Dikepung Merek China, Hyundai Andalkan Pilihan Mesin Paling Lengkap untuk Rebut Konsumen Indonesia

Hyundai menilai persaingan yang makin padat dari merek-merek China di Indonesia tidak otomatis melemahkan posisinya. Produsen asal Korea Selatan itu justru mengklaim punya keunggulan pada kelengkapan pilihan powertrain, mulai dari mesin pembakaran internal, hybrid, hingga mobil listrik.

Klaim itu muncul saat Hyundai mencatat momentum positif pada akhir paruh pertama 2026. Di tengah pasar yang semakin kompetitif, perusahaan melihat strategi menghadirkan pilihan produk yang luas sebagai pembeda utama untuk menjangkau kebutuhan konsumen Indonesia.

Hyundai Motors Indonesia menyebut Indonesia sebagai salah satu pasar terpenting bagi perusahaan. Komitmen itu disebut terus tumbuh dari tahun ke tahun, seiring upaya memperluas lini produk dan memperkuat pijakan di pasar lokal.

President Director PT Hyundai Motors Indonesia Kenny Lee mengatakan Hyundai berada dalam posisi yang unik karena mampu menghadirkan pilihan powertrain yang paling komprehensif. Menurut dia, keunggulan mobilitas seharusnya bisa dinikmati oleh semua kalangan, dan GIIAS 2026 menjadi momentum untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Andalkan portofolio yang luas

Di level produk, Hyundai mengklaim Stargazer menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan lokal perusahaan. Model itu membukukan pertumbuhan 10,8% secara tahunan di segmen MPV B pada paruh pertama 2026.

Kinerja itu menjadi penting karena segmen MPV B merupakan salah satu arena persaingan paling ketat di Indonesia. Di tengah tekanan pasar, kenaikan penjualan Stargazer diposisikan Hyundai sebagai cerminan kepercayaan konsumen terhadap merek tersebut.

Bukan hanya Stargazer, portofolio Hyundai secara keseluruhan juga disebut menunjukkan hasil positif. Palisade disebut terus mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di segmen SUV E-F.

Sementara itu, Kona Electric mencatat pertumbuhan tertinggi di seluruh jajaran battery electric vehicle Hyundai. Capaian ini memperlihatkan bahwa strategi Hyundai tidak hanya bertumpu pada model konvensional, tetapi juga mulai bertumbuh di lini elektrifikasi.

Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan strategi perusahaan adalah menghadirkan pilihan powertrain yang seimbang untuk pasar Indonesia. Hyundai, kata dia, menawarkan ICE, HEV, dan EV secara bersamaan agar konsumen bisa memilih kendaraan yang sesuai kebutuhan.

Fransiscus juga menegaskan peran Hyundai tidak berhenti pada peluncuran model baru. Menurut dia, perusahaan juga mengambil langkah nyata dengan memproduksi EV secara lokal agar inovasi bisa ikut menumbuhkan industri otomotif Indonesia.

GIIAS jadi panggung pembuktian

Hyundai resmi mengumumkan partisipasinya dalam GIIAS 2026 yang berlangsung 29 Juli sampai 9 Agustus 2026 di Hall 2C, Indonesia Convention Exhibition BSD. Ajang ini akan dimanfaatkan sebagai panggung utama untuk memperkuat pesan soal keunggulan portofolio yang lengkap.

Pada pameran tersebut, Hyundai akan memperkenalkan sejumlah model baru yang diklaim sangat dinantikan. Model-model itu mencakup SUV baru dalam varian EV, MPV serbaguna dalam varian EV dan HEV, serta SUV dalam varian HEV.

Tambahan produk itu diarahkan untuk memperluas pilihan mobilitas ramah lingkungan bagi konsumen Indonesia. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa Hyundai ingin bermain di lebih banyak ceruk pasar, bukan hanya di satu jenis teknologi.

Hyundai mengusung tema “Hadirkan Inovasi Bermakna, Pasti Bisa” di GIIAS 2026. Tema ini disebut mencerminkan komitmen perusahaan untuk menghadirkan inovasi yang relevan, bermakna, dan berdampak nyata bagi kehidupan masyarakat Indonesia.

Selain model produksi, Hyundai juga menyiapkan kejutan pada 29 hingga 30 Juli 2026. Perusahaan akan menampilkan special display EV Prototype 7-seater terbaru yang akan diproduksi di Indonesia.

Display khusus lain yang akan dihadirkan adalah Ioniq 3. Kehadiran dua model itu menjadi bagian dari langkah Hyundai untuk memperluas jangkauan elektrifikasi dan membuat teknologi tersebut lebih mudah diakses masyarakat.

Dorong eksposur merek dan promosi penjualan

Momentum Hyundai tidak hanya dibangun lewat peluncuran produk di showroom. Perusahaan juga mengambil peran sebagai Title Partner Asean Cup 2026 yang kini berganti nama menjadi Hyundai Cup.

Dalam kampanye itu, Stargazer disebut menjadi cerminan semangat “Driving Asean as One”. Hyundai mengaitkan model tersebut dengan pengalaman berkendara yang bermakna dan semangat kebersamaan yang ingin dibangun melalui sepak bola di kawasan Asia Tenggara.

Untuk memanfaatkan momentum tersebut, Hyundai meluncurkan promosi eksklusif sepanjang Juli 2026. Konsumen ditawari benefit hingga Rp 50 juta untuk pembelian Stargazer Cartenz dan Cartenz X.

Kombinasi antara performa produk, rencana peluncuran model baru, produksi EV lokal, dan eksposur merek lewat ajang regional menunjukkan cara Hyundai menghadapi tekanan persaingan. Di tengah gempuran merek China, Hyundai memilih menonjolkan keluasan pilihan teknologi sebagai nilai jual utama di pasar Indonesia.

Source: oto.detik.com

Terkait