Avatr Technology kembali melaju ke bursa Hong Kong setelah prospektus lamanya kedaluwarsa. Perusahaan ini memperbarui dokumen dan mengajukan ulang listing papan utama, menandakan ambisinya untuk mempercepat langkah menuju penawaran saham perdana.
Pengajuan baru itu muncul setelah prospektus sebelumnya yang diserahkan pada November 2025 resmi gugur pada Mei karena masa berlaku enam bulannya habis. Menurut pengungkapan di situs Bursa Efek Hong Kong pada 30 Juni, Avatr juga telah memperbarui data keuangannya hingga akhir 2025.
Dorongan listing di tengah sorotan penjualan
Avatr adalah merek kendaraan listrik yang dibangun bersama oleh Changan Automobile, Huawei, dan CATL. Langkah refile ini menunjukkan perusahaan tetap memegang target pasar modal meski skala bisnisnya masih jauh di bawah para pemimpin EV di Tiongkok.
Prospektus terbaru menunjukkan Avatr menjual total 20.160 kendaraan pada Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah itu, 2.949 unit berasal dari pasar luar negeri, dengan rata-rata penjualan bulanan sekitar 4.030 unit.
Angka tersebut kontras dengan para pesaing utama di segmen startup EV China. Nio dan Xpeng masing-masing telah melihat penjualan bulanan mereka naik hingga 40.000 unit pada Juni, sementara Avatr belum merilis data pengiriman untuk bulan itu.
Kinerja keuangan masih menekan
Dari sisi keuangan, Avatr masih menghadapi tekanan besar akibat skala produksi yang belum cukup besar. Kerugian kumulatif perusahaan dari 2022 hingga 2025 melampaui 13,2 miliar yuan atau sekitar $1,9 miliar.
Dalam prospektusnya, Avatr juga menyebut masih mungkin membukukan rugi bersih untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2026. Biaya penjualan pada 2025 masih menyerap 90,6% dari pendapatan, yang menandakan ruang laba masih sempit.
Perusahaan mengakui volume pembelian yang kecil membatasi daya tawar terhadap pemasok komponen. Kondisi itu menekan margin kotor, yang pada 2025 tercatat 9,4%, naik dari 6,3% pada 2024 tetapi tetap rendah dibanding industri.
Sebagai pembanding, margin kotor Nio pada kuartal pertama tahun ini mencapai 19,0%. Di sisi lain, kas dan setara kas Avatr turun menjadi 9,69 miliar yuan pada akhir 2025 dari 19,32 miliar yuan setahun sebelumnya, lalu kembali merosot ke 6,25 miliar yuan per 30 April 2026.
Ada perbaikan, tapi tantangan tetap besar
Meski menghadapi tekanan penjualan dan margin, prospektus terbaru juga memuat sejumlah sinyal positif. Pendapatan Avatr pada 2025 mencapai 25,63 miliar yuan, naik sekitar 4,5 kali lipat dalam tiga tahun.
Laba kotor melonjak 151,7% menjadi 2,42 miliar yuan pada 2025, sementara rugi bersih menyempit menjadi 3,49 miliar yuan. Perusahaan juga mencatat keuntungan 182 juta yuan dari asosiasi pada tahun pertama setelah melakukan investasi strategis senilai 11,5 miliar yuan untuk kepemilikan 10% di Yinwang, atau Newcool, unit bisnis otomotif cerdas milik Huawei.
Ekspansi luar negeri menjadi salah satu titik terang lain bagi Avatr. Hingga akhir 2025, perusahaan telah membangun lebih dari 80 gerai penjualan di 38 negara dan kawasan.
Namun, arah jangka menengah perusahaan masih menyimpan ketidakpastian. Changan juga mendorong integrasi sub-merek lain, Deepal, dengan Avatr, yang berpotensi menimbulkan persaingan internal bila batas produk tidak ditegaskan dengan jelas.
Dalam kondisi seperti itu, tantangan terbesar Avatr bukan hanya menuntaskan listing Hong Kong. Perusahaan juga harus membuktikan bahwa pertumbuhan penjualan, disiplin biaya, dan posisi premium bisa bergerak serempak dalam pasar EV yang makin padat.
