CATL Gandeng Google Hingga BMW, Standar Baru Baterai EV Bakal Ubah Nilai Aset Mobil Listrik

Author: Qoo Media

CATL sedang mendorong arah baru industri baterai kendaraan listrik dengan mengajak pemain besar lintas sektor untuk masuk ke satu kerangka ekonomi sirkular terpadu. Langkah ini tidak hanya menyasar efisiensi teknis, tetapi juga ingin membentuk acuan baru bagi pengelolaan aset baterai di tingkat global.

Di dalam aliansi itu, CATL menggandeng nama-nama besar seperti Google, Xiaomi, Volvo, Renault, dan BMW. Koordinasinya berada di bawah Ellen MacArthur Foundation, dengan tujuan menyelaraskan strategi perusahaan terhadap target pengurangan emisi karbon.

Panduan baru untuk siklus hidup baterai

Fokus utama kerja sama ini adalah penyusunan Battery Circular Design Guide, sebuah panduan teknis yang ditargetkan rampung pada 2027. Dokumen ini disiapkan untuk menyatukan standar pengujian kondisi sel baterai, pembongkaran paket baterai, dan manufaktur ulang sel baterai.

Panduan tersebut juga akan menetapkan parameter evaluasi struktural untuk mobil listrik penumpang dan kendaraan niaga berat. Dengan standar yang seragam, anggota aliansi bisa menilai riwayat penggunaan sel, tingkat degradasi, dan kondisi kesehatan baterai yang masih tersisa.

Bagi produsen otomotif dan operator armada, pendekatan ini penting karena dapat membantu menghitung nilai aset baterai secara lebih akurat. Skema yang lebih terukur juga diharapkan menekan risiko finansial yang selama ini melekat pada pengelolaan baterai EV.

Emisi dan daur ulang jadi perhatian utama

CATL menyoroti bahwa emisi karbon dari penambangan dan pengolahan bahan baku bisa mencapai lima kali lebih tinggi dibandingkan emisi dari proses produksi di pabrik. Karena itu, penggunaan material daur ulang menjadi salah satu strategi yang ditempuh perusahaan untuk menekan jejak karbon.

CATL menyebut pemanfaatan material daur ulang mampu menurunkan intensitas karbon material hingga 32 persen. Sementara itu, sepanjang 2025, anak usaha CATL, Brunp, dilaporkan telah mengolah 210.000 ton limbah baterai dan memulihkan 99,6 persen mineral utama yang masih dapat digunakan kembali.

Langkah ini memperlihatkan bahwa standar baru yang didorong CATL tidak berhenti pada desain baterai. Arah besarnya juga mencakup pengelolaan bahan baku, pemakaian ulang material, dan efisiensi sumber daya di seluruh rantai nilai.

Ekspansi jaringan baterai ke Eropa

Di saat yang sama, CATL juga mempercepat pembangunan infrastruktur baterai di Eropa bersama Octopus Energy. Keduanya akan membangun jaringan penukaran baterai atau battery swapping khusus untuk kendaraan komersial.

Kerja sama itu menjadi kelanjutan dari pengembangan sistem battery swap untuk truk berat yang sebelumnya diuji di China. Uji coba tersebut dilakukan melalui koridor sepanjang 1.250 kilometer, dan menjadi salah satu dasar bagi pengembangan skala berikutnya.

Gabungan antara standar desain baterai, daur ulang material, dan ekspansi infrastruktur menunjukkan strategi CATL yang lebih luas. Perusahaan ini tidak hanya menjual baterai, tetapi juga berupaya membentuk ekosistem yang mengatur umur pakai, nilai aset, dan daur ulang baterai EV secara lebih terpadu.

Source: www.liputan6.com
Terbaru