Toyota Hilux BEV Masih CBU Thailand, Harga Tembus Rp 1 Miliar di Indonesia

PT Toyota Astra Motor resmi membawa Hilux generasi ke-sembilan ke pasar Indonesia, termasuk varian listrik murninya, Toyota Hilux BEV. Kehadiran model ini langsung menarik perhatian karena banderolnya menembus Rp 1 miliar, tepatnya Rp 1,019 miliar on the road Jakarta.

Harga tinggi itu tidak lepas dari status impor utuh atau Completely Built Up. Jap Ernando Demily, Wakil Presiden Direktur PT TAM, mengatakan seluruh Hilux yang dijual di Indonesia diproduksi di Thailand, baik varian diesel maupun BEV.

CBU Thailand jadi penentu harga

Skema impor utuh membuat Hilux BEV berbeda dari banyak model yang dirakit lokal. Thailand sendiri memang menjadi salah satu basis produksi pikap bagi banyak merek karena tingginya kebutuhan kendaraan jenis itu di negara tersebut.

Artinya, kehadiran pikap rakitan Thailand di pasar Indonesia bukan hal baru. Namun, untuk Hilux BEV, status CBU ikut menjadi salah satu alasan harga jualnya berada di level premium.

Sebelum model ini hadir, pilihan pikap listrik di Indonesia masih sangat terbatas. Salah satu yang lebih dulu muncul adalah JAC Trekker T9 EV dari Tiongkok.

Bukan pengganti Hilux diesel

Toyota menegaskan Hilux BEV hadir untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasi, bukan menggantikan Hilux diesel. Ernando menyebut model ini ditawarkan agar konsumen punya lebih banyak opsi, terutama di segmen kendaraan niaga listrik yang saat ini belum banyak variasinya.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan strategi Toyota yang tidak meninggalkan mesin diesel di lini Hilux. Di sisi lain, perusahaan mulai membuka ruang bagi pelanggan yang ingin masuk ke kendaraan operasional nol emisi.

Sasaran utama ada di bisnis operasional

Toyota Hilux BEV tidak dibidik ke pasar massal seperti banyak mobil listrik penumpang. Target utamanya adalah pelanggan dengan kebutuhan operasional bisnis, khususnya perusahaan yang punya roadmap Net Zero Emission.

Segmen itu membutuhkan kendaraan operasional yang bisa berjalan tanpa emisi langsung. Karena itu, Hilux BEV diposisikan sebagai kendaraan kerja yang relevan bagi perusahaan yang siap beralih ke elektrifikasi.

Cocok untuk operasional yang siap listrik

Ernando juga menekankan bahwa Hilux BEV ditujukan untuk perusahaan yang mampu menyediakan stasiun pengisian daya di lokasi operasional. Dengan begitu, penggunaan kendaraan listrik murni bisa lebih sesuai dengan kebutuhan harian di lapangan.

Toyota menilai tenaga dan kapasitas baterai Hilux BEV sudah memadai untuk menunjang kebutuhan di sejumlah sektor industri. Kombinasi itu menjadi modal penting agar pikap listrik ini bisa dipakai sebagai kendaraan kerja, bukan sekadar pelengkap lini produk.

Saat ini Toyota Hilux BEV sudah bisa dipesan di Indonesia. Dengan status CBU Thailand dan harga Rp 1,019 miliar on the road Jakarta, model ini masuk ke pasar sebagai opsi baru bagi pelanggan yang mencari pikap listrik berlabel Toyota.

Source: otomotif.katadata.co.id

Terkait