Ferrari Cuma Jual 88 Unit Di China, Namun Luce Malah Langsung Ludes Terjual

Ferrari mengejutkan pasar China dengan Luce. Hanya 88 unit yang disiapkan untuk negara itu, tetapi semuanya langsung habis terjual dalam waktu singkat.

Hasil itu terasa menarik karena Luce sempat menuai banyak kritik sejak debut globalnya. SUV listrik pertama Ferrari ini juga menjadi mobil listrik pertama merek asal Italia tersebut, namun desainnya dinilai aneh oleh sebagian orang dan bahkan disebut kurang mencerminkan identitas Ferrari.

Kontroversi desain justru tidak menghambat permintaan

Sejumlah kritik datang bukan hanya dari konsumen, tetapi juga dari mantan bos Ferrari. Ia menilai Luce menghilangkan identitas yang selama ini melekat pada Ferrari, sementara sebagian pengamat sempat meragukan mobil ini bisa laku di pasar SUV listrik.

Faktanya justru berbalik. Sejak pertama kali diperlihatkan ke publik beberapa bulan lalu, Luce disebut langsung menjadi buruan banyak konsumen.

Di China, respons itu terlihat sangat jelas. Walau jumlah unitnya terbatas, semua unit yang dialokasikan untuk pasar tersebut habis terjual, bahkan ada pembeli yang langsung bergerak ketika model itu mendapat diskon 7 persen.

China bukan pasar yang mudah

Keberhasilan itu juga cukup mengejutkan karena China adalah markas banyak produsen SUV listrik ternama. Nama-nama seperti BYD, Geely, Chery, dan GAC Aion berada di pasar yang sama dan punya reputasi kuat di segmen kendaraan listrik.

Banyak merek tersebut juga sudah dipasarkan secara global, termasuk di Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah model mereka bahkan mampu menguasai pasar BEV di berbagai negara.

Meski begitu, Ferrari tetap berani membawa Luce ke China. Hasilnya, model ini ludes dalam waktu singkat meski dijual dalam jumlah yang sangat terbatas.

Harga tinggi tidak membuat minat padam

Di China, Luce dibanderol sekitar Rp 10,5 miliar. Harga itu sudah termasuk diskon 7 persen, dan justru menjadi salah satu faktor yang diduga membantu dorongan pembelian.

Walau harganya sangat tinggi untuk ukuran SUV listrik, pasar tetap memberi respons positif. Situasi ini menunjukkan bahwa daya tarik Ferrari masih kuat, bahkan pada model yang oleh sebagian orang dianggap kontroversial secara desain.

Luce juga disebut punya pesona berbeda karena tampil dengan bahasa desain yang modern. Karakter itu membuatnya menarik bukan hanya bagi pembeli SUV listrik, tetapi juga bagi kolektor mobil.

Thailand sudah lebih dulu kebagian

Sebelum China, Luce juga sudah masuk Thailand. Di negara itu, model tersebut menjadi incaran banyak konsumen, meski belum ada rincian jumlah unit yang disediakan.

Namun, harga di Thailand jauh lebih mahal dibandingkan model yang dijual di Eropa dan China. Banderolnya disebut berada di kisaran lebih dari Rp 20 miliaran.

Kondisi itu menunjukkan bahwa Luce tidak diposisikan sebagai SUV listrik massal. Ferrari tampaknya tetap mengandalkan citra eksklusif dan status merek untuk menjaga daya tarik mobil ini di pasar mana pun.

Indonesia belum masuk daftar

Untuk pasar Indonesia, Luce belum diumumkan kehadirannya. Artinya, model ini belum bisa dijual di Tanah Air untuk saat ini.

Jika kelak masuk Indonesia, Ferrari kemungkinan harus membahas dulu jumlah unit yang tersedia dan harga yang akan dipasang. Karena statusnya sebagai model yang didatangkan langsung dari luar negeri, banderolnya juga berpotensi sangat tinggi.

Source: ridertua.com

Terkait