Libur Sekolah Bikin Bensin Cepat Habis, 8 Cara Ini Bisa Menahan Boros saat Macet

Author: Qoo Media

Libur kenaikan kelas mendorong mobilitas masyarakat naik pada akhir Juni hingga awal Juli 2026. Dampaknya, kemacetan lebih sering muncul di berbagai ruas jalan, terutama menuju destinasi wisata dan pusat keramaian.

Di tengah lalu lintas padat, persoalan bukan hanya waktu tempuh yang makin panjang. Kondisi stop-and-go juga membuat konsumsi bensin bisa meningkat sekitar 30–50 persen dibandingkan saat kendaraan melaju lancar dan stabil.

Kondisi ini terjadi karena kendaraan lebih sering berhenti, lalu kembali berjalan perlahan. Pola seperti itu membuat mesin bekerja lebih berat ketimbang saat kecepatan terjaga konstan.

Karena itu, kebiasaan berkendara yang efisien menjadi penting selama libur sekolah. Langkah sederhana saat menghadapi kemacetan dapat membantu menahan pemborosan bahan bakar tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.

Mengapa macet bikin bensin lebih boros

Saat arus kendaraan mulai bergerak setelah berhenti, banyak pengendara langsung menekan gas terlalu dalam. Padahal, akselerasi mendadak membuat mesin membutuhkan suplai bahan bakar lebih besar.

Pengereman yang terlalu sering juga memperburuk efisiensi. Setelah mengerem, kendaraan harus berakselerasi lagi dari kecepatan rendah atau bahkan dari posisi diam, yang umumnya lebih boros.

Dalam situasi padat, menjaga ritme berkendara justru lebih penting daripada terus mengejar celah. Semakin sering pola gas-rem terjadi, semakin besar pula bensin terpakai tanpa memberi banyak keuntungan pada waktu tempuh.

Cara berkendara yang lebih hemat saat terjebak padat

Pengendara dianjurkan menginjak pedal gas atau memutar tuas gas secara bertahap saat lalu lintas mulai bergerak. Akselerasi halus membantu mesin bekerja lebih efisien dan menekan konsumsi bahan bakar.

Kecepatan yang stabil juga perlu dijaga ketika kondisi jalan memungkinkan. Cara ini mengurangi kebutuhan akselerasi berulang, yang menjadi salah satu penyebab utama boros bensin.

Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dapat memberi waktu membaca situasi lalu lintas lebih awal. Dengan begitu, pengendara tidak perlu terlalu sering mengerem mendadak lalu kembali menambah kecepatan.

Teknik rolling juga dapat diterapkan saat antrean bergerak perlahan, selama situasinya aman. Kendaraan dibiarkan tetap menggelinding tanpa harus berulang kali berhenti total, sehingga kebutuhan akselerasi dari posisi diam bisa dikurangi.

Pada kemacetan tertentu, mematikan mesin dapat menjadi pilihan. Langkah ini dinilai membantu menghemat bensin jika kendaraan diperkirakan berhenti lebih dari sekitar satu menit, misalnya di perlintasan kereta atau lampu lalu lintas yang panjang.

Namun, cara tersebut harus dilakukan hanya ketika kondisi benar-benar aman. Pengendara juga perlu memastikan tindakan itu tidak mengganggu arus kendaraan lain di sekitar.

Bukan cuma gaya mengemudi, kondisi kendaraan juga berpengaruh

Efisiensi bahan bakar saat macet tidak hanya ditentukan oleh cara membawa kendaraan. Kondisi teknis kendaraan ikut berperan besar dalam menentukan seberapa berat kerja mesin di jalan padat.

Tekanan ban, misalnya, perlu dijaga sesuai rekomendasi. Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan gulir, sehingga mesin harus bekerja lebih keras dan konsumsi bensin ikut naik.

Pemeriksaan tekanan ban secara rutin juga berkaitan dengan aspek keselamatan. Ban dengan tekanan yang tepat membantu kendaraan tetap stabil sekaligus menjaga efisiensi saat harus bergerak perlahan dalam antrean panjang.

Beban kendaraan juga sebaiknya diperhatikan sebelum berangkat. Semakin berat muatan yang dibawa, semakin besar tenaga yang dibutuhkan mesin untuk menjalankan kendaraan.

Karena itu, barang-barang yang tidak diperlukan sebaiknya dikeluarkan dari kendaraan. Langkah ini terasa sederhana, tetapi bisa membantu penggunaan bensin tetap lebih irit, terutama ketika perjalanan didominasi kemacetan.

Perawatan berkala menjadi faktor penting lainnya. Penggantian oli, pembersihan filter udara, dan pemeriksaan kondisi mesin membantu menjaga performa kendaraan tetap optimal.

Kendaraan yang terawat cenderung bekerja lebih efisien di tengah lalu lintas padat. Saat mobilitas masyarakat meningkat selama libur sekolah, kondisi ini penting agar pengeluaran bahan bakar tidak membengkak di perjalanan.

Padatnya lalu lintas pada masa liburan memang sulit dihindari, khususnya di jalur favorit wisatawan dan pusat aktivitas keluarga. Namun, pengendara masih bisa menekan konsumsi bensin dengan mengurangi pola gas-rem berlebihan, menjaga kendaraan tetap prima, dan menyesuaikan cara berkendara dengan situasi macet yang dihadapi.

Source: www.suara.com
Terbaru