Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro sudah tersedia di Indonesia sejak Juni lalu. Keduanya menyasar konsumen yang mencari ponsel kelas menengah premium dengan tampilan yang mirip, tetapi isi yang berbeda cukup jauh.
Perbedaan paling terasa ada pada kamera utama, performa, layar, baterai, dan harga. Itu membuat pilihan antara model reguler dan Pro tidak lagi soal desain, melainkan soal kebutuhan penggunaan sehari-hari.
Secara tampilan, duo Xiaomi 17T memang nyaris serupa. Keduanya memakai modul kamera persegi dengan tiga kamera belakang, membawa label Leica, serta hadir dengan bingkai datar dan sudut bodi yang melengkung.
Posisi produk keduanya juga berdekatan karena sama-sama menjadi alternatif dari lini flagship Xiaomi 17 series. Namun, Xiaomi membedakan spesifikasi inti di sejumlah sektor agar masing-masing model punya target pengguna yang jelas.
Kamera: sama-sama Leica, sensor utamanya beda
Xiaomi 17T dan Xiaomi 17T Pro sama-sama dibekali tiga kamera belakang. Susunannya terdiri dari kamera utama 50 MP, kamera telefoto periskop 50 MP, dan kamera ultrawide 12 MP, sementara kamera depan keduanya sama-sama 32 MP.
Perbedaan utamanya ada pada sensor kamera utama. Xiaomi 17T memakai sensor 50 MP berukuran 1/1,55 inci, sedangkan Xiaomi 17T Pro menggunakan sensor OmniVision Light Fusion 950 50 MP berukuran 1/1,31 inci yang lebih besar.
Sensor yang lebih besar pada model Pro diklaim mampu menangkap lebih banyak cahaya. Dampaknya, hasil foto berpotensi tampil lebih terang dibanding model reguler.
Meski begitu, fitur fotografi dan videonya tetap serupa di banyak sisi. Keduanya mendukung 5x optical zoom, AI Ultra Zoom hingga 120x, perekaman video 4K 60 fps, HDR10+, dan Leica Log.
Xiaomi juga membekali keduanya dengan fitur Leica lain seperti Stage Mode, Leica Live Moment, dan Leica Live Portrait. Artinya, pengalaman pemotretan tetap dijaga mirip meski kualitas sensor utama dibedakan.
Performa: model Pro unggul di chipset dan storage
Di sektor dapur pacu, kedua ponsel sama-sama mengandalkan chipset MediaTek. Namun, level performanya dipisahkan cukup tegas lewat seri chipset yang dipakai.
Xiaomi 17T ditenagai MediaTek Dimensity 8500 berbasis 4 nm. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X 12 GB dan penyimpanan UFS 4.1 hingga 512 GB, dengan CPU hingga 3,4 GHz, GPU Mali-G720 MC8, dan NPU 880.
Xiaomi 17T Pro membawa chipset yang lebih tinggi, yaitu MediaTek Dimensity 9500 berbasis 3 nm. Chip tersebut memiliki CPU hingga 4,21 GHz, GPU Mali G1-Ultra, dan NPU 990.
Kapasitas memorinya juga lebih lapang di model Pro. Xiaomi 17T Pro hadir dengan RAM 12 GB dan media penyimpanan hingga 1 TB.
Dengan kombinasi itu, model Pro jelas diarahkan untuk pengguna yang mengutamakan kinerja lebih tinggi. Sementara model reguler tetap menawarkan spesifikasi kencang, tetapi dengan posisi yang lebih terjangkau.
Layar: Pro lebih besar dan refresh rate lebih tinggi
Perbedaan berikutnya terlihat di panel layar. Xiaomi 17T memakai layar AMOLED 6,59 inci dengan resolusi 1.268 x 2.756 piksel, refresh rate 120 Hz, tingkat kecerahan puncak 3.500 nits, dan perlindungan Gorilla Glass 7i.
Xiaomi 17T Pro hadir dengan layar lebih luas, yaitu 6,83 inci. Refresh rate-nya juga lebih tinggi di 144 Hz, sementara resolusi, kecerahan puncak, dan pelindung layarnya tetap sama dengan model reguler.
Artinya, model Pro menawarkan bidang pandang lebih besar dan gerakan layar yang lebih mulus. Di sisi lain, model standar tetap membawa spesifikasi layar yang sudah tinggi di kelasnya.
Baterai dan pengisian daya: beda tipis kapasitas, beda besar di charging
Kedua model sudah menggunakan baterai silicon-carbon. Teknologi ini disebut sebagai penerus baterai Lithium-ion.
Xiaomi 17T dibekali baterai 6.500 mAh. Ponsel ini mendukung pengisian cepat 67 watt dan reverse charging hingga 22,5 watt.
Xiaomi 17T Pro membawa baterai 7.000 mAh. Pengisian dayanya juga lebih tinggi, yakni 100 watt, dan sudah mendukung pengisian nirkabel 50 watt.
Selisih kapasitas baterainya memang tidak terlalu jauh. Namun, dukungan charging pada model Pro jauh lebih lengkap, terutama karena sudah membawa wireless charging yang tidak disebut ada di model reguler.
Harga dan fitur tambahan
Di Indonesia, Xiaomi 17T dijual mulai Rp 8.999.000 untuk varian 12/256 GB. Varian 12/512 GB dibanderol Rp 9.999.000.
Xiaomi 17T Pro dipasarkan mulai Rp 11.999.000 untuk varian 12/256 GB. Sementara versi 12/512 GB dijual Rp 12.999.000.
Selain spesifikasi utama, Xiaomi 17T Pro juga punya keunggulan tambahan berupa dukungan WiFi 7. Fitur ini tidak didukung Xiaomi 17T.
Pilihan warna keduanya juga dibedakan. Xiaomi 17T Pro tersedia dalam Black, Blue, Violet, dan Opal White, sedangkan Xiaomi 17T hadir dalam Black, Deep Blue, dan Deep Violet.
Di luar perbedaan itu, keduanya tetap berbagi sejumlah fitur yang sama. Xiaomi menyematkan speaker stereo Dolby Atmos, Hi-Res Audio, Bluetooth 6, NFC, dan fitur Xiaomi Astral Communication pada dua model tersebut.
