VinFast Ditopang VF3, Lebih dari 70 Persen Penjualan di Indonesia Datang dari Model Mungil Ini

Author: Qoo Media

VinFast mulai menemukan pijakan yang lebih jelas di pasar mobil listrik Indonesia. Kunci utamanya datang dari satu model, yakni VF 3, yang kini menyumbang lebih dari 70 persen penjualan merek tersebut di dalam negeri.

Data Gaikindo menunjukkan penjualan wholesales VinFast mencapai 1.424 unit sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah itu, VF 3 menjadi model dengan permintaan tertinggi dan berperan sebagai tulang punggung penjualan perusahaan.

Besarnya kontribusi VF 3 memberi gambaran penting tentang selera pasar saat ini. Mobil listrik berukuran kompak dengan harga yang lebih terjangkau masih menjadi pilihan utama konsumen Indonesia.

Jika mengacu pada porsi kontribusi lebih dari 70 persen, penjualan VF 3 diperkirakan mendekati 1.000 unit selama lima bulan pertama 2026. Angka ini menempatkan model tersebut sebagai motor utama pertumbuhan VinFast di pasar nasional.

Head of Training Department VinFast Indonesia, Rinaldi Ramdani, mengatakan VF 3 masih menjadi primadona di Indonesia. Menurut dia, model inilah yang saat ini masih menjadi backbone penjualan VinFast.

Rinaldi juga menjelaskan bahwa VinFast kini sudah memiliki jajaran produk yang cukup lengkap. Portofolio itu mencakup mobil listrik perkotaan hingga model untuk kebutuhan keluarga.

Di segmen paling awal, VinFast mengandalkan VF 3 sebagai produk entry. Di atasnya ada VF 5 untuk segmen compact, lalu VF e34 yang lebih dahulu dikenal saat awal kehadiran merek tersebut di Indonesia.

Untuk kelas yang lebih tinggi, VinFast menyiapkan VF 6 dan VF 7. Perusahaan juga melengkapi lini produknya dengan MPV 7 serta Limo Green untuk memperluas jangkauan pasar.

Kelengkapan lini produk itu menunjukkan bahwa VinFast tidak hanya mengejar volume dari satu model. Namun, realisasi penjualan sejauh ini tetap memperlihatkan bahwa VF 3 menjadi kontributor terbesar dibanding model lain seperti VF 5, VF e34, VF 6, VF 7, MPV 7, dan Limo Green.

Dominasi VF 3 juga menegaskan bahwa strategi masuk melalui model kecil masih relevan di Indonesia. Saat pasar kendaraan listrik masih berkembang, produk yang lebih ringkas cenderung lebih mudah diterima konsumen.

Konteks ini penting karena persaingan mobil listrik di Indonesia semakin ramai. Dalam situasi seperti itu, model yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian dengan format sederhana biasanya punya peluang lebih besar untuk mengumpulkan volume.

Meski VF 3 memimpin, VinFast tidak berhenti pada segmen kompak. Perusahaan justru mulai menyiapkan tumpuan berikutnya melalui MPV 7, yang dipandang punya potensi besar di pasar domestik.

Menurut Rinaldi, VinFast berharap MPV 7 bisa menjadi salah satu backbone penjualan berikutnya. Harapan itu didasarkan pada karakter pasar otomotif Indonesia yang masih sangat menyukai kendaraan tujuh penumpang.

Ia menilai pasar MPV di Indonesia relatif stabil. Bahkan, segmen ini disebut terus meningkat, sehingga VinFast melihat ruang pertumbuhan yang menjanjikan untuk model keluarga.

Alasan itu yang mendorong VinFast memperkenalkan MPV 7. Bagi perusahaan, kendaraan tujuh penumpang tetap punya tempat kuat karena sesuai dengan kebutuhan banyak konsumen di Indonesia.

Namun untuk saat ini, pusat gravitasi penjualan tetap berada pada VF 3. Model tersebut bukan sekadar pelengkap lini produk, melainkan penopang utama performa merek VinFast di pasar nasional.

Fakta bahwa lebih dari 70 persen penjualan datang dari satu model memperlihatkan dua hal sekaligus. Di satu sisi, VF 3 berhasil menjawab kebutuhan pasar, tetapi di sisi lain VinFast masih perlu memperluas kontribusi model lain agar struktur penjualannya lebih seimbang.

Sampai Mei 2026, data wholesales 1.424 unit menjadi penanda bahwa VinFast terus mencatat perkembangan positif di Indonesia. Dalam capaian itu, peran VF 3 terlihat paling menonjol dan menjadi indikator utama arah penerimaan konsumen terhadap merek asal Vietnam tersebut.

Dengan kondisi pasar saat ini, performa VF 3 menunjukkan bahwa adopsi mobil listrik di Indonesia belum hanya ditentukan oleh banyaknya pilihan model. Daya tarik terbesar justru terlihat datang dari kendaraan yang kompak, mudah diterima, dan sanggup menjadi pintu masuk utama bagi konsumen yang mulai beralih ke mobil listrik.

Source: otomotif.kompas.com
Terbaru