Kembalinya Rian Mahendra ke PO Haryanto menjadi momen penting bagi bisnis otobus keluarga yang berbasis di Kudus itu. Haji Haryanto menyambutnya dengan rasa gembira dan menilai putra sulungnya sebagai sosok yang layak meneruskan usaha yang telah lama ia bangun.
Haji Haryanto juga menegaskan bahwa kembalinya Rian bukan sekadar kembali ke lingkungan keluarga, tetapi untuk memegang tugas baru di manajemen. Dalam susunan baru itu, Rian dipercaya mengisi posisi Direktur Operasional PO Haryanto.
Sikap optimistis itu muncul karena Haji Haryanto melihat Rian sebagai pribadi yang cerdas dan memahami banyak hal dalam bisnis transportasi darat. Ia menyebut anaknya sebagai figur yang sudah lama ditunggu untuk menjadi penerus perusahaan.
Peran lama yang cukup besar
Nama Rian Mahendra bukan orang baru dalam perjalanan PO Haryanto. Ia disebut sudah aktif merintis karier di perusahaan milik ayahnya sejak 2003 dan terlibat dalam pengembangan jalur-jalur baru bus perusahaan.
Pada masa itu, Rian memusatkan perhatian pada pembukaan rute yang memperluas jangkauan bisnis PO Haryanto. Ia bahkan pernah menceritakan proses membuka trayek ke Madura yang awalnya berjalan berat dengan penumpang yang masih sangat sedikit.
Dalam cerita yang pernah ia unggah, Rian menyebut bahwa pada 2009 ia mulai terlibat di bagian keuangan sehingga bisa fokus pada operasional. Ia juga menjelaskan bahwa pembukaan jalur Madura dilakukan dengan dua armada awal, masing-masing dari Sumenep dan Bangkalan.
Rian menilai dirinya punya catatan yang baik saat membantu merintis jalur baru perusahaan. Ia mengklaim belum pernah mengalami kegagalan setiap kali membuka operasi baru untuk PO Haryanto.
Perjalanan yang sempat berbelok
Hubungan kerja Rian dengan PO Haryanto sempat berubah pada 22 Juli 2022, ketika beredar surat pemecatan dirinya dari perusahaan keluarga itu. Setelah tidak lagi bergabung, Rian melanjutkan karier di perusahaan otobus lain, termasuk PO Kencana.
Ia juga sempat mengambil langkah lebih jauh dengan mendirikan perusahaan otobus sendiri bernama PO MTI. Pada awal operasionalnya, perusahaan itu langsung membuka dua jalur lintasan utama untuk melayani penumpang.
Jalur pertama melayani tujuan Tangerang, Bojong, Kajen, Karanganyar, Wonopringo, dan Kedungwuni melalui lintasan Cipulir, Tanah Abang, dan Cawang. Jalur kedua melayani tujuan yang sama, tetapi melewati Cikokol, Paris, Kebon Besar, Kalideres, Ring Road, Jembatan Gantung, Pesakih, hingga Grogol.
Harapan untuk kelanjutan bisnis keluarga
Kembalinya Rian ke dalam manajemen membuat arah bisnis keluarga ini kembali menarik perhatian. Haji Haryanto menilai putranya tidak hanya pintar, tetapi juga punya kemampuan teknis, termasuk dalam memahami mesin.
Namun, ia juga menekankan bahwa sosok yang pintar tetap membutuhkan pendamping dalam bekerja. Pandangan itu memperlihatkan bahwa peran Rian di PO Haryanto akan dijalankan bersama struktur manajemen yang sudah ada.
Bagi PO Haryanto, kehadiran kembali Rian membuka babak baru dalam kesinambungan usaha yang selama ini berkembang dari keluarga. Posisi Direktur Operasional yang kini dipegangnya menempatkan Rian pada peran sentral dalam menjaga roda bisnis otobus itu tetap berjalan.
