BYD Kuasai Proyek Baterai Terbesar Polandia, Langkah Baru Menekan Eropa

BYD kembali memperkuat pijakan bisnis penyimpanan energi di Eropa lewat proyek besar di Polandia. Perusahaan baterai asal China itu akan memasok proyek Siedlce berkapasitas 600 MW/2,4 GWh, yang kelak menjadi instalasi battery energy storage terbesar di Polandia.

Langkah ini menunjukkan betapa agresifnya produsen baterai China memperluas pasar di luar negeri. Di saat permintaan penyimpanan energi naik seiring pertumbuhan energi terbarukan, proyek skala jumbo seperti ini menjadi ajang penting untuk memperlihatkan kapasitas teknologi dan daya saing industri.

Kolaborasi BYD dan Greenvolt Power makin dalam

Divisi energy storage BYD menandatangani kerja sama dengan Greenvolt Power untuk mengembangkan proyek penyimpanan energi skala besar tersebut. Keduanya akan bekerja sama dalam proyek Siedlce, menurut pernyataan BYD pada Rabu.

Ini menjadi kolaborasi kedua BYD Energy Storage dan Greenvolt Power di Polandia. Sebelumnya, dua proyek lokal mereka sudah mencapai kapasitas gabungan 1,6 GWh.

Proyek Siedlce dijadwalkan mulai dibangun pada kuartal ketiga 2026. Operasi komersialnya ditargetkan dimulai pada akhir 2027.

Teknologi Haohan jadi andalan

Untuk proyek ini, BYD Energy Storage akan memasok sistem penyimpanan energi BYD Haohan. Sistem itu menggunakan Blade Battery berkapasitas 2.710 Ah yang disebut sebagai yang terbesar di dunia untuk aplikasi penyimpanan energi.

BYD menyebut sistem tersebut memiliki kapasitas minimum per unit 14,5 MWh. Perusahaan juga mengatakan kapasitas ultra-besar itu setara dengan 10 MWh dalam kontainer 20 kaki.

Desain Haohan diklaim membantu menghemat lahan dan biaya konstruksi. Pencapaian itu didorong oleh jumlah enclosure yang lebih sedikit dan jejak fisik yang lebih kecil.

Polandia jadi pasar penting di Eropa

Jika selesai, proyek Siedlce akan menjadi proyek battery energy storage terbesar di Polandia. Ini juga menambah daftar penerapan teknologi penyimpanan energi BYD di pasar Eropa.

Greenvolt Group CEO João Manso Neto menyebut sistem penyimpanan energi sebagai dukungan inti untuk membangun sistem energi yang lebih tangguh dan fleksibel. Ia juga mengatakan penyimpanan energi dapat mendorong pertumbuhan energi terbarukan yang berkelanjutan.

Yin Xueqin, general manager energy storage and new battery division BYD, mengatakan proyek Siedlce menjadi tonggak baru dalam kerja sama kedua perusahaan. Yin menambahkan bahwa keterlibatan dalam proyek acuan ini menunjukkan kekuatan teknologi BYD telah mendapat pengakuan luas di industri.

Ekspansi global BYD terus meluas

Bisnis energy storage BYD dimulai pada 2008 dan tumbuh bertahap berkat keahlian perusahaan di bidang baterai dan integrasi sistem. Saat ini, BYD mengaku telah mengerahkan berbagai proyek penyimpanan energi skala besar di lebih dari 110 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Bulan lalu, BYD dan Greenvolt Power juga membawa proyek battery energy storage terbesar di Hungaria mulai beroperasi. Proyek 99,8 MW/288,6 MWh itu memakai sistem BYD MC Cube.

Di luar Polandia, BYD juga semakin aktif menggarap pasar luar negeri lain. Pada Mei, BYD Energy Storage meneken kerja sama strategis dengan Corvus Energy AS dari Norwegia untuk mendorong riset, pengembangan, dan penerapan skala besar baterai lithium iron phosphate berkecepatan tinggi untuk kapal.

Pesaing BYD di China juga ikut mempercepat langkah ekspor mereka. Eve Energy mengumumkan bulan lalu bahwa perusahaan itu telah menandatangani pesanan penyimpanan energi 8 GWh dengan GNEPL dari India, menandakan persaingan global di sektor ini kian sengit.

Source: cnevpost.com

Terkait