICE, Hybrid Electric Vehicle atau HEV, Plug-in Hybrid Electric Vehicle atau PHEV, hingga Battery Electric Vehicle atau BEV.
Usulan itu muncul di tengah upaya menjaga daya saing industri otomotif nasional saat pasar global terus berubah. Gaikindo menilai Indonesia perlu tetap menarik bagi investor, sekaligus memberi dorongan yang setara bagi seluruh pelaku industri agar pertumbuhan pasar tetap terjaga.
Dukungan pemerintah dinilai penting
Gaikindo mengapresiasi langkah pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, dalam mendukung pertumbuhan dan menjaga keberlangsungan industri otomotif Tanah Air. Asosiasi ini menilai pemerintah tidak pernah absen memberi dukungan melalui program, kebijakan, dan insentif untuk menghadapi berbagai tantangan yang datang sejak beberapa tahun terakhir.
Tantangan itu mencakup kondisi global akibat Covid-19 hingga perubahan teknologi, termasuk kehadiran kendaraan berbasis listrik. Gaikindo juga menilai komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku industri ikut membantu menjaga ekosistem otomotif tetap berjalan.
Selain itu, pemerintah disebut terus menempatkan investor Jepang sebagai mitra strategis dalam pengembangan industri manufaktur nasional. Dukungan tersebut hadir lewat fasilitas, insentif, regulasi yang adaptif, dan komunikasi yang berlangsung terus-menerus dengan pelaku industri otomotif.
Investor Jepang dan minat dari Tiongkok
Menurut Gaikindo, produsen otomotif asal Jepang yang telah lama beroperasi di Indonesia biasanya menyiapkan investasi dengan analisis matang dan perencanaan jangka panjang. Fokus mereka tidak hanya pada pembangunan fasilitas produksi kendaraan dan komponen, tetapi juga pada pengembangan ekosistem industri yang memperkuat efisiensi, daya saing, dan keberlanjutan sektor otomotif nasional.
Dalam lima tahun terakhir, Jepang juga memperkuat komitmen investasinya melalui pembangunan rantai nilai industri otomotif atau automotive value chain. Pengembangan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang dan pembangunan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor atau proving ground di Bekasi menjadi bagian dari infrastruktur pendukung itu.
Dukungan pemerintah terhadap investor Jepang disebut turut menarik perhatian produsen otomotif asal Tiongkok. Sejumlah prinsipal yang mulai menanamkan modal di Indonesia berharap memperoleh dukungan serupa agar rencana investasi jangka panjang mereka bisa berjalan di Tanah Air.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie Sugiarto, mengatakan beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang sedang berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginan untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah. Ia menilai hal itu menjadi sinyal positif bahwa industri otomotif Indonesia masih punya daya tarik kuat di mata manufaktur global.
Dorongan untuk semua teknologi
Gaikindo menilai sektor otomotif merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pelaku industri disebut perlu terus diperkuat agar Indonesia tetap kompetitif di tengah transformasi industri otomotif global.
Usulan pemberian stimulus secara merata menjadi bagian dari dorongan tersebut. Dengan kebijakan yang menjangkau ICE, HEV, PHEV, dan BEV, Gaikindo berharap seluruh pelaku industri mendapat dorongan yang seimbang untuk menjaga pertumbuhan pasar otomotif nasional.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menegaskan asosiasi akan terus mendukung terciptanya industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Ia menyebut kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk menjaga ekosistem otomotif tetap kuat.
Source: www.liputan6.com






