Xpeng X9 hadir dalam versi facelift dengan perubahan yang jauh lebih besar dari sekadar penyegaran tampilan. MPV listrik ini kini menawarkan kabin yang lebih senyap, tenaga yang meningkat, dan jarak tempuh yang lebih panjang, dengan harga mulai Rp 1,14 miliar OTR Jakarta.
Pembaruan ini membuat X9 tampil lebih kompetitif di kelasnya karena perubahan tidak hanya menyentuh desain luar. Sejumlah detail baru juga masuk ke area kabin, sistem pengendaraan, hingga sektor baterai dan performa.
Dari sisi harga, Xpeng menempatkan versi terbaru ini dalam tiga pilihan. Varian Standard Range Pro dibanderol Rp 1,14 miliar, Long Range Pro Rp 1,219 miliar, dan Long Range Pro+ Rp 1,259 miliar.
Perubahan besar di eksterior
Secara visual, ubahan paling mudah dikenali ada pada area bonnet dan bumper depan. Detail heksagonal di bagian depan kini dihilangkan, lalu diganti dengan intake udara tengah yang lebih besar.
Bagian depan juga dibekali active grille shutter. Komponen ini bekerja bersama air curtain di sudut bumper untuk mengurangi hambatan udara secara signifikan.
Di buritan, Xpeng mengubah kombinasi warna pada bumper. Bagian bawah kini dibuat sewarna bodi dengan aksen hitam, kebalikan dari komposisi sebelumnya.
Siluet keseluruhan mobil memang tidak berubah drastis. Namun sentuhan pada bonnet dan buritan membuat tampilannya terlihat lebih elegan sekaligus lebih rapi secara aerodinamika.
Untuk varian atas, pelek 20 inci multi-spoke tetap tersedia. Xpeng juga mempertahankan center cap model self-righting ala Rolls-Royce, sehingga logo huruf X tidak ikut berputar saat roda bergerak.
Kabin jadi fokus utama pembaruan
Jika eksterior tampil lebih halus, perubahan paling banyak justru terjadi di dalam kabin. Area ini mendapat sejumlah pembaruan yang langsung berhubungan dengan kenyamanan dan kemudahan pengemudi.
Setir kini hadir dengan detail baru pada posisi logo di bagian tengah. Di sisi kiri setir juga tersedia dua tombol aktivasi bantuan mengemudi atau ADAS.
Xpeng turut menambahkan tombol pemilih mode berkendara. Dengan begitu, pengemudi tidak perlu lagi mengandalkan layar di sisi kanan untuk mengganti mode berkendara.
Peranti audio juga diperbarui. Speaker kini memakai desain yang terasa lebih mewah sekaligus memiliki konstruksi yang disebut lebih kokoh.
Fleksibilitas kabin ikut ditingkatkan lewat pola pelipatan jok baris ketiga. Konfigurasinya kini menjadi 60:40, sehingga penataan ruang bisa lebih mudah disesuaikan antara kebutuhan penumpang dan barang.
Fitur baru lain yang menonjol adalah Road Noise Cancellation. Sistem ini memanfaatkan mikrofon dan pancaran gelombang suara untuk meredam kebisingan dari luar kabin.
Xpeng juga menambahkan windshield head-up display. Fitur ini membantu pengemudi memantau informasi berkendara melalui kaca depan tanpa harus terlalu sering mengalihkan pandangan.
Tenaga naik, jarak tempuh bertambah
Perubahan penting lain datang dari sektor performa. Versi motor tunggal penggerak roda depan kini mengalami kenaikan tenaga 27 PS menjadi 346 PS, sementara torsinya tetap 450 Nm.
Untuk pasar global, Xpeng juga menyediakan opsi dual-motor all-wheel drive. Varian ini menghasilkan total tenaga 537 PS dan torsi 640 Nm.
Peningkatan tidak berhenti di motor listrik. Kapasitas baterai juga ikut naik pada dua pilihan yang tersedia.
Varian baterai LFP kini memiliki kapasitas 94,8 kWh. Sementara baterai NMC meningkat menjadi 110 kWh, dan khusus varian AWD hanya tersedia dengan baterai terbesar tersebut.
Kombinasi perbaikan aerodinamika dan kapasitas baterai yang lebih besar berdampak langsung pada jarak tempuh. Hasilnya, angka jelajah versi terbaru naik pada hampir semua varian.
Untuk motor tunggal dengan baterai kecil, jarak tempuh WLTP kini menjadi 535 kilometer dari sebelumnya 500 kilometer. Pada versi motor tunggal dengan baterai besar, jaraknya naik menjadi 615 kilometer dari 590 kilometer.
Sementara itu, varian AWD mencatatkan jarak tempuh 580 kilometer. Angka ini menempatkannya sebagai opsi yang tetap kompetitif meski menawarkan performa jauh lebih besar.
Pembaruan menyeluruh pada Xpeng X9 menunjukkan bahwa model ini tidak hanya mendapatkan sentuhan kosmetik. Dengan perubahan besar pada kabin, fitur kenyamanan, performa, serta efisiensi, versi facelift ini tampil sebagai penyegaran yang terasa seperti model baru.
