Nio Gagal Capai Target Juni, Pembeli Justru Menunggu ES8 Lima Kursi Baru

Author: Qoo Media

Deutsche Bank menilai penyebab utama Nio miss tipis pada pengiriman Juni datang dari ES8, bukan dari seluruh lini bisnisnya. Analis bank itu melihat banyak pelanggan menunggu ES8 lima kursi yang segera masuk showroom dan mulai pre-sales pada 28 Juni.

Nio Inc mengirim 40.597 kendaraan pada Juni, naik 63% secara tahunan dan 8% dibanding Mei. Namun angka itu masih di bawah panduan perusahaan yang berada di kisaran 42.900 hingga 47.900 unit.

ES8 jadi titik lemah utama

Tim analis yang dipimpin Wang Bin menyebut pengiriman ES8 jauh di bawah ekspektasi. Mereka memperkirakan model itu hanya mencatat sekitar 8.900 unit pada Juni, padahal selama tujuh bulan berturut-turut ES8 sebelumnya melampaui 10.000 unit.

Deutsche Bank juga menilai sebagian pelanggan menahan pembelian karena menunggu varian lima kursi. Varian itu diperkirakan meluncur resmi pada awal Juli dan kemungkinan dibanderol lebih rendah daripada versi enam dan tujuh kursi.

Kondisi itu membuat kontribusi ES8 tidak setinggi bulan-bulan sebelumnya. Dalam pengumuman pengiriman Juni, Nio juga tidak lagi menyebut angka spesifik ES8 seperti yang pernah dilakukan sebelumnya.

Pertumbuhan datang dari model baru

Meski ada pelemahan di ES8, pengiriman bulanan Nio tetap naik secara berurutan berkat dua model baru. Deutsche Bank menilai bulan penuh pertama pengiriman ES9 dan Onvo L80 menjadi pendorong utama.

ES9, SUV unggulan Nio yang diluncurkan pada 27 Mei, diperkirakan mengirim sekitar 8.000 unit pada Juni. Angka itu naik tajam dari 3.108 unit pada Mei, sementara Nio menyebut total kumulatif pengiriman ES9 telah mencapai 10.000 unit pada 26 Juni.

Bank tersebut juga memperkirakan ES9 masih memiliki backlog lebih dari 40.000 pesanan yang tidak dapat dibatalkan. Di sisi lain, Onvo L80 yang meluncur pada 15 Mei juga membantu menjaga momentum pengiriman grup.

Pesanan baru ikut melemah

Di balik kenaikan pengiriman, pesanan baru justru turun dari Mei. Data Thinkercar menunjukkan Nio mencatat sekitar 28.000 pesanan baru pada pekan pertama Juni, lalu 19.500, 14.500, dan 11.600 pada pekan-pekan berikutnya.

Berdasarkan pola itu, Deutsche Bank memperkirakan pesanan baru penuh bulan Juni turun 8% secara bulanan menjadi sekitar 77.000 unit. Mereka menyebut pelemahan itu terutama karena pesanan ES9 mulai normal setelah lonjakan pascapeluncuran di Mei.

Untuk ES8, bank melihat dua faktor yang menekan pesanan baru. Faktor itu adalah penghentian bertahap promosi subsidi pajak pembelian kendaraan sebesar 10.000 yuan dan penantian konsumen terhadap versi lima kursi.

Prospek laba masih dijaga

Walau Juni meleset dari panduan, Deutsche Bank masih memperkirakan Nio mampu mencapai titik impas non-GAAP pada kuartal kedua. Nio sendiri mencatat pengiriman 107.658 kendaraan pada kuartal tersebut, naik 49% dibanding tahun lalu dan 29% dari kuartal sebelumnya.

Bank menilai target margin kotor kendaraan Nio tetap realistis, yakni 17% hingga 18%, berkat kontribusi kuat dari ES9 yang memiliki margin lebih tinggi. Berdasarkan panduan manajemen soal “other income” gross margin sekitar 20% untuk kuartal kedua dan sepanjang 2026, Deutsche Bank memperkirakan margin kotor keseluruhan turun 1 poin persentase secara kuartalan menjadi 18%.

Dengan asumsi itu, laba bersih non-GAAP diperkirakan hanya 5 juta yuan, yang pada dasarnya setara dengan break-even. Deutsche Bank juga menyebut tidak ada kanibalisasi berarti antara ES9 dan ES8 karena jarak harga keduanya cukup besar.

Posisi produk tetap berbeda

Menurut bank tersebut, ES8 diposisikan sebagai kendaraan keluarga dan bersaing dengan Li Auto Li L8 serta Aito M8 yang didukung Huawei. ES9, sebaliknya, dipasarkan sebagai kendaraan eksekutif untuk pemilik bisnis dan bersaing dengan Aito M9 serta Zeekr 9X.

Perbedaan posisi itu membuat pelemahan ES8 tidak serta-merta mengganggu pilar utama pertumbuhan Nio. Namun, penantian konsumen terhadap varian lima kursi tetap cukup kuat untuk menahan laju pengiriman model tersebut pada Juni.

Source: cnevpost.com
Terbaru