Jarak tempuh masih menjadi pertimbangan utama saat memilih motor listrik, tetapi peta persaingan di Indonesia kini mulai berubah. Sejumlah model sudah sanggup melaju lebih dari 120 kilometer dalam sekali pengisian daya, bahkan ada yang menembus 145 kilometer.
Angka itu membuat motor listrik tidak lagi identik dengan penggunaan jarak pendek di sekitar rumah atau kantor. Untuk mobilitas harian yang padat hingga perjalanan antarkota jarak dekat, pilihan model dengan baterai lebih efisien kini semakin banyak.
Perkembangan teknologi baterai menjadi faktor besar di balik peningkatan daya jelajah tersebut. Di saat yang sama, produsen juga menambahkan fitur modern seperti konektivitas pintar, regenerative braking, dan pengisian daya cepat untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Meningkatnya infrastruktur kendaraan listrik ikut memperkuat daya tarik segmen ini. Selain lebih ramah lingkungan, motor listrik juga dinilai menarik karena biaya perawatan yang lebih rendah dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin.
Pilihan dengan jarak tempuh terjauh
TVS iQube S menjadi salah satu model dengan daya jelajah paling panjang di pasar Indonesia. Motor ini diklaim mampu menempuh hingga 145 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Kemampuan itu ditopang baterai lithium-ion berkapasitas 3,5 kWh. TVS juga membekalinya dengan tenaga 4,4 kW dan kecepatan maksimum 78 km/jam.
Untuk penggunaan harian, iQube S membawa layar instrumen digital, konektivitas pintar, dan ruang penyimpanan luas di bawah jok. Kombinasi jarak tempuh dan fitur tersebut membuatnya menonjol di kelasnya.
Di bawahnya ada ALVA N3 Next Gen dengan daya jelajah hingga 140 kilometer. Motor listrik buatan produsen Indonesia ini juga memiliki kecepatan maksimum 80 km/jam.
Salah satu nilai jual utamanya ada pada teknologi Next Gen Battery dan Boost Charge. Sistem itu memungkinkan pengisian daya hingga 50 persen dalam waktu sekitar 25 menit.
ALVA melengkapi motor ini dengan Hill Start Assist dan Hill Descend Assist. Ada pula teknologi IoT melalui aplikasi My ALVA untuk memantau kondisi kendaraan dan baterai secara real-time.
Polytron Fox 500 juga masuk daftar teratas berkat kombinasi jarak tempuh dan performa. Model ini mampu menempuh hingga 130 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Berbeda dari sebagian pesaingnya, Fox 500 menawarkan kecepatan maksimum hingga 130 km/jam. Sumber tenaganya berasal dari motor listrik 5.000 watt yang dipadukan dengan baterai LiFePO4 berkapasitas 3,89 kWh.
Fitur yang dibawa juga mengarah ke pengalaman berkendara lebih dinamis. Polytron menyematkan Cruise Control, regenerative braking tiga level, serta mode berkendara Eco, Drive, dan Sport.
Model lokal dan opsi lebih terjangkau
Maka Cavalry menjadi pendatang baru yang langsung mencuri perhatian di pasar motor listrik Indonesia. Daya jelajahnya berada di kisaran 120 kilometer dalam sekali pengisian baterai.
Selain desain modern, model ini menawarkan tenaga maksimum sekitar 12 Tk dan torsi 252 Nm. Karakter tersebut membuat akselerasinya disebut responsif untuk penggunaan di dalam kota maupun perjalanan jarak menengah.
Tangkas X7 New juga menawarkan jarak tempuh 120 kilometer, tetapi dengan pendekatan yang lebih ramah kantong. Model ini memakai motor listrik 4.000 watt dan baterai lithium.
Kecepatan maksimalnya berada di kisaran 95–100 km/jam. Angka itu cukup untuk kebutuhan perjalanan harian maupun luar kota jarak dekat.
Dari sisi fitur, Tangkas X7 New tampil cukup lengkap. Perangkat yang tersedia mencakup rem cakram depan dan belakang, tiga mode kecepatan, gigi mundur, alarm anti-pencurian, fitur anti-begal, serta port USB untuk pengisian daya ponsel.
Soal harga, Tangkas X7 New dipasarkan mulai sekitar Rp23,3 juta untuk varian dengan jarak tempuh hingga 80 kilometer. Sementara varian dengan daya jelajah 120 kilometer dibanderol sekitar Rp33 juta.
Apa yang berubah di pasar motor listrik
Daftar ini menunjukkan bahwa keterbatasan jarak tempuh bukan lagi hambatan utama seperti beberapa tahun lalu. Produsen kini tidak hanya berlomba memperbesar daya jelajah, tetapi juga memperbaiki kecepatan, pengisian daya, dan fitur keselamatan.
Bagi konsumen, perbedaan karakter tiap model menjadi hal penting untuk dicermati. Ada yang lebih menonjol pada efisiensi dan konektivitas, ada yang fokus pada performa tinggi, dan ada pula yang bermain di kombinasi harga serta fitur.
Dengan hadirnya motor listrik yang bisa menempuh 120 hingga 145 kilometer dalam sekali cas, pilihan di pasar Indonesia kini makin relevan untuk kebutuhan mobilitas yang lebih luas. Rentang kemampuan tersebut memperlihatkan bahwa motor listrik sudah masuk fase yang lebih matang untuk dipertimbangkan sebagai kendaraan utama sehari-hari.
