Hyundai Ioniq 3 akhirnya tampil dengan pendekatan yang jauh lebih kalem dibanding versi N Line yang sempat lebih dulu mencuri perhatian. Model reguler ini terasa lebih relevan untuk penggunaan harian karena menggabungkan desain yang bersih, kabin modern, dan opsi jarak tempuh yang cukup jauh.
Perubahan paling terlihat ada pada gaya eksteriornya. Hyundai membekali Ioniq 3 dengan konsep Aero Hatch, yaitu perpaduan hatchback, fastback, dan sedikit nuansa crossover dalam satu bentuk.
Desain luar dibuat lebih sederhana
Di bagian depan, bumper tampil lebih sederhana tanpa aksen agresif seperti pada N Line. Ornamen hitam yang sebelumnya dominan juga tidak lagi dipakai, tetapi lampu LED empat titik tetap dipertahankan sebagai identitas keluarga Ioniq.
Dari samping, siluet mobil terlihat bersih dengan spion sewarna bodi dan pilihan pelek 16 hingga 18 inci. Hyundai juga menambahkan aksen unik di bawah spoiler dengan finishing hitam glossy berlogo Hyundai.
Bagian belakang mengikuti pendekatan yang sama. Spoiler dan diffuser dibuat tidak terlalu mencolok agar tampilan mobil tetap minimalis.
Kabinnya lebih terang dan terasa lapang
Perbedaan besar lain hadir di interior. Jika N Line cenderung gelap, Ioniq 3 standar justru memakai nuansa yang lebih terang dan lapang.
Hyundai menyebut konsep kabinnya sebagai furnished space, yaitu ruang yang dibuat senyaman rumah. Pendekatan ini membuat kabin terasa lebih ramah untuk mobilitas harian dan perjalanan yang lebih santai.
Fitur utama ada pada sistem infotainment Pleos Connect berbasis Android. Layar utamanya tersedia dalam ukuran 12,9 inci atau 14,6 inci tergantung varian, dan panel instrumen digital juga ikut disematkan.
Hyundai juga menyiapkan Pleos App Market dengan sekitar 30 aplikasi saat peluncuran. Ada pula asisten suara AI bernama Gleo yang diklaim bisa diajak berbicara secara natural.
Dua pilihan baterai dan jarak tempuh
Hyundai Ioniq 3 hadir dalam dua varian utama dengan karakter yang berbeda. Standard Range memakai baterai 42,2 kWh dengan tenaga 144 dk dan jarak tempuh sekitar 344 km menurut WLTP.
Untuk kebutuhan yang lebih jauh, tersedia Long Range dengan baterai 61 kWh. Varian ini mampu menempuh hingga 496 km WLTP, meski tenaganya sedikit lebih kecil di angka 133 dk.
Pilihan tersebut memberi fleksibilitas bagi pengguna. Standard Range lebih cocok untuk mobilitas perkotaan, sedangkan Long Range menawarkan ketenangan lebih besar bagi mereka yang sering bepergian antarkota.
Mobil ini dibangun di atas platform E-GMP 400 Volt. Arsitektur yang sama juga dipakai beberapa model lain dalam keluarga Hyundai-Kia.
Produksi sudah berjalan di Turki
Meski harga resmi Hyundai Ioniq 3 di Eropa belum diumumkan, produksi mobil ini sudah dimulai di pabrik Hyundai di Turki. Unit pertamanya diperkirakan mulai mengaspal pada kuartal ketiga 2026.
Kehadiran Ioniq 3 memperluas jajaran mobil listrik Hyundai dengan pendekatan yang lebih praktis. Desain yang lebih bersih, kabin yang lebih modern, dan jarak tempuh hingga 496 km membuat model ini masuk ke radar calon konsumen yang mencari EV harian dengan paket lengkap.
