BMW M Tantang Pengkritik, Coba Dulu M3 Listrik Sebelum Menghakimi

BMW M meminta para penggemar menahan penilaian soal M3 listrik pertamanya sampai mereka benar-benar mencobanya. Pimpinan divisi M, Sylvia Neubauer, menilai kritik terhadap arah elektrifikasi sebaiknya dijawab lewat pengalaman berkendara, bukan sekadar komentar dari jauh.

Sikap itu muncul di tengah perdebatan yang sudah mengiringi kehadiran M Concept Neue Klasse, mobil konsep yang menjadi pengarah masa depan performa BMW M. Versi produksinya diperkirakan menjadi BMW M3 listrik penuh pertama, sebuah perubahan besar bagi lini yang selama ini identik dengan mesin bensin berkarakter tinggi.

Nama M3 tetap dipertahankan

BMW sudah memastikan model listrik itu tetap memakai nama M3, bukan lencana baru khusus EV. Keputusan ini menunjukkan bahwa perusahaan masih melihat identitas M ditentukan oleh performa, handling, dan keterlibatan pengemudi, bukan semata-mata jenis mesin.

BMW juga menegaskan mobil baru itu akan tetap menjadi mobil M yang autentik meski tidak lagi memakai mesin pembakaran. Di sisi performa, M3 listrik tersebut diperkirakan menghasilkan sekitar 700 tenaga kuda, yang menempatkannya di antara varian M3 paling bertenaga untuk penggunaan jalan raya.

Di saat yang sama, BMW tetap akan menjual mobil M bermesin pembakaran bersama jajaran listriknya. Strategi ini memberi pilihan kepada pembeli ketika merek tersebut memperluas portofolio performa.

Desain baru lahir dari motorsport

M Concept Neue Klasse tidak hanya menampilkan arah elektrifikasi, tetapi juga bahasa desain baru BMW M. Michael Scully dari tim desain BMW M mengatakan setiap elemen gaya utama dikembangkan dengan fungsi sebagai prioritas, bukan tampilan semata.

Pendekatan itu berasal dari motorsport, tempat setiap permukaan aerodinamika memiliki tugas yang jelas. Karena itu, pengaruhnya diperkirakan akan terlihat pada model-model BMW M berikutnya melalui elemen aerodinamika yang lebih terintegrasi, bodi yang lebih lebar, dan desain yang lebih fokus pada peningkatan performa.

Oliver Heimler, Head of Design BMW M, menyebut konsep tersebut sebagai cetak biru untuk masa depan merek. Ia menggambarkannya sebagai generasi baru performa dan styling M yang akan membentuk arah model-model mendatang.

Keraguan penggemar dan respons BMW

Neubauer mengakui masih ada penggemar yang skeptis terhadap M3 listrik. Bagi sebagian orang, lencana M3 memang lekat dengan mesin enam silinder berputaran tinggi dan transmisi manual.

Alih-alih berdebat panjang, Neubauer meminta para penentang itu mengendarai mobilnya terlebih dahulu sebelum mengambil kesimpulan. Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang tidak menyukai versi listrik masih akan memiliki alternatif bermesin pembakaran.

BMW melihat transisi ini sebagai salah satu perubahan terbesar dalam sejarah divisi M. Namun perusahaan tetap mempertahankan filosofi intinya, yaitu membangun mobil performa yang terinspirasi oleh motorsport.

Perubahan besar untuk lini M

M Concept Neue Klasse juga memberi petunjuk bahwa transformasi ini tidak berhenti di M3. Banyak bahasa desain dan gagasan teknis dari konsep tersebut diperkirakan akan masuk ke model BMW M berperforma tinggi lainnya.

Itulah sebabnya BMW memandang mobil listrik ini bukan sebagai pemutus tradisi, melainkan sebagai babak baru. Bagi BMW, pertanyaan utamanya bukan lagi apakah M3 harus tetap memakai mesin bensin, melainkan apakah mobil itu masih mampu memberi rasa M yang sama saat berada di tangan pengemudi.

Terkait